Kutil kelamin tidak perlu diobati bila tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Bahkan pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat hilang dengan sendirinya. Namun bila penderita merasa gatal, nyeri atau sensasi terbakar pada kelamin, dokter dapat meresepkan obat dalam bentuk krim/salep, seperti asam trikloroasetat. Obat ini bekerja dengan membakar kutil kelamin, dan bisa digunakan pada kutil di kelamin bagian dalam. Efek samping obat ini meliputi iritasi kulit dan nyeri pada kulit.

Selain menggunakan obat, dokter juga dapat menyarankan prosedur bedah untuk mengobati kutil kelamin. Bedah akan disarankan pada pasien yang tidak respons dengan pemberian obat-obatan di atas, atau pada kutil kelamin berukuran besar. Sejumlah prosedur bedah untuk kutil kelamin meliputi:

Eksisi. Dalam metode eksisi, kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah. Prosedur ini umumnya menimbulkan efek samping berupa nyeri yang timbul setelah bedah.

Electrocautery. Electrocautery atau bedah listrik adalah metode bedah yang menggunakan listrik untuk membuang jaringan abnormal, termasuk kutil kelamin. Metode ini juga dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan setelah operasi, dan mencegah infeksi.

Krioterapi. Kutil kelamin dapat dihilangkan dengan krioterapi, yaitu prosedur yang menggunakan nitrogen cair dengan suhu minus 195 derajat Celsius. Krioterapi cukup efektif untuk menghilangkan kutil berukuran kecil. Namun bila ukuran kutil kelamin cukup besar, dokter akan menjalankan krioterapi hingga beberapa kali. Pada umumnya, 50-60 persen kutil hilang setelah 3-4 kali krioterapi.

Meskipun dapat menghilangkan kutil, krioterapi tidak menjamin kutil hilang sepenuhnya. Pada beberapa kasus, kutil kelamin dapat tumbuh kembali.

Bedah laser. Bedah laser umumnya digunakan untuk mengangkat kutil yang sulit dihilangkan dengan prosedur lain. Dalam prosedur ini, laser digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah di dalam kutil, sehingga kutil mati dan dapat diangkat. Laser juga digunakan untuk membunuh virus penyebab kutil.

Bedah laser dapat digunakan untuk menghancurkan kutil yang sulit dicapai, misalnya di uretra (saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh). Efek samping yang timbul akibat bedah laser bisa berupa terbentuknya jaringan parut di area yang dibedah.

Perlu diingat, jangan merokok selama menjalani pengobatan kutil kelamin. Beberapa penelitian menunjukkan hasil pengobatan yang lebih baik pada penderita yang tidak merokok. Pasien juga disarankan tidak menggunakan losion atau sabun mandi yang mengandung parfum, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Selain itu, tunda hubungan seks atau kenakan kondom saat berhubungan seks, hingga kutil kelamin hilang.

Komplikasi Kutil Kelamin

Bila tidak ditangani, kutil kelamin dapat tumbuh membesar dan lebih sulit untuk dihilangkan. Di samping itu, risiko menginfeksi pasangan seksual juga akan lebih besar.

Beberapa jenis virus HPV juga berisiko memicu pertumbuhan sel kanker di dalam serviks. Selain kanker serviks, penderita juga dapat terserang kanker vulva, kanker anus, kanker penis, serta kanker mulut dan tenggorokan.

Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat kutil kelamin adalah gangguan dalam masa kehamilan. Kutil kelamin yang membesar bisa membuat penderitanya sulit buang air kecil, serta dapat mengurangi peregangan vagina saat proses bersalin. Bahkan, kutil kelamin pada vagina atau vulva dapat mengalami perdarahan saat melahirkan.

Meskipun jarang terjadi, bayi yang lahir dari ibu dengan kutil kelamin dapat terinfeksi kutil di tenggorokannya. Pada kasus tersebut, operasi harus dilakukan agar sistem pernapasan bayi tidak tersumbat oleh kutil.