Ada berbagai jenis kanker yang dapat menyerang area mata. Setiap jenis kanker mata ini umumnya memiliki faktor pemicu dan gejala yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai jenis kanker mata agar dapat terdeteksi sejak dini dan segera mendapatkan penanganan.

Kanker mata terjadi ketika sel-sel di jaringan mata, seperti bola mata, kelopak mata, atau kelenjar air mata, tumbuh secara tidak normal dan menjadi ganas. Akibatnya, sel-sel tersebut merusak jaringan yang ada di sekitarnya.

Kenali Berbagai Jenis Kanker Mata Beserta Gejalanya - Alodokter

Penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa, tetapi bukan berarti anak-anak tidak bisa mengalaminya. Penyebab dan gejala dari kanker mata pun bisa berbeda-beda tergantung jenis kanker mata yang diderita.

Jenis Kanker Mata Beserta Gejalanya

Berikut ini adalah beberapa jenis kanker mata yang umum terjadi dan dapat dibedakan berdasarkan jaringan asalnya:

1. Melanoma intraokular

Melanoma intraokular merupakan jenis kanker mata yang umum terjadi pada orang dewasa. Kanker jenis ini terjadi pada sel melanosit yang berfungsi untuk memproduksi melanin di mata. Melanin merupakan pigmen yang menghasilkan warna kulit, rambut, dan mata.

Jenis kanker mata melanoma intraokular umumnya tidak menunjukkan gejala awal karena sulit terdeteksi dan baru menimbulkan gejala jika jaringan kanker sudah menyebar dan berkembang lebih lanjut.

Selain itu, gejala kanker melanoma akan berbeda setiap penderitanya. Namun, ada beberapa gejala umum yang muncul pada jenis kanker mata melanoma intraokular, yaitu:

  • Pandangan buram atau kabur
  • Kemampuan penglihatan menurun, bahkan kebutaan
  • Perubahan bentuk dan ukuran pupil
  • Perubahan posisi bola mata atau mata menjadi juling
  • Munculnya bintik-bintik hitam di iris mata, yaitu bagian yang memberi warna pada mata

2. Limfoma intraokular primer

Jenis kanker mata selanjutnya adalah limfoma intraokular primer. Limfoma intraokular primer merupakan jenis kanker mata yang berasal dari sel di kelenjar getah bening dalam mata.

Penderita jenis kanker mata ini biasanya sudah memiliki gangguan pada sistem imun tubuhnya, seperti penyakit autoimun atau HIV/AIDS. Selain itu, limfoma intraokular primer juga berisiko lebih tinggi terjadi pada penderita yang pernah menjalani transplantasi mata.

Beberapa gejala umum yang dapat dialami penderita jenis kanker mata ini meliputi:

  • Pandangan kabur
  • Penurunan bahkan kehilangan penglihatan
  • Mata merah
  • Mata tampak bengkak
  • Mata terasa sakit
  • Penglihatan menjadi sensitif terhadap sinar

3. Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan jenis kanker mata yang terjadi pada anak-anak. Kanker mata ini terjadi karena adanya perubahan gen pada retina atau lapisan yang terletak di dinding bola mata belakang.

Penyebab terjadinya mutasi gen pada retina ini belum diketahui secara pasti. Namun, menurut penelitian, jenis kanker mata ini terjadi karena adanya kelainan genetik atau keturunan.

Ada beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita retinoblastoma, yaitu:

  • Mata merah
  • Mata bengkak dan bola mata membesar
  • Mata juling
  • Mata terasa nyeri
  • Penglihatan memburuk
  • Perubahan warna iris pada mata

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gejala kanker mata akan berbeda tergantung penyebab yang mendasarinya. Selain itu, beberapa gejala kanker mata di atas tidak selalu muncul pada setiap penderitanya.

Oleh karena itu, untuk mendiagnosisnya dengan tepat, perlu dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter dan disertai dengan pemeriksaan penunjang, seperti oftalmoskop, slit lamp, dan gonioskopi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penglihatan mata, kondisi bagian dalam mata, dan pergerakan bola mata.

Untuk melakukan pencegahan terhadap kanker mata, Anda bisa membatasi paparan sinar matahari secara langsung, menggunakan topi dan kacamata hitam, serta menggunakan tabir surya ketika akan beraktivitas di bawah terik matahari.

Itulah beberapa jenis kanker mata beserta gejalanya, apabila Anda mengalami gangguan penglihatan atau mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat terdeteksi dan mendapatkan penanganan sedini mungkin.