Antiansietas adalah golongan obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, seperti serangan panik atau gangguan kecemasan. Obat-obatan antiansietas bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat yang memberikan efek menenangkan atau mengantuk, sehingga membantu juga dalam mengatasi gangguan tidur dan penenang sebelum tindakan medis, seperti tindakan operasi atau bedah.

Selain untuk meredakan kecemasan, obat-obat antiansietas juga digunakan untuk:

  • Menangani epilepsi.
  • Menangani gangguan bipolar.
  • Mengatasi insomnia.
  • Meredakan kekakuan atau ketegangan otot (muscle spasm).
  • Mengobati trigeminal neuralgia, yaitu penyakit nyeri menahun (kronis) yang menyerang saraf pada wajah.

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan antiansietas:

  • Antikonvulsan, contohnya carbamazepine.
  • Barbiturat, contohnya phenobarbital.
  • Benzodiazepin, contohnya diazepam, lorazepam, chlordiazepoxide, dan clonazepam.
  • Benzodiazepin antagonis, contohnya flumazenil.

Peringatan:

  • Ibu hamil, ibu menyusui, dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
  • Diskusikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai manfaat dan risikonya sebelum mengonsumsi obat antiansietas, terutama jika obat diberikan kepada anak-anak (di bawah 18 tahun) atau lansia (di atas 65 tahun).
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan obat ini jika menderita gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan pernapasan menahun (kronis), myasthenia gravis, gangguan koordinasi gerakan, sleep apnea, glaukoma, atau jika mengalami gejala depresi, pernah memiliki keinginan untuk bunuh diri, serta memiliki riwayat penyalahgunaan NAPZA dan kecanduan alkohol.
  • Diskusikan dengan dokter bila akan menggunakan obat antiansietas dalam jangka panjang, untuk menghindari ketergantungan obat.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obat lainnya, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Efek Samping Antiansietas

Efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan obat-obatan antiansietas, di antaranya adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Bingung
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Diare
  • Konstipasi
  • Mulut kering
  • Berat badan meningkat
  • Jantung berdebar
  • Hipotensi ortostatik
  • Disfungsi seksual.

Jenis-jenis, Merek Dagang, serta Dosis Antiansietas

Di bawah ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan antiansietas. Untuk mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai efek samping, peringatan, atau interaksi dari masing-masing obat antiansietas, silahkan lihat pada Obat A-Z.

Alprazolam

Merek dagang Alprazolam: Alganax Alprazolam 0,5, Alviz 0,5, Apazol, Atarax, Calmlet, Opizolam, Xanax

Kondisi: Penanganan jangka pendek untuk gangguan kecemasan

  • Tablet
    Dewasa: 0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan tiap 3-4 hari sekali hingga mencapai 3-4 mg per hari, jika diperlukan. Durasi pengobatan disarankan tidak melebihi 8-12 minggu.
    Lansia: Dosis awal adalah 0,25 mg, sebanyak 2-3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan jika diperlukan.

Kondisi: Gangguan panik

  • Tablet
    Dewasa: Dosis awal adalah 0,5 mg, 3 kali sehari. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan tidak melebihi 1 mg tiap 3-4 hari, hingga mencapai dosis maksimal 10 mg per hari.
    Lansia: Dosis awal adalah 0,25 mg, 2-3 kali sehari, bisa ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan.

Clobazam

Merek dagang Clobazam: Anxibloc, Asabium, Clobazam, Clofritis, Frisium, Proclozam

Kondisi: Gangguan kecemasan berat

  • Tablet
    Dewasa: Dosis awal adalah 20-30 mg per hari, sekali sehari atau dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Waktu konsumsi obat adalah pada malam hari, selama 2-4 minggu.
    Lansia: Dosis yang diberikan lebih rendah daripada orang dewasa dan ditingkatkan secara perlahan hingga mencapai 10-20 mg per hari.

Diazepam

Merek dagang Diazepam: Decazepam, Diazepam, Prozepam, Stesolid, Trazep, Valdimex, Valisanbe, Valium, Vodin 5.

Kondisi: Gangguan kecemasan berat

  • Tablet
    Dewasa: 2 mg, tiga kali sehari. Dosis maksimal adalah 30 mg per hari.
    Anak-anak: 1-2,5 mg, 3-4 kali per hari.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.
  • Cairan suntik
    Dewasa: Dosis maksimal 10 mg tiap kali suntikan, dapat diulang kembali setelah empat jam, bila diperlukan.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.
  • Sediaan untuk masuk dari dubur (suppositoria)
    Dewasa: 500 mcg/kgBB, diulang setelah 12 jam jika diperlukan.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.

Kondisi: Penenang sebelum tindakan medis

  • Tablet
    Dewasa: 5-20 mg.
    Anak-anak: 2-10 mg.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.
  • Cairan suntik
    Anak-anak dan dewasa: 100-200 mcg/kgBB.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.

Kondisi: Insomnia

  • Tablet
    Dewasa: 5-15 mg yang dikonsumsi sebelum tidur.
    Anak-anak: 1-2,5 mg, 3-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap jika diperlukan.

Lorazepam

Merek dagang Lorazepam: Ativan, Lorazepam, Merlopam, Renaquil

Kondisi: Gangguan kecemasan

  • Tablet
    Dewasa: 1-4 mg per hari, yang dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi, selama 2-4 minggu.
    Lansia: Lebih rendah dari dosis orang dewasa.

Kondisi: Insomnia

  • Tablet
    Dewasa: 1-2 mg, dikonsumsi sebelum tidur malam.
    Lansia: Tidak melebihi setengah dosis orang dewasa.

Kondisi: Penenang sebelum tindakan medis

  • Tablet
    Dewasa: 2-3 mg, yang diberikan pada malam sebelum operasi dilakukan. Lalu, dilanjutkan dengan dosis 2-4 mg, yang diberikan 1-2 jam sebelum operasi.

Chlordiazepoxide

Merek dagang Chlordiazepoxide: Analsik, Braxidin, Cliad, Clidiaz, Clixid, Librax, Melidox

Kondisi: Gangguan kecemasan

  • Tablet
    Dewasa: 30 mg per hari, yang dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dosis bisa ditingkatkan sampai 100 mg per hari pada kondisi yang lebih parah.

Kondisi: Insomnia

  • Tablet
    Dewasa: 10-30 mg, dikonsumsi sebelum tidur malam.

Midazolam

Merek dagang Midazolam: Anasfar 5, Anesfar, Dormicum, Fortanest, Hipnoz, Midazola, Miloz, Sedacum.

Kondisi: Penenang sebelum tindakan medis

  • Cairan suntik
    Dewasa: 70-100 mcg/kgBB, diberikan pada 20-60 menit sebelum operasi.
    Anak usia 1-15 tahun: 80-200 mcg/kgBB, diberikan pada 15-30 sebelum operasi.
    Lansia: 2-3 mg, diberikan pada 20-60 menit sebelum operasi

Phenobarbital

Merek dagang Phenobarbital: Phenobarbital, Phental, Sibital.

Kondisi: Penenang sebelum tindakan medis

  • Tablet
    Dewasa: 30-120 mg per hari, dibagi menjadi 2-3 kali dosis.
    Anak-anak: 6 mg/kgBB per hari, yang dibagi menjadi tiga dosis.
  • Cairan suntik melalui otot
    Dewasa: 100-200 mg, diberikan 60-90 menit sebelum operasi.
    Anak-anak: 16-100 mg, diberikan 60-90 menit sebelum operasi.

Kondisi: Insomnia

  • Cairan suntik, melalui pembuluh darah
    Dewasa: 100-320 mg. Durasi pengobatan disarankan tidak melebihi dua minggu.