Lupa adalah kondisi yang wajar dan dirasakan hampir semua orang. Tidak jarang  lupa dikaitkan orang dengan usia yang makin tua. Padahal, ada juga kondisi tertentu yang bisa menjadi penyebab lupa.

Hal yang sering menyebabkan lupa adalah gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya sering mengonsumsi minuman keras dan merokok. Sebuah penelitian menunjukkan, rokok berisiko mengurangi kadar oksigen di dalam otak.

Jangan Selalu Mengaitkan Lupa dengan Usia - Alodokter

Memahami Ingatan Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Secara garis besar, ingatan manusia dapat dibagi menjadi ingatan jangka pendek dan jangka panjang.

Ingatan jangka panjang adalah informasi yang tersimpan dalam waktu yang lama. Misalnya, hal-hal yang terjadi beberapa hari hingga belasan tahun lalu. Memori ini sering tidak disadari, tapi dapat dimunculkan kembali jika dibutuhkan atau jika ada pemicu yang berhubungan dengan ingatan tersebut.

Ingatan jangka panjang sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu memori eksplisit dan implisit. Memori implisit bersifat tidak disadari, seperti cara mengoperasikan komputer atau mengemudikan kendaraan, sedangkan memori eksplisit adalah ingatan yang disadari, seperti pengetahuan akan suatu informasi atau peristiwa tertentu.

Sementara itu, ingatan jangka pendek adalah ingatan yang mudah hilang jika tidak diakses kembali atau tidak dibutuhkan dengan cara digantikan oleh informasi baru. Akan tetapi jika sering diakses, ingatan jangka pendek ini kemudian dapat berubah menjadi ingatan jangka panjang.

Ingatan yang bersifat penting memang dapat lebih mudah diingat kembali dibandingkan ingatan lain. Namun, memori ini juga akan lebih mudah muncul kembali jika makin sering diingat. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa anak yang sering belajar akan lebih mudah mengingat materi yang dia pelajari, sehingga cenderung lebih berhasil dalam ujian sekolah.

Faktor-faktor Penyebab Lupa

Penyebab lupa dapat disebabkan berbagai faktor. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

  • Konsumsi obat-obatan
    Beberapa jenis obat, seperti obat antidepresan, obat tidur, dan obat pereda nyeri, berisiko menurunkan kemampuan mengingat.
  • Stres dan depresi
    Hal ini dapat membuat Anda sulit fokus dan konsentrasi, sehingga kemampuan mengingat juga akan menurun.
  • Kurang tidur
    Kurangnya kualitas dan waktu tidur dapat menyebabkan penurunan kemampuan otak dalam memproses informasi.
  • Kekurangan nutrisi
    Beberapa jenis nutrisi dapat mendukung kerja otak, seperti vitamin B1 dan B12. Kekurangan vitamin tersebut dapat memengaruhi daya ingat.
  • Cedera kepala
    Cedera kepala yang terjadi karena benturan atau kecelakaan, memiliki risiko memengaruhi kemampuan mengingat.
  • Kondisi atau penyakit tertentu
    Stroke dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak, sekaligus memengaruhi daya ingat. Beberapa penyakit akibat infeksi dapat menyebabkan penurunan daya ingat, seperti HIV, tuberculosis, dan sifilis. Selain itu, demensia termasuk salah satu kondisi penyebab lupa paling parah. Pada demensia, terjadi kehilangan memori secara progresif, sehingga penderitanya tidak mampu berinteraksi dan beraktivitas secara normal.

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya ingat, yaitu:

  • Melatih konsentrasi dan kerja otak
    Pusatkan konsentrasi pada apa yang sedang dikerjakan. Kemampuan otak juga dapat dilatih agar tidak mudah lupa dengan permainan atau tantangan tertentu.
  • Membatasi konsumsi gula
    Jika dikonsumsi berlebihan, makanan dengan kadar gula tinggi diyakini merupakan pemicu memburuknya daya ingat.
  • Mengonsumsi suplemen minyak ikan
    Suplemen ini mengandung asam lemak omega 3 yang tinggi, sehingga bermanfaat meningkatkan daya ingat jangka pendek, terutama pada orang lanjut usia (lansia).
  • Mengonsumsi makanan yang bersifat antiradang
    Makanan yang kaya kandungan zat antiradang (antiinflamasi), seperti buah stroberi, ikan salmon, brokoli, jamur, minyak zaitun, tomat, dan alpukat, sangat baik dalam menjaga daya ingat Anda.

Selain itu, Anda juga perlu melatih otak agar tetap aktif sehingga tidak mudah lupa,  antara lain dengan banyak berolahraga, bersosialisasi, serta melakukan permainan yang menstimulasi otak, seperti puzzle dan permainan kata

Lupa merupakan kondisi yang dapat dialami semua orang. Tapi jika lupa yang Anda alami sudah mengganggu aktivitas Anda, segera konsultasikan ke dokter untuk menemukan penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat.