Kadar PSA yang tinggi biasanya langsung dikaitkan dengan adanya kanker prostat. Padahal, pria yang memiliki kadar PSA tinggi bisa saja mengalami kondisi lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keganasan pada kelenjar prostat.

PSA (prostate specific antigen) atau antigen spesifik prostat adalah protein yang diproduksi oleh sel-sel di kelenjar prostat. Kelenjar prostat sendiri terletak tepat di bawah kandung kemih pria dan berfungsi melindungi serta memperkaya sperma. Tingginya kadar PSA dalam darah, menandakan ada sesuatu yang terjadi pada kelenjar prostat.

Kadar PSA Tinggi Tidak Selalu Berarti Kanker Prostat - Alodokter

Kadar PSA yang Normal

Kadar PSA yang normal berbeda-beda, tergantung pada usia dan ras. Berikut kadar PSA normal pada orang Asia:

  • Usia 40-49: kadar PSA normal 2,0 ng/mL
  • Usia 50-59: kadar PSA normal 3,0 ng/mL
  • Usia 60-69: kadar PSA normal 4,0 ng/mL
  • Usia 70-75: kadar PSA normal 5,0 ng/mL

Penyebab Lain yang Membuat Kadar PSA Tinggi

Untuk mendiagnosis kanker prostat, dibutuhkan pemeriksaan lain di samping tes kadar PSA, yang meliputi pemeriksaan fisik, pencitraan, serta biopsi prostat. Jadi, jangan langsung mengira tingginya kadar PSA adalah tanda kanker prostat. Ada berbagai kondisi lain yang menyebabkan kadar PSA dalam darah menjadi tinggi, yaitu:

  • Usia
    Kadar PSA dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan jaringan prostat seiring semakin menuanya usia seseorang. Meski demikian, Anda tetap disarankan untuk mempertahankan kadar PSA di tingkat yang rendah.
  • Ejakulasi
    Kadar PSA dalam darah dapat meningkat setelah Anda ejakulasi. Biasanya kadar PSA akan kembali normal dalam kurun waktu 24 jam setelah ejakulasi. Namun tak jarang, kadar PSA baru kembali normal setelah 2-3 hari.
  • Peradangan kelenjar prostat
    Kelenjar prostat dapat mengalami peradangan yang dikenal dengan istilah prostatitis. Peradangan inilah yang dapat menyebabkan kadar PSA menjadi tinggi. Prostatitis umumnya menyerang pria yang berusia di bawah 50 tahun. Prostatitis yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan antibiotik, sedangkan prostatitis yang tidak disebabkan oleh bakteri bersifat lebih tahan lama dan penanganannya akan lebih sulit.
  • Prosedur medis
    Semua prosedur medis yang dilakukan di sekitar kelenjar prostat biasanya akan membuat kadar PSA meningkat. Hal ini terjadi karena kelenjar prostat mengalami cedera atau luka. Contoh prosedur medis yang dapat memengaruhi prostat adalah pemasangan kateter di dalam kandung kemih atau operasi prostat dan daerah di sekitarnya.
  • Pembesaran kelenjar prostat
    BPH atau benign prostatic hyperplasia adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran, tetapi bukan karena kanker prostat. Apabila tidak menyebabkan masalah, BPH tidak perlu disembuhkan. Namun ada kalanya BPH menyebabkan sulit buang air kecil atau justru sering buang air kecil. Jika terjadi kondisi ini, maka BPH perlu ditangani.
  • Infeksi saluran kemih
    Infeksi saluran kemih (ISK) juga bisa menyebabkan peningkatan kadar PSA. Ini terjadi akibat ISK mengiritasi kelenjar prostat sehingga produksi sel prostat menjadi lebih banyak.

Cara Menurunkan Kadar PSA

Agar lebih tenang dan terhindar dari berbagai kelainan yang terkait dengan kelenjar prostat, Anda dapat menurunkan kadar PSA dalam darah dengan cara-cara berikut ini:

  • Hindari makanan dan minuman yang memiliki kadar lemak tinggi.
  • Konsumsi lebih banyak tomat yang banyak mengandung likopen, yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang tinggi kadungan polifenol, flavonoid dan antosianin, misalnya sayuran hijau dan buah delima. Kandungan gizi di dalam buah delima dipercaya dapat menghambat sel kanker serta memperlambat naiknya kadar PSA.
  • Memperbanyak asupan vitamin D.
  • Rajin berolahraga juga bisa menjadi salah satu cara menurunkan kadar PSA tinggi dalam darah.
  • Berhenti merokok dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat, dan membantu mencegah pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Selain itu, menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) rutin ke dokter juga merupakan langkah penting untuk memelihara kesehatan kelenjar prostat.