Kebanyakan makan telur memang sering jadi kekhawatiran bagi banyak orang, terutama soal kolesterol dan risiko penyakit jantung. Meski kaya akan nutrisi, telur yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping lho. Jadi, berapa banyak telur yang boleh dimakan setiap harinya? 

Telur memang dikenal sebagai sumber protein yang mudah ditemukan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, kebanyakan makan telur juga bisa menimbulkan beberapa dampak yang perlu diwaspadai ya. 

Kebanyakan Makan Telur, Ini Dampak dan Batas Aman Mengonsumsinya - Alodokter

Kebiasaan mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan tidak hanya berpengaruh pada asupan nutrisi, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui batas aman konsumsi telur serta risiko yang bisa muncul akibat kebanyakan makan telur.

Dampak Kebanyakan Makan Telur bagi Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa dampak yang bisa terjadi jika Anda kebanyakan makan telur:

1. Kenaikan kolesterol darah

Kebanyakan makan telur dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Telur, terutama bagian kuningnya, mengandung sekitar 185–200 mg kolesterol per butir. Jika dikonsumsi secara berlebihan, misalnya lebih dari 3–4 butir per hari, kadar kolesterol LDL atau “jahat” dalam darah bisa meningkat.

LDL yang tinggi berpotensi menumpuk di dinding arteri, membentuk plak, dan menghambat aliran darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Gangguan pencernaan

Kebanyakan makan telur ternyata bisa memberatkan kerja sistem pencernaan lho. Hal ini karena protein dan lemak dalam telur membutuhkan waktu lebih lama untuk diurai oleh tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau tanpa disertai makanan berserat. Akibatnya, proses pencernaan jadi lebih lambat dan bisa menimbulkan keluhan seperti kembung, begah, hingga nyeri perut.

Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memicu asam lambung naik atau diare, terutama jika tubuhnya sensitif terhadap protein telur atau memiliki riwayat gangguan lambung.

3. Munculnya reaksi alergi

Munculnya reaksi alergi juga menjadi salah satu dampak kebanyakan makan telur, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap protein di dalam putih telur. 

Saat tubuh menganggap protein ini sebagai zat asing, sistem kekebalan akan bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin yang memicu berbagai gejala alergi, seperti gatal-gatal pada kulit, ruam merah, bentol, batuk, hingga sesak napas. 

Selain itu, bagi orang yang sebelumnya tidak alergi, kebanyakan makan telur dalam jangka panjang bisa memicu sensitisasi, yaitu kondisi di mana tubuh mulai mengenali protein telur sebagai alergen baru. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah konsumsi telur ya. 

4. Kenaikan berat badan 

Telur memang sering menjadi salah satu menu diet. Namun, jika Anda kebanyakan makan telur, kenaikan berat badan juga bisa terjadi lho. Terlebih lagi, jika hal ini tidak diimbangi dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. 

Meskipun telur dikenal sebagai sumber protein yang membantu membangun otot dan membuat kenyang lebih lama, jumlah kalori di dalamnya tetap harus diperhatikan.

Satu butir telur ukuran sedang mengandung sekitar 70 kalori. Jika seseorang mengonsumsi 4–5 butir setiap hari, asupan kalori bisa meningkat cukup signifikan lho. Nah, kalori berlebih yang tidak dibakar oleh tubuh ini akan disimpan dalam bentuk lemak, sehingga berat badan perlahan naik.

Selain itu, kebanyakan makan telur tanpa variasi makanan lain membuat asupan serat berkurang. Akibatnya, metabolisme melambat dan pencernaan jadi kurang lancar. Nah, hal ini juga bisa memicu peningkatan berat badan.

5. Meningkatkan risiko penyakit ginjal 

Telur kaya akan protein. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, telur bisa memberikan beban tambahan pada ginjal. Saat tubuh mencerna protein, hasil akhirnya akan menghasilkan zat sisa seperti urea dan kreatinin yang harus dibuang melalui ginjal. 

Jika seseorang terlalu banyak makan telur, ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang sisa metabolisme tersebut. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal atau tekanan darah tinggi.

Dalam jangka panjang, kebanyakan makan telur tanpa diimbangi asupan air yang cukup dan pola makan seimbang bisa menyebabkan penurunan fungsi filtrasi ginjal dan menumpuknya racun dalam darah. Jika ini terjadi, Anda bisa mengalami gejala berupa seperti lemas, bengkak, dan perubahan frekuensi buang air kecil. 

6. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Salah satu dampak kebanyakan makan telur yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Hal ini terjadi karena kuning telur mengandung kolesterol cukup tinggi, sekitar 185 miligram per butir. Jika seseorang mengonsumsi telur dalam jumlah berlebihan setiap hari, kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dapat meningkat.

Nah, peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) ini bisa menyebabkan aliran darah ke jantung menjadi tersumbat. Nah, kondisi inilah yang bisa memicu aterosklerosis, serangan jantung, atau stroke.

Ini Batas Aman Konsumsi Telur Setiap Hari

Batas aman konsumsi telur per hari sebenarnya tergantung pada kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi masing-masing orang. Secara umum, para ahli gizi merekomendasikan 1–2 butir telur per hari untuk orang dewasa yang sehat. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa meningkatkan kadar kolesterol secara signifikan.

Bagi orang dengan kadar kolesterol tinggi atau memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya membatasi konsumsi kuning telur menjadi 3–4 butir per minggu. Sementara itu, bagian putih telur tetap aman dikonsumsi setiap hari karena rendah kolesterol dan tinggi protein.

Selain jumlahnya, cara pengolahan telur juga memengaruhi efeknya bagi kesehatan lho. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengolah telur dengan cara direbus atau dikukus hingga matang, daripada digoreng. Perdlu diingat juga, jangan mengonsumsi telur mentah atau setengah matang untuk mencegah infeksi bakteri Salmonella.

Dengan mengatur porsi dan cara penyajian yang tepat, telur bisa menjadi sumber gizi seimbang tanpa menimbulkan dampak negatif. Meski begitu, kebanyakan makan telur tetap harus dihindari ya. Di samping itu, jangan lupa untuk memadukan konsumsi telur dengan sayur, buah, dan sumber serat lain ya. Hal ini agar asupan nutrisi setiap harinya tetap seimbang dan sehat.

Menikmati telur setiap hari sah-sah saja kok. Namun, jika kebanyakan makan telur, Anda bisa berpotensi mengalami efek samping yang berbahaya. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar manfaat telur tetap bisa didapatkan. 

Nah, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau ragu dengan jumlah telur yang aman dikonsumsi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Gunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran yang sesuai.