Ada ragam cara yang bisa Anda tempuh untuk menjadi pribadi yang optimis. Caranya memang tidak mudah, tapi penting untuk diterapkan, lho. Alasannya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang bersikap optimis cenderung memiliki umur yang lebih panjang.

Optimis merupakan sikap berpikir positif yang ditunjukkan seseorang saat menghadapi berbagai macam aspek kehidupan. Orang yang memiliki sikap optimis memiliki pikiran akan masa depan yang baik dan sudut pandang yang positif dalam melihat suatu perkara.

Ini Cara Menjadi Pribadi yang Optimis - Alodokter

Sikap ini amat berbeda dengan pesimis. Seseorang dengan sikap pesimis cenderung menyalahkan diri sendiri atas sebuah masalah dan memiliki pikiran bahwa masalah ini akan bertahan selamanya dan memengaruhi kehidupannya.

Cara untuk Menjadi Pribadi yang Optimis

Menerapkan sikap optimis pada kehidupan sehari-hari penting untuk dilakukan. Pasalnya, orang yang memiliki sikap optimis cenderung memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik, sehingga kualitas hidupnya pun baik.

Untuk itu, mari terapkan cara bersikap optimis berikut ini saat dihadapkan dengan kegagalan atau masalah dalam hidup:

1. Berpikir positif

Latih keyakinan dalam pikiran bahwa Anda dapat melakukan berbagai macam hal baik yang mampu membawa Anda menuju gerbang kesuksesan. Misalnya, meyakini bahwa Anda mampu belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.

2. Mengambil hal baik dari setiap kejadian

Usai melakukan aktivitas seharian, luangkan waktu setidaknya 10 menit untuk memikirkan hal-hal positif yang berhasil diraih pada hari itu, bahkan dari kejadian yang tidak menyenangkan sekalipun. Syukuri hal sekecil apa pun yang Anda telah capai dengan baik di hari itu.

3. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Saat kegagalan menghampiri, jangan sepenuhnya menyalahkan diri sendiri. Anda harus membiasakan diri untuk membuat pola pikir bahwa kesalahan yang Anda lakukan bisa diperbaiki dan bisa menjadi pembelajaran di kemudian hari.

Misalnya, saat Anda mengalami kegagalan dalam ujian, jangan berpikir bahwa ini terjadi karena Anda bodoh. Berpikirlah bahwa kegagalan tersebut terjadi karena Anda tidak belajar secara maksimal. Jadikan kegagalan tersebut sebagai dorongan untuk berupaya lebih giat agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik di kemudian hari.

4. Menghindari kata-kata atau ungkapan negatif

Kurangi kebiasaan menggunakan kosakata yang negatif dalam melakukan berbagai macam hal. Ubah ungkapan “saya tidak bisa” atau “ini tidak akan berhasil” dengan ungkapan yang lebih positif seperti “saya harus mencoba” atau “ini bisa diusahakan, kok”.

Ungkapan positif mampu membangun pemikiran yang positif pula, sehingga menimbulkan perilaku kerja yang bersemangat dan berorientasi pada harapan kesuksesan pula.

5. Berfokus pada masa sekarang dan masa depan

Jangan terperangkap pada masa lalu, tapi jadikanlah masa lalu sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Cobalah untuk fokus dengan apa yang perlu dikerjakan hari ini dan apa yang perlu direncanakan satu per satu untuk masa depan.

Ingat, Anda tidak bisa mengubah masa lalu. Namun, dari masa lalu Anda bisa mempelajari kesalahan Anda dan menggunakannya sebagai acuan yang tidak boleh dilakukan di hari ini atau masa depan.

6. Bergaul dengan orang-orang berpikiran positif

Jika lingkungan sekitar banyak yang memberikan aura negatif, mungkin kini saatnya Anda mencari suasana baru dalam pergaulan. Carilah teman yang mampu berpikir positif dalam menghadapi sesuatu, sehingga Anda dapat menjadi orang yang memiliki pikiran positif pula.

Selain hal-hal di atas, Anda juga bisa mengalihkan pikiran pesimis Anda dengan melakukan kegiatan yang bisa membuat Anda senang ataupun tenang. Anda bisa mencoba melakukan meditasi, menyibukkan diri dengan berolahraga, ataupun melakukan hobi Anda.

Menerapkan sikap optimis tidak hanya membuat Anda lebih mudah untuk menjalani hidup, tapi juga baik untuk kesehatan. Sebuah studi menyebutkan bahwa orang dengan sikap optimis memiliki kesehatan kardiovaskular dan sistem imunitas tubuh yang lebih baik sehingga cenderung memiliki kesehatan yang lebih prima.

Jadi, mari coba terapkan perilaku di atas untuk bersikap optimis di kehidupan sehari-hari dan jauhkan sikap pesimis secara bertahap. Jika Anda masih merasa berat untuk melakukannya, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog, apalagi jika pemikiran Anda mulai membuat Anda tidak bisa menjalani hari dengan optimal.