Pernah melihat ada tikus melintas di area rumah atau mendapati properti kayu Anda rusak akibat digerogoti tikus? Jika ini benar terjadi, Anda butuh pengusir tikus di rumah. Apa saja bahaya yang dibawa tikus bagi kesehatan manusia dan adakah cara alami untuk mengusir tikus? Simak penjelasannya berikut ini.

Bintang pengerat ini biasanya berkeliaran pada malam hari. Pada saat itu, tikus bisa saja memakan sisa makanan atau minuman milik Anda. Ketika sedang memakannya, tikus dapat meninggalkan air liur, bulu, urine, serta tinja di makanan atau minuman. Jika secara tidak sengaja Anda mengonsumsinya, bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Inilah Alasan Mengapa Anda Butuh Pengusir Tikus Alami - Alodokter

Tikus Membahayakan Kesehatan

Tikus bisa menularkan berbagai penyakit ke tubuh manusia, baik dari gigitan, mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi urine dan kotoran tikus, ataupun digigit oleh kutu yang pernah mengisap darah tikus yang sedang sakit.

Berikut beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan oleh tikus:

  • Alergi dan asma
    Kotoran tikus bisa menjadi alergen yang bisa memicu reaksi alergi dan asma. Khususnya pada anak-anak atau bayi yang sering merangkak atau bermain-main di lantai yang sudah terinfeksi.
  • Salmonellosis (terinfeksi bakteri Salmonella)
    Selain diakibatkan makanan yang tidak diolah dengan baik, salmonellosis juga dapat ditularkan melalui hewan, seperti tikus. Penyakit ini bisa menimbulkan gejala berupa mual, muntah, diare, sakit perut, demam, menggigil, sakit kepala, atau buang air besar berdarah.
  • Leptospirosis
    Dari kebanyakan kasus, kondisi ini dapat menimbulkan gejala ringan seperti sakit kepala, demam, kehilangan nafsu makan, menggigil, dan nyeri otot. Namun, ada pula gejala yang parah dan bisa mengancam jiwa, seperti batuk darah, nyeri dada, penyakit kuning, pembengkakan tangan atau kaki, dan sesak napas. Leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi yang fatal dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hingga sepsis.
  • Virus Hanta
    Jika Anda terinfeksi virus ini, gejala awal yang dapat terjadi yaitu demam, kelelahan, nyeri otot, menggigil, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, atau sakit perut. Setelah beberapa hari, Anda akan mengalami batuk dan  sesak napas. Seorang yang mengalami penyakit ini biasanya disebabkan melalui kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi virus hanta atau Hantavirus.
  • Penyakit pes
    Penyakit pes atau sampar disebabkan gigitan kutu yang telah mengisap darah tikus yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini bisa terjadi dalam 3 bentuk yaitu pes yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening (bubonic plague), pes pada paru-paru (pneumonic plague), dan pes yang menyerang darah (septicemic plague).
  • Tularemia
    Penyakit tularemia sering disebabkan oleh hewan pengerat, seperti kelinci dan tikus. Orang yang terjangkit penyakit ini biasanya akan merasakan gejalanya dalam waktu tiga hingga lima hari setelah terpapar bakteri dari tikus, namun ada juga yang bisa memakan waktu lebih lama. Efek yang bisa terjadi antara lain adalah borok pada kulit, demam, batuk, menggigil, kelelahan, sakit kepala, diare, muntah, atau sakit tenggorokan.

Pilih Cara Mengusir Tikus yang Aman

Salah satu cara membasmi tikus adalah dengan menggunakan pestisida yang mengandung zat kimia beracun. Menyebar zat beracun ke dalam rumah pastinya dapat berdampak buruk bagi kesehatan seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak. Penggunaan bahan kimia dalam mengusir tikus disarankan untuk dihindari.

Agar rumah terbebas dari binatang pengerat, lakukan cara alami pengusir tikus di bawah ini:

  • Buat tikus tidak menyukai rumah Anda
    Yang perlu Anda lakukan adalah menyingkirkan apa yang disukai oleh tikus, yaitu makanan dan minuman. Jadi, singkirkan dua hal tersebut dari meja atau tempat-tempat terbuka yang bisa dijangkau tikus seperti lantai dan tempat cuci piring. Pastikan Anda menutup rapat lemari makanan dan tempat sampah.
  • Tutup gerbang masuknya
    Tikus bisa masuk ke kediaman Anda melalui lubang-lubang kecil seperti pipa pembuangan air pada kamar mandi, celah penyejuk ruangan, atau celah ventilasi udara. Anda bisa menutup lubang untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah.
  • Rutin membersihkan rumah
    Anda juga harus rajin membersihkan seluruh bagian rumah, terutama dapur. Sisa makanan yang tertinggal di kompor ataupun kulkas dapat mengundang tikus datang ke rumah Anda. Selain itu, rapikan juga tumpukan majalah dan koran yang ada di rumah, agar tikus tidak bersembunyi di sana. Saat membersihkan rumah, kenakan alat pelindung, seperti sarung tangan lateks dan masker, dan buang seluruh kotoran serta sisa makanan agar tikus tidak lagi bersarang di rumah. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya.

Jika Anda masih melihat ada tikus berkeliaran di rumah Anda, cari tahu pintu masuk lain yang mungkin dapat dilaluinya. Dengan cara-cara di atas, Anda bisa membebaskan seluruh anggota keluarga dari bahaya penyakit yang bisa ditimbulkan oleh tikus serta zat kimia beracun yang terdapat pada obat pengusir tikus.