Medical check up visa adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai bagian dari persyaratan pengajuan visa suatu negara. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk mencegah risiko penyebaran penyakit menular dari suatu negara ke negara tujuan.

Sebagian besar negara mengharuskan setiap penduduk dari negara lain untuk memiliki visa sebelum memasuki wilayahnya. Visa adalah izin resmi yang diberikan suatu negara terhadap penduduk negara lain yang akan berkunjung atau menetap untuk jangka waktu tertentu. Medical check up visa dilakukan oleh dokter atau rumah sakit yang telah ditunjuk lembaga imigrasi setiap negara.

Ketahui Apa Itu Medical Check Up Visa - Alodokter

Jenis Visa

Beberapa jenis visa yang paling umum diajukan, yaitu:

  • Visa kunjungan atau wisatawan, yaitu visa yang digunakan untuk kunjungan sementara dalam rangka berlibur atau melakukan kegiatan bisnis.
  • Visa pelajar, yaitu visa yang digunakan untuk kepentingan akademis, misalnya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, sekolah menengah, atau program pendidikan lainnya.
  • Visa kerja sementara, yaitu visa yang digunakan untuk melakukan pekerjaan yang bersifat profesional di negara tujuan dalam jangka waktu tertentu.
  • Visa tinggal atau menetap secara permanen, yaitu visa yang digunakan untuk menetap di negara tujuan untuk jangka waktu lama.
  • Visa untuk berobat, yaitu visa yang digunakan untuk menjalani perawatan medis di negara tujuan.

Indikasi Medical Check Up Visa

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai syarat dan kondisi yang mengharuskan seseorang menjalani medical check up visa. Berikut ini beberapa contoh kondisi yang mengharuskan seseorang melakukan medical check up sebelum mendapatkan visa, antara lain:

  • Memiliki rencana untuk tinggal atau menetap di negara tujuan, misalnya selama >3 bulan (Australia), >6 bulan (Inggris), atau >12 bulan (Selandia Baru).
  • Mengajukan visa untuk menempuh pendidikan di negara tujuan (student visa) atau mengikuti program pertukaran pelajar, terutama dalam bidang kedokteran, kedokteran gigi, atau perawat.
  • Mengajukan visa sebagai pekerja musiman di negara tujuan (recognized seasonal employer limited visa).
  • Berasal atau pernah berkunjung ke negara yang memiliki kejadian tuberkulosis dan HIV tinggi.
  • Memiliki beberapa kondisi kesehatan tertentu, seperti:
    • Pernah menderita penyakit infeksi yang bersifat serius.
    • Riwayat menggunakan NAPZA.
    • Pernah mendapatkan tranfusi darah.
  • Wanita hamil yang berencana melahirkan di negara tujuan.

Peringatan Medical Check Up Visa

  • Beri tahu dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen dan produk herba, karena bahan kimia yang terkandung dalam obat dapat memengaruhi hasil medical check up.
  • Beri tahu dokter jika menderita penyakit kronis atau gangguan medis lainnya.
  • Hindari mengonsumsi alkohol setidaknya 24 jam sebelum menjalani medical check up karena dapat memengaruhi hasil tes.
  • Untuk wanita, dianjurkan untuk tidak menjalani medical check up ketika sedang menstruasi karena dapat memengaruhi hasil medical check up.
  • Untuk wanita hamil, hindari jenis pemeriksaan dengan menggunakan sinar Rontgen, karena dapat memengaruhi perkembangan janin.

Sebelum Medical Check Up Visa

Ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani medical check up visa, antara lain:

  • Paspor asli.
  • KTP atau akta kelahiran jika paspor berada di kedutaan.
  • Pas foto (ukuran dan jumlah tergantung ketentuan dari pihak imigrasi masing-masing negara).
  • Surat pengantar dari kedutaan.
  • Membawa hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan, seperti rekam medis, riwayat vaksinasi, atau hasil foto Rontgen, CT scan, dan MRI yang pernah dilakukan.
  • Membawa atau mencatat obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Membawa kacamata atau lensa kontak jika menggunakannya.

Pelamar visa, terutama yang berusia di bawah 17 tahun, juga diharuskan untuk mengajak orang tua atau wali ketika menjalani medical check up visa.

Prosedur Medical Check Up Visa

Setiap negara memiliki ketentuan yang berbeda mengenai jenis tes yang akan dijalankan selama medical check up visa. Namun, jenis pemeriksaan kesehatan yang harus dilalui pemohon visa umumnya tergantung pada beberapa faktor berikut:

  • Jenis visa yang diajukan.
  • Lama waktu menetap di negara tujuan.
  • Kegiatan yang dilakukan selama di negara tujuan.
  • Usia pemohon.
  • Riwayat atau risiko penyakit menular di negara asal.
  • Kondisi medis tertentu yang sedang diderita.

Rangkaian prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan dalam medical check up visa, antara lain:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan. Tahap ini merupakan tahap paling awal dalam proses medical check up visa. Dokter akan menanyakan beberapa hal kepada pasien, seperti:
    • Riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien, termasuk jenis penyakit yang pernah diderita atau penyakit yang diturunkan dari keluarga pasien.
    • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
    • Riwayat operasi atau terapi pengobatan lain yang pernah dilalui pasien.
    • Gaya hidup dan kebiasaan pasien sehari-hari, seperti olahraga atau merokok
  • Pemeriksaan fisik (physical examination). Sebagai langkah awal, dokter akan mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang meliputi:
    • Pemeriksaan tanda vital. Meliputi pengukuran tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan.
    • Pemeriksaan kondisi pasien secara umum, yaitu pemeriksaan terhadap beberapa bagian tubuh untuk mendeteksi gangguan yang mungkin dialami pasien. Pemeriksaan ini meliputi:
      • Pemeriksaan kepala dan leher. Mencakup pemeriksaan telinga, hidung, mata, tenggorokan, kelenjar getah bening, tiroid, pembuluh darah leher, serta gigi dan gusi.
      • Pemeriksaan jantung. Pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan atau gangguan pada jantung, seperti denyut jantung tidak beraturan atau bunyi jantung abnormal.
      • Pemeriksaan paru. Pemeriksaan untuk mendeteksi suara abnormal yang mungkin berasal dari organ paru.
      • Pemeriksaan perut. Pemeriksaan untuk mendeteksi ukuran hati yang abnormal dan mendeteksi keberadaan cairan di rongga perut dengan cara menekan perut pasien, serta mendeteksi suara abnormal dalam usus dengan stetoskop.
      • Pemeriksaan sistem saraf. Meliputi kekuatan otot, refleks tubuh, dan keseimbangan tubuh.
  • Pemeriksaan penunjang. Jenis dari pemeriksaan penunjang di antaranya:
    • Pemeriksaan laboratorium. Sampel darah dan urine akan diambil untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Tes darah dilakukan untuk mendeteksi infeksi dalam tubuh, seperti HIV, hepatitis (B dan C), atau sifilis. Sedangkan tes urine (urinalisis) dilakukan untuk mendeteksi infeksi saluran kemih.
    • Foto Rontgen. Salah satu jenis pemeriksaan radiologi yang umum dilakukan dalam prosedur medical check up visa adalah Rontgen dada. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh pasien.
    • Tes tuberkulosis, yaitu prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi tuberkulosis pada tubuh pasien. Selain foto Rontgen dada, tes untuk mendeteksi tuberkulosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak, tes suntik kulit (tuberkulin atau Mantoux), serta pemeriksaan darah (IGRA).

Setelah dan Hasil Medical Check Up Visa

Setelah seluruh proses medical check up selesai dilakukan, hasil pemeriksaan yang meliputi tes darah, tes urine, dan foto Rontgen akan dikembalikan kepada dokter yang telah memeriksa pasien. Selanjutnya, dokter akan menilai dan menganalisis hasil pemeriksaan kesehatan tersebut. Kesimpulan hasil pemeriksaan kemudian dikirimkan ke pihak imigrasi negara bersangkutan.

Hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dikirim, akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan pihak imigrasi untuk menerima atau menolak izin visa, sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditentukan oleh negara tujuan pelamar.

Hasil medical check up visa berlaku selama 12 bulan.