Penyebab batu empedu belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa teori mengenai bagaimana kondisi yang bisa menyebabkan nyeri perut hebat ini bisa terjadi. Simak penjelasannya di sini.

Batu empedu merupakan endapan dari cairan empedu. Cairan yang terdiri dari garam empedu, kolesterol, dan bilirubin ini diproduksi di organ hati dan disimpan di kantung empedu sebelum dikeluarkan untuk mencerna lemak di usus halus.

Inilah Berbagai Penyebab Batu Empedu - Alodokter

Ketidakseimbangan komponen maupun gangguan pengeluaran cairan empedu diduga bisa membuat cairan empedu mengendap dan menjadi batu empedu.

Berbagai Penyebab Batu Empedu

Berikut ini adalah sejumlah faktor yang bisa memicu terbentuknya batu empedu:

Terlalu banyak kolesterol dalam empedu

Penyebab batu empedu yang paling sering ditemui adalah kelebihan kolesterol. Pada kondisi ini, cairan empedu tidak mampu melarutkan kelebihan kolesterol yang dikeluarkan dari hati. Akibatnya, kolesterol yang berlebih tersebut menumpuk dan mengendap di dalam kantung empedu.

Secara bertahap, endapan kolesterol dalam empedu bisa terkumpul dan membentuk batu empedu. Endapan kolesterol ini bisa membentuk 1 batu saja atau bisa juga membentuk beberapa batu pada saat yang bersamaan.

Kelebihan kolesterol dalam empedu bisa disebabkan karena beberapa hal, yaitu:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Diabetes
  • Konsumsi makanan atau minuman tinggi kolesterol, tinggi lemak, dan rendah serat, seperti gorengan, fast food, dan susu tinggi lemak
  • Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula
  • Konsumsi obat penurun kolesterol darah golongan fibrat, misalnya gemfibrozil, dalam jangka panjang
  • Konsumsi pil KB

Terlalu banyak bilirubin dalam empedu

Kelebihan bilirubin juga bisa menjadi penyebab batu empedu. Bilirubin itu sendiri adalah produk akhir dari pemecahan sel darah merah (hemolisis) di organ hati.

Beberapa penyakit dapat menyebabkan proses pemecahan sel darah merah meningkat, sehingga jumlah bilirubin dalam empedu meningkat. Penyakit tersebut antara lain:

Ketika konsentrasi bilirubin terlalu tinggi, bilirubin tidak dapat larut dalam cairan empedu. Lama-kelamaan, kelebihan bilirubin akan mengkristal dan mengendap menjadi batu empedu. Batu empedu yang terbentuk dari bilirubin biasanya berwarna cokelat tua atau hitam.

Gangguan pengosongan kantung empedu

Kantung empedu sejatinya perlu dikosongkan secara berkala agar selalu sehat dan bisa menjalankan fungsinya dengan optimal. Pengosongan ini normalnya terjadi setiap ada makanan yang tiba di usus halus.

Namun, apabila terdapat kondisi atau kelainan yang menghambat proses ini, cairan empedu akan tertahan lebih lama dan mengkristal di kantung empedu. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan hal ini di antaranya:

  • Kolesistitis kronis
  • Penurunan berat badan yang drastis karena diet
  • Konsumsi antibiotik tertentu, misalnya ceftriaxone
  • Konsumsi obat penghambat pompa proton dalam jangka panjang
  • Diskinesia bilier atau berkurangnya kemampuan kantung empedu untuk mengeluarkan cairan empedu

Selain berbagai penyebab batu empedu di atas, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena batu empedu, yaitu usia di atas 40 tahun, jenis kelamin wanita, dan riwayat penyakit batu empedu di keluarga.

Selain itu, menderita penyakit hati, penyakit Crohn, sindrom iritasi usus besar, anemia sel sabit atau leukimia, serta mengonsumsi obat penurun kolesterol juga bisa menjadi penyebab batu empedu.

Meski jarang menyebabkan gejala dan komplikasi, batu empedu bisa menyebabkan kondisi yang serius. Oleh karena itu, alangkah baiknya penyakit ini dicegah daripada diobati. Nah, dengan mengetahui penyebab batu empedu, Anda jadi lebih memiliki bayangan mengenai pencegahan penyakit ini.

Mengubah gaya hidup merupakan salah satu cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menghindari batu empedu, misalnya dengan menurunkan berat badan atau menjaga berat badan ideal dan memperbaiki pola makan sehari-hari.

Bila Anda memiliki faktor risiko atau kondisi yang dapat menyebabkan batu empedu, berkonsultasilah ke dokter. Anda bisa menanyakan dokter mengenai kiat-kiat atau pola makan seperti apa yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya batu empedu.