Antiansietas adalah kelompok obat untuk menangani gangguan kecemasan, serangan panik, atau rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Obat golongan antiansietas atau obat pereda cemas digunakan untuk pengobatan jangka pendek dan hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.

Antiansietas bekerja dengan cara memengaruhi sistem saraf pusat dan menyeimbangkan zat kimia di otak, sehingga aktivitas otak lebih tenang.

Selain berguna untuk meredakan gangguan kecemasan, antiansietas juga berfungsi untuk:

  • Menangani kejang akibat epilepsi
  • Menangani gangguan bipolar
  • Menangani rasa sakit akibat gangguan saraf trigeminal (trigeminal neuralgia)
  • Mengobati sulit tidur (insomnia)
  • Mengatasi gejala putus alkohol akut
  • Menjadi obat tambahan sebelum prosedur anestesi
  • Menjadi obat penenang
  • Meredaan gejala depresi

Jenis Antiansietas

Di bawah ini adalah beberapa jenis obat yang termasuk dalam golongan antiansietas:

  • Antikonvulsan atau antikejang, selain memiliki efek menghambat aktivitas kellistrikan di otak yang tidak normal, beberapa jenis pada golongan ini juga berguna untuk membantu menstabilkan suasana hati.
  • Barbiturat, berguna untuk mengatasi insomnia berat, merilekskan otot, serta menurunkan detak jantung, kecepatan pernapasan dan tekanan darah.
  • Benzodiazepine, berguna untuk menangani gangguan kecemasan parah, mengatasi insomnia berat yang menganggu kehidupan sehari-hari, serta merilekskan otot.
  • Antidepresan, mengurangi kecemasan dengan meningkatkan kadar zat kimia (neurotransmiter) di dalam otak, sehingga suasana perasaan dapat lebih terkendali.

Peringatan Sebelum Menggunakan Antiansietas

Antiansietas hanya boleh digunakan sesuai resep dokter. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan antiansietas, antara lain:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Obat antiansietas tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi pada setiap jenis obat golongan ini, termasuk antikonvulsan, barbiturat, antidepresan, dan benzodiazepine.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, penyakit ginjal, penyakit jantung, glaukoma, myasthenia gravis, gangguan kordinasi tubuh, porfiria, kecanduan alkohol, penyalahgunaaan NAPZA, asma, PPOK, sleep apnea, serta gangguan mental, seperti depresi, psikosis, atau keinginan untuk bunuh diri.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan antiansietas sebelum menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan hal yang membutuhkan kewaspadaan, selama menjalani pengobatan dengan antiasietas, karena obat ini dapat menyebabkan pusing atau kantuk.
  • Jangan menambah, mengurangi, atau menghentikan pengobatan dengan antiansietas secara sembarangan, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek ketergantungan atau efek putus obat.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan antiasietas, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping,
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan antiansietas.

Efek Samping dan Bahaya Antiansietas

Efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan obat-obatan antiansietas antara lain:

Segera temui dokter jika efek samping yang telah disebutkan di atas tidak kunjung mereda atau justru semakin memberat. Anda juga harus segera ke dokter jika muncul gejala reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan gejala berupa munculnya ruam yang gatal, bengkak pada kelopak mata dan bibir, atau sesak napas.

Jenis, Merek Dagang, serta Dosis Antiansietas

Dosis antiansietas yang diberikan tergantung pada jenis dan bentuk obat, serta usia dan kondisi pasien. Berikut adalah penjelasannya:

Antikonvulsan

  1. Carbamazepine
    Merek dagang: Bamgetol 200, Carbamazepine, Tegretol, Tegretol CR.
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat carbamazepine.
  2. Lamotrigine
    Merek dagang: Lamictal, Lamiros 50, Lamiros 100
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat lamotrigine.
  3. Asam Valproat
    Merek dagang: Lepsio, Procifer, Sodium Valproate, Valeptik, Valepsi, Valkene, Valpi, Valproic Acid
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat asam valproat.

Barbiturat

  1. Phenobarbital
    Merek dagang: Phenobarbital, Phenobarbital Sodium, Sibital.
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat phenobarbital.

Benzodiazepine

  1. Alprazolam
    Merek dagang: Alganax, Apazol, Alprazolam, Atarax, Calmlet, Frixitas, Frixitas XR, Nuzolam, Opizolam, Xanax, Xanax SL, Zypraz
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat alprazolam.
  2. Clobazam
    Merek dagang: Asabium, Anxibloc, Clobazam, Clofritis, Frisium, Proclozam
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clobazam.
  3. Diazepam
    Merek dagang: Analsik, Diazepam, Metaneuron, Neurindo, Neurodial, Neuroval, Nozepav, Potensik, Stesolid, Trazep, Valdimex, Valisanbe, Valium
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat diazepam.
  4. Lorazepam
    Merek dagang: Ativan, Lorazepam, Loxipaz, Merlopam, Renaquil
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat lorazepam.
  5. Chlordiazepoxide
    Merek dagang: Cliad, Clixid, Librax, Melidox, Sanmag
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat chlordiazepoxide.
  6. Clonazepam
    Merek dagang: Clonazepam
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clonazepam.
  7. Midazolam
    Merek dagang: Anesfar, Fortanest, Hipnoz, Midanest, Midazolam-Hameln, Midazolam Hydrochloride, Miloz, Sedacum
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat midazolam.
  8. Estazolam
    Merek dagang: Alena, Esilgan, Elgran
    Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat estazolam.

Antidepresan

Selain, obat yang telah disebutkan di atas, antidepresan juga bisa digunakan untuk meredakan cemas. Jenis antidepresan yang bisa digunakan antara lain SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor), SNRIs (serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors), dan antidepresan trisiklik.

Buspiron

Buspiron merupakan obat untuk meredakan cemas. Obat ini bekerja dengan cara memengaruhi kadar serotonin yang ada di otak.

Merek dagang: Xiety

Dosis untuk mengatasi gangguan kecemasan pada orang dewasa adalah 5 mg 2­–3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan secara perlahan sebanyak 5 mg dengan interval 2–­3 hari sekali. Dosis maksimal 60 mg per hari.