Keracunan makanan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus dan orang yang mengalaminya akan pulih dengan sendirinya setelah beberapa hari. Karena gejala umum dari keracunan makanan adalah muntah dan diare, Anda harus berusaha untuk menghindari dehidrasi. Pastikan untuk minum banyak air untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Anda disarankan untuk beristirahat secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan ringan dan rendah lemak. Agar gejala yang terjadi tidak bertambah buruk, hindari minuman keras, minuman berkafein, minuman bersoda, makanan pedas, dan makanan berlemak.

Jika gejala yang Anda alami bertambah parah dan berkelanjutan, dan kondisi tubuh rentan terhadap komplikasi yang lebih serius, maka terdapat kemungkinan Anda perlu mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Tes dan diagnosis lebih lanjut juga akan diperlukan untuk mengetahui penyebab gejala yang dialami. Jika hasil tes menyatakan Anda terkena infeksi bakteri, Anda akan diberikan obat-obatan antibiotik untuk mengatasinya.

Untuk menghentikan muntah-muntah yang cukup parah, obat antiemetik (antimuntah) bisa diberikan untuk mengatasinya. Terkadang perawatan di rumah sakit selama beberapa hari perlu dilakukan agar penderita mendapat asupan cairan melalui infus dan pengawasan lebih lanjut.

Bagi orang yang rentan mengalami dehidrasi, misalnya orang tua dan penderita kondisi kronis tertentu, sangat disarankan untuk diberikan oralit. Oralit membantu menggantikan garam, glukosa, dan mineral penting lain yang dikeluarkan tubuh ketika mengalami dehidrasi. Tapi bagi yang memiliki gangguan ginjal, beberapa jenis oralit tidak cocok untuk dikonsumsi. Tanyakan kepada dokter atau apoteker untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini.

Pengobatan keracunan makanan perlu dilakukan dengan cepat dan tepat agar dapat terhindar dari komplikasi yang membahayakan, seperti infeksi yang memicu keguguran pada wanita hamil, penyebaran infeksi yang dapat merusak organ tubuh lain atau saraf, kerusakan hati, diare berkepanjangan, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap obat-obatan hingga nutrisi.