Lupa sering kali dikaitkan dengan pertambahan usia. Padahal, ada faktor lain yang juga dapat menyebabkan Anda mudah lupa, seperti gaya hidup dan penyakit tertentu. Meski wajar terjadi, langkah pencegahan tetap perlu dilakukan agar kemampuan daya ingat tetap terjaga.

Pada dasarnya, kemampuan mengingat atau daya ingat manusia berasal dari otak, tepatnya di bagian hippocampus. Namun, fungsi bagian otak ini dapat menurun seiring proses penuaan sehingga berdampak pada daya ingat.

Tak Selalu Faktor Usia, Ini 5 Penyebab Lupa yang Perlu Diketahui - Alodokter

Gangguan di hippocampus akibat kondisi atau penyakit tertentu juga bisa membuat orang yang mengalaminya kesulitan untuk mengingat atau mudah melupakan suatu momen yang pernah dilewati sebelumnya.

Memahami Ingatan Jangka Pendek dan Ingatan Jangka Panjang

Ingatan yang tersimpan di dalam otak terdiri atas ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Ingatan jangka pendek adalah sebuah informasi yang tersimpan di dalam otak dalam waktu singkat dan akan hilang bila Anda tidak sering mengingat atau melakukannya, misal mengingat nama atau nomor telepon orang yang baru dikenal.

Namun, ingatan jangka pendek dapat berubah menjadi ingatan jangka panjang bila Anda sering melakukannya, seperti cara mengendarai kendaraan atau memasak suatu makanan.

Itulah alasan mengapa penting untuk melatih kemampuan mengingat secara rutin agar informasi yang tersimpan di otak dapat bertahan dalam waktu lama dan Anda tidak mudah melupakannya.

Kenali Beragam Penyebab Lupa

Pola hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, dapat mengganggu suplai oksigen dan fungsi otak sehingga dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mengingat sesuatu.

Selain kebiasaan tersebut, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang lebih sering lupa, yaitu:

1. Kurang tidur

Kualitas dan waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan penurunan kemampuan otak dalam memproses informasi dan mengingat. Tidur sebenarnya waktu yang tepat bagi saraf di otak untuk beristirahat.

Ketika Anda tetap beraktivitas meski kurang tidur, otak yang masih lelah akan bekerja lebih berat dalam menjalankan fungsinya. Oleh karena itu, Anda akan sulit konsentrasi dan mudah untuk melupakan hal yang baru saja terlintas di pikiran Anda.

2. Kekurangan nutrisi

Lupa juga bisa terjadi bila Anda kekurangan asupan nutrisi tertentu, seperti vitamin B1 dan vitamin B12. Hal ini karena kedua vitamin tersebut baik untuk menjaga kesehatan sel saraf di otak dan bagian lain dalam tubuh.

Sementara itu, vitamin B12 juga berperan dalam pembentukan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak.

3. Stres dan depresi

Saat Anda dalam kondisi stres dan depresi, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang memengaruhi bagian hippocampus di otak. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya kehilangan fokus dan sulit konsentrasi hingga akhirnya memengaruhi daya ingat, memori, dan kemampuan otak dalam mencerna informasi baru.

4. Konsumsi obat-obatan

Sejumlah studi mengungkapkan bahwa konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, antihistamin, antiansietas, antikolinergik, atau pelemas otot, dapat memengaruhi daya ingat. Hal ini karena jenis obat tersebut dapat memicu rasa kantuk, sehingga Anda akan sulit konsentrasi dan mudah lupa.

Selain itu, beberapa obat-obatan di atas juga berisiko menyebabkan gangguan daya ingat. Oleh karena itu, penggunaan obat tersebut perlu di bawah pengawasan dokter.

5. Kondisi atau penyakit tertentu

Kondisi tertentu, seperti cedera kepala akibat kecelakaan, juga bisa mengakibatkan seseorang kehilangan ingatan, baik ingatan jangka pendek atau ingatan jangka panjang.

Selain itu, penderita penyakit tertentu, misalnya penyakit Alzheimer, demensia, stroke, sindrom kelelahan kronis, dan COVID-19, juga dapat memicu gangguan pada fungsi otak di bagian hippocampus dan berdampak terhadap daya ingat penderitanya.

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan daya ingat dan terhindar dari lupa, yaitu:

Membatasi konsumsi gula

Kadar gula darah berlebih dianggap dapat memicu peradangan di otak. Oleh karena itu, Anda perlu mulai mengurangi konsumsi gula agar fungsi otak tetap terjaga dan menjaga konsentrasi serta daya ingat. Dengan begitu, Anda tidak mudah lupa.

Mengonsumsi suplemen minyak ikan

Suplemen minyak ikan kaya akan asam lemak omega 3 yang baik untuk meningkatkan fungsi kognitif otak, yaitu kemampuan otak untuk mengolah dan menyimpan informasi. Kemampuan kognitif yang baik dapat mendukung daya ingat, sehingga Anda tidak mudah lupa.

Mengurangi konsumsi alkohol

Konsumsi terlalu banyak alkohol juga bisa memberikan dampak negatif pada otak, seperti kerusakan otak dan penurunan kemampuan mengingat. Oleh karena itu, batasi konsumsi alkohol agar daya ingat dapat terjaga dengan baik.

Mengonsumsi makanan dengan antioksidan

Makanan yang kaya akan kandungan antioksidan, misalnya buah stroberi, ikan salmon, brokoli, jamur, minyak zaitun, tomat, dan alpukat, sangat baik dalam menjaga daya ingat Anda. Hal ini karena antioksidan mampu menjaga kerusakan sel saraf di otak.

Melatih konsentrasi dan kerja otak

Melatih kemampuan otak dengan bermain games juga termasuk langkah efektif untuk meningkatkan daya ingat dan menurunkan risiko Anda terkena demensia. Jenis permainan yang baik untuk kemampuan otak meliputi teka-teki silang, permainan mengingat kata, dan tetris.

Selain beberapa cara di atas, Anda juga perlu berolahraga secara rutin, berhenti merokok, memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih sebanyak 8 gelas setiap hari, dan mencukupi waktu tidur setidaknya 7–9 jam setiap hari agar fungsi otak tetap terjaga dan Anda pun tidak mudah lupa.

Cepat lupa dapat dikatakan sebagai hal yang wajar bila terjadi sesekali, apalagi jika sedang banyak hal yang perlu dilakukan dalam satu waktu. Namun, tidak jarang lupa dapat berdampakpada produktivitas Anda. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan berbagai cara di atas guna mendukung daya ingat.

Namun, bila lupa yang dialami sudah terlalu sering terjadi hingga mengganggu rutinitas sehari-hari, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan langkat tepat untuk mengatasinya.