Sebagian besar benjolan di leher belakang tidak berbahaya dan dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya. Namun, bukan berarti Anda dapat menganggap sepele benjolan tersebut, karena terkadang munculnya benjolan di leher belakang bisa saja disebabkan oleh penyakit yang berbahaya.

Kulit di leher bagian belakang atau tengkuk sering berkeringat, terkena produk perawatan rambut, hingga bergesekan dengan rambut dan pakaian. Hal-hal ini bisa saja menyebabkan iritasi di kulit leher bagian belakang, sehingga muncul benjolan.

Ini Penyebab dan Penanganan Benjolan di Leher Belakang - Alodokter

Meski begitu, ada banyak kondisi lain yang juga dapat menyebabkan benjolan di leher belakang, mulai dari bisul hingga kanker.

Beberapa Penyebab Benjolan di Leher Belakang

Benjolan di leher belakang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut ini:

1. Pembesaran kelenjar getah bening

Pembesaran kelenjar getah bening umumnya tidak berbahaya. Kelenjar getah bening di belakang leher dapat membesar saat tubuh melawan infeksi virus atau bakteri, misalnya akibat radang tenggorokan, infeksi telinga, infeksi gigi, serta luka atau infeksi kulit kepala.

Jika penyakit infeksi tersebut sembuh, kelenjar getah bening biasanya akan kembali mengecil ke ukuran semula. Meski demikian, terkadang pembesaran kelenjar getah bening bisa juga disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti HIV, gangguan autoimun, atau kanker.

2. Kista sebasea

Kista sebasea adalah jenis kista yang terbentuk di kelenjar minyak kulit yang rusak atau tersumbat. Kelenjar ini berfungsi untuk mengeluarkan sebum, yaitu minyak alami kulit yang dapat mencegah pertumbuhan kuman di kulit, serta menjaga kelembapan kulit dan rambut.

Benjolan di leher belakang yang muncul akibat kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, terkadang benjolan di leher belakang akibat kista sebasea bisa berukuran besar. Jika sudah demikian, biasanya dokter akan menyarankan tindakan operasi untuk menghilangkan benjolan tersebut.

3. Rambut tumbuh ke dalam

Rambut tumbuh ke dalam dapat menyebabkan munculnya benjolan di sekitar leher belakang yang mirip jerawat. Benjolan tersebut biasanya muncul di sepanjang garis rambut. Kondisi ini dapat sembuh sendiri tanpa perawatan apa pun.

Namun, untuk menghindari terjadinya infeksi pada folikel rambut atau folikulitis, disarankan untuk tidak memencet benjolan atau mencabut rambut yang tumbuh ke dalam.

4. Bisul

Bisul sering muncul di daerah berambut yang terkena banyak keringat dan gesekan, misalnya di leher belakang.

Untuk mengeringkan dan mengatasi bisul kecil, Anda bisa menggunakan kompres hangat. Namun, jika benjolan di leher belakang muncul akibat bisul yang besar dan terasa nyeri, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

5. Tumor jinak

Tumor jinak bisa menyebabkan munculnya benjolan di bagian tubuh tertentu, termasuk di leher belakang. Tumor jinak ini biasanya disebabkan oleh lipoma, yaitu benjolan lemak; atau neurofibroma, yaitu tumor jinak pada jaringan saraf.

Benjolan akibat lipoma dan neurofibroma umumnya tidak nyeri serta terasa lunak dan kenyal. Ukurannya juga bisa bervariasi, ada yang kecil, ada juga yang dapat tumbuh besar hingga lebih dari 5 cm.

Selain lipoma, tumor jinak di leher belakang juga terkadang disebabkan oleh tumor jinak jenis lain, yaitu fibroma. Fibroma ini akan terasa keras jika diraba dan lebih sering terjadi pada orang yang memiliki diabetes.

Benjolan di belakang leher akibat tumor jinak biasanya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika benjolan tersebut menimbulkan rasa sakit, mati rasa, atau dirasa mengganggu penampilan, dokter dapat menghilangkannya dengan operasi.

6. Limfoma

Limfoma adalah pertumbuhan kanker yang berasal dari sel limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang bertugas untuk melawan infeksi. Limfoma terbagi menjadi dua jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Penyakit limfoma ini dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti muncul benjolan di bagian tubuh tertentu, demam, banyak berkeringat di malam hari, kelelahan, kulit terasa gatal dan muncul ruam, penurunan berat badan, serta nyeri tulang.

7. Sindrom Cushing

Sindrom Cushing adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan hormon kortisol dalam waktu yang lama. Sindrom Cushing dapat disebabkan oleh beberapa hal, tapi penyebab yang paling umum adalah penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang.

Penyakit ini dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti peningkatan berat badan dan tekanan darah, munculnya benjolan di leher belakang akibat penumpukan jaringan lemak pada wajah dan punggung atas, kulit tampak kemerahan atau keunguan, serta muncul stretch mark di perut, dada, dan paha.

Penanganan Benjolan di Leher Belakang

Benjolan di leher belakang bisa disebabkan oleh banyak hal. Oleh karena itu, kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter.

Untuk menentukan penyebab munculnya benjolan, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, foto Rontgen, USG, CT scan, atau MRI kepala dan leher. Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut disebabkan oleh kanker atau bukan.

Setelah penyebab benjolan di leher belakang diketahui, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai, antara lain dengan:

1. Meresepkan obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat antibiotik apabila benjolan yang muncul di leher belakang disebabkan oleh infeksi bakteri di kulit, misalnya pada bisul atau folikulitis.

Untuk mengatasi benjolan di tengkuk yang disebabkan oleh sindrom Cushing, dokter mungkin akan menghentikan pengobatan kortikosteroid dan memberikan obat-obatan untuk mengurangi hormon kortisol.

2. Operasi

Apabila benjolan di leher belakang berukuran besar atau dirasa mengganggu penampilan, dokter dapat melakukan tindakan operasi untuk menghilangkan benjolan tersebut. Selain itu, operasi juga akan dilakukan untuk mengangkat benjolan yang disebabkan oleh tumor atau kanker.

3. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan apabila munculnya benjolan di leher belakang disebabkan oleh tumor atau kanker. Metode pengobatan ini bertujuan untuk menekan pertumbuhan sel kanker dan mencegahnya menyebar ke organ lain.

Benjolan di belakang leher atau sepanjang garis rambut umumnya tidak berbahaya dan bukan merupakan kondisi serius. Namun, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter apabila benjolan yang muncul di leher belakang membesar dengan cepat, tidak mengecil dalam 24 minggu, disertai demam, atau disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.