Apakah ibu hamil (bumil) boleh diberikan vaksinasi? Atau, justru tidak disarankan? Sebenarnya, sebagian vaksin masih boleh diberikan saat hamil, meski memang ada beberapa jenis vaksin yang dilarang. Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini!

Mengapa sih perlu dilakukan vaksinasi saat hamil? Hal ini diperlukan karena vaksin dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh ibu, yang kemudian akan diteruskan kepada bayi dalam kandungan, sehingga keduanya terlindung dari penyakit. Tergantung jenis vaksin, ada vaksin yang yang perlu diberikan saat hamil, tapi ada juga yang hanya bisa diberikan setelah bayi lahir.
Jangan Salah, Kenali Vaksin yang Diperbolehkan dan Dilarang Saat Hamil - Alodokter

Vaksin yang Diperbolehkan Saat Hamil

Bumil perlu mengetahui jenis vaksin yang umumnya diberikan selama kehamilan untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi, di antaranya:

  • Vaksin influenza

Vaksin influenza yang berisi virus yang telah dinonaktifkan, dapat diberikan pada ibu hamil, terutama di musim pancaroba. Vaksin ini diperlukan karena ibu hamil lebih berisiko mengalami komplikasi akibat flu yang dapat menyebabkan persalinan prematur. Selain itu, bayi yang dilahirkan dari ibu yang mendapat vaksin flu saat hamil, memiliki risiko lebih rendah untuk terkena flu.

  • Vaksin hepatitis B

Vaksin hepatitis B diperlukan terutama pada ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami hepatitis B, misalnya memiliki riwayat berganti pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir, memiliki pasangan yang menderita hepatitis B, pernah menggunakan narkoba suntik, atau pernah mengalami infeksi menular seksual. Jika setelah dilakukan tes, terbukti tidak terinfeksi hepatitis B, maka Bumil dapat menjalani vaksinasi hepatitis B. Vaksin ini dapat melindungi bayi dari infeksi, baik sebelum maupun sesudah lahir.

  • Vaksin DPT

Vaksinasi DPT ini direkomendasikan pada usia kehamilan usia 27-36 minggu, untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Jika tidak dilakukan selama kehamilan, vaksinasi DPT dapat diberikan segera setelah bayi lahir.

Namun hati-hati, jika Bumil punya riwayat alergi terhadap bahan yang terkandung dalam vaksin, perlu berkonsultasi dulu ke dokter, ya. Misalnya, alergi terhadap telur yang menjadi sarana pembuatan vaksin influenza.

Perhatikan Vaksin yang Dilarang pada Bumil

Ibu hamil juga perlu mengetahui vaksin apa saja yang tidak diperbolehkan selama masa kehamilan, karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko keguguran, kelainan bawaan, dan bayi lahir prematur. Cek informasinya yuk, Bumil!

  • Vaksin hepatitis A

Vaksin hepatitis A sebaiknya tidak diberikan saat hamil karena keamanannya belum teruji. Bumil yang berisiko terpapar virus hepatitis A, sebaiknya berkonsultasi ke dokter ya.

  • Vaksin Measles, mumps, rubella (MMR)

Setelah menerima vaksin ini, seseorang perlu menunggu setidaknya satu bulan sebelum memutuskan untuk hamil. Jika saat hamil ternyata Bumil diketahui tidak kebal terhadap rubella, maka vaksin MMR dapat diberikan setelah hamil.

  • Vaksin Varicella (campak)

Vaksin campak tidak dapat diberikan selama kehamilan. Vaksin ini bisa diberikan setidaknya sebulan sebelum hamil.

  • Vaksin Pneumokokus

Tingkat keamanan vaksin pneumokokus (PCV) terhadap kehamilan belum diketahui secara pasti. Jadi vaksin ini sebaiknya dihindari ya, Bumil. Bila berisiko tinggi terhadap infeksi pneumokokus, atau menderita penyakit kronis, dianjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter.

  • Vaksin Polio

Vaksin polio tersedia dalam bentuk oral (oral polio vaccine/OPV) yang terbuat dari virus polio yang telah dilemahkan, atau dalam bentuk suntikan yang terbuat dari virus yang telah dinonaktifkan (inactivated polio vaccine/IPV). Meskipun tersedia vaksin yang tidak aktif, tetapi keduanya tidak dianjurkan untuk ibu hamil, kecuali jika berisiko tinggi terhadap infeksi polio. Pada kondisi ini, pemberian IPV dapat dipertimbangkan.

  • Vaksin HPV

Vaksin yang berperan untuk mencegah virus HPV penyebab kanker serviks ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Bila vaksin HPV telah sempat diberikan sebelum hamil, maka pemberian sisa dosis vaksin dapat ditunda.

  • Vaksin BCG

Vaksin ini merupakan vaksin aktif, yang berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap tuberkulosis. Karena keamanannya dalam kehamilan masih perlu diteliti lebih lanjut, sebaiknya tidak diberikan saat hamil.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa umumnya vaksinasi yang diberikan pada ibu hamil tidak mengandung kuman yang masih aktif. Meski begitu, dalam beberapa kasus khusus, vaksin hidup dapat dipertimbangkan untuk diberikan dalam masa kehamilan, yakni jika risiko infeksi lebih besar daripada risiko vaksin.

Kalau masih bingung tentang vaksinasi yang diperbolehkan atau dilarang, Bumil dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, vaksinasi yang diperoleh Bumil dapat memberikan perlindungan secara optimal dan Bumil terhindar dari risiko akibat vaksinasi yang tidak tepat.