Imunped adalah suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc sulfate. Suplemen ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian kedua nutrisi tersebut serta menjaga daya tahan tubuh. Imunped tersedia dalam bentuk sirop dan drops, serta dapat dibeli tanpa resep dokter.
Vitamin C dan zinc merupakan nutrisi yang berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, zinc berperan dalam mendukung proses penyembuhan luka, pertumbuhan sel, dan berbagai fungsi metabolisme tubuh.

Imunped dapat menjadi pilihan suplemen terbaik yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc, terutama ketika asupan dari makanan sehari-hari belum tercukupi.
Apa Itu Imunped
| Bahan aktif | Vitamin C dan zinc sulfate |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Suplemen vitamin dan mineral |
| Manfaat | Membantu memenuhi kebutuhan vitamin C dan zinc dan membantu menjaga daya tahan tubuh |
| Dikonsumsi oleh | Anak-anak 2–12 tahun |
| Imunped untuk ibu hamil dan ibu menyusui | Imunped umumnya hanya dikonsumsi oleh anak-anak sesuai dengan anjuran dokter. |
| Bentuk obat | Sirop dan drops |
Peringatan sebelum Menggunakan Imunped
Meski bebas didapatkan di mana saja, Imunped harus digunakan sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter. Sebelum memberikan suplemen ini kepada anak Anda, perhatikan beberapa hal berikut:
- Jangan menggunakan Imunped jika anak Anda alergi terhadap vitamin C, zinc, atau bahan serupa yang terkandung di dalam produk ini.
- Konsultasikan dengan dokter jika anak Anda memiliki gangguan ginjal, riwayat batu ginjal, gangguan fungsi ginjal, atau defisiensi tembaga.
- Diskusikan dengan dokter jika anak Anda memiliki kondisi kelebihan zat besi, seperti hemokromatosis, karena vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
- Beri tahu dokter jika anak Anda pernah atau sedang mengalami gangguan penyerapan nutrisi maupun penyakit hati.
- Informasikan kepada dokter mengenai obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang dikonsumsi anak Anda untuk mencegah terjadinya interaksi obat.
- Hindari penggunaan zinc dalam dosis tinggi dan jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena dapat meningkatkan risiko kekurangan tembaga.
- Segera periksakan diri ke dokter jika anak Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang berat setelah mengonsumsi Imunped.
Dosis dan Aturan Pakai Imunped
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Imunped yang dapat diberikan kepada anak untuk membantu memenuhi nutrisinya:
Imunped Sirop
- Anak usia 2–6 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 1 kali sehari.
- Anak usia 7–12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 1 kali sehari.
Imunped Drops
- Anak usia 7–12 bulan: 0,6 ml, 1 kali sehari.
- Anak usia 1–2 tahun: 1 ml, 1 kali sehari.
Cara Menggunakan Imunped dengan Benar
Agar manfaat Imunped dapat diperoleh secara optimal, perhatikan cara penggunaannya berikut:
- Kocok botol Imunped terlebih dahulu sebelum digunakan.
- Gunakan sendok takar atau pipet yang tersedia pada kemasan agar dosis yang diberikan sesuai anjuran.
- Apabila menggunakan Imunped sediaan drops, teteskan langsung ke dalam mulut anak atau teteskan terlebih dahulu ke sendok.
- Imunped dapat diminum 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan agar penyerapannya lebih optimal. Namun, jika menimbulkan mual, suplemen ini boleh dikonsumsi bersama makanan.
- Hindari memberikan Imunped bersamaan dengan susu atau makanan tinggi kalsium, seperti yoghurt atau keju, dalam waktu 1–2 jam setelah konsumsi, karena dapat menghambat penyerapan zinc.
- Jika lupa mengonsumsi Imunped, segera gunakan obat ini begitu teringat. Namun, jika sudah mendekati jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Simpan Imunped di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Imunped dengan Obat Lain
Kandungan vitamin C dan zinc dalam Imunped dapat menyebabkan interaksi jika digunakan bersama obat atau suplemen tertentu. Efek interaksi yang dapat terjadi adalah:
- Penurunan penyerapan antibiotik golongan tetrasiklin dan quinolone bila dikonsumsi bersamaan.
- Penurunan efektivitas obat antivirus, seperti bictegravir, emtricitabine, dan tenofovir alafenamide, bila dikonsumsi bersamaan
- Penurunan penyerapan zinc jika digunakan bersama suplemen zat besi, kalsium, atau tembaga.
- Penurunan efektivitas obat-obatan HIV/AIDS bila dikonsumsi bersamaan.
- Peningkatan jumlah penyerapan hormon dalam tubuh jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat terapi hormon, seperti levotiroksin dan synthroid.
- Penurunan efektivitas obat antikoagulan, seperti warfarin.
Untuk mengurangi risiko terjadinya interaksi obat, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Imunped kepada anak bersama obat, suplemen, atau produk herbal lain. Konsultasi dapat dilakukan secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Imunped
Imunped umumnya aman digunakan sesuai aturan pakai. Namun, beberapa efek samping dapat muncul, seperti:
- Mual
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut
- Diare
- Perut kembung
- Muntah
Efek samping tersebut biasanya bersifat ringan dan akan membaik dengan sendirinya. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau makin mengganggu aktivitas, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Penggunaan zinc dalam dosis tinggi dan jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan tembaga. Sementara itu, konsumsi vitamin C dosis tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal pada sebagian orang yang berisiko.
Meski jarang terjadi, reaksi alergi juga dapat muncul setelah mengonsumsi Imunped. Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul gejala reaksi alergi berat, seperti ruam yang luas, pembengkakan pada wajah atau bibir, atau sesak napas.