Ketika berpisah dengan kekasih yang kamu sayangi, wajar saja bila kamu merasa patah hati. Perasaan ini tentu tidak menyenangkan dan dapat membuatmu merasa tak berdaya. Tapi, jangan patah semangat, ya. Patah hati bukanlah akhir dari segalanya!

Berpisah dengan pasangan tentunya bukan hal yang mudah. Kenanganmu bersamanya tak hanya ada dalam bentuk foto atau video, tetapi masih tergambar jelas dalam pikiranmu. Sebagian orang bisa melewati hal ini dengan tegar, namun tak sedikit orang yang sulit beranjak dari keterpurukan akibat patah hati.

Lakukan 7 Langkah Ini untuk Memulihkan Diri dari Patah Hati - Alodokter

Sebenarnya, merasa sedih, stres, dan patah hati karena hubungan yang kandas adalah hal yang wajar. Namun, jika dibiarkan hingga berlarut-larut, patah hati dapat memberikan pengaruh buruk pada kualitas hidupmu.

Cara Bangkit dari Keterpurukan Akibat Patah Hati

Saat berusaha move on karena baru saja patah hati, biasanya seseorang akan mengalami beberapa hal, seperti sulit tidur, gagal fokus, kehilangan nafsu makan, mudah cemas, dan merasa kesepian. Nah, supaya sedihmu tidak berlarut-larut, coba perhatikan beberapa cara untuk bangkit dari patah hati berikut ini:

1. Resapi perasaan sedihmu untuk siap bangkit

Tidak ada salahnya bila kamu merasa sedih, emosional, dan kehilangan saat baru saja patah hati, hal itu wajar, kok. Penting untuk mengakui dan meresapi emosi yang menyelimuti dirimu setelah perpisahan. Dengan begitu, nantinya kamu akan bisa menjadi lebih dewasa dan siap bangkit untuk menjalani hari baru yang lebih baik.

Berikan waktu buat dirimu sendiri untuk berduka, merenung, dan berpikir. Meski begitu, jaga dirimu agar tidak berlarut-larut dalam keterpurukan.

Cobalah untuk mengisi kesendirianmu dengan melakukan introspeksi diri dan mempersiapkan berbagai hal yang bersifat positif. Tanamkan dalam pikiranmu bahwa keadaan ini hanya bersifat sementara dan semua akan menjadi lebih baik.

2. Lakukan hal-hal baru

Kamu bisa mencari kesibukan baru agar kamu tidak punya celah waktu untuk mengingat atau menangisinya lagi. Fokuslah dengan hobimu, misalnya mengikuti kelas memasak, fotografi, mempelajari hal baru yang kamu minati, atau kegiatan apa saja yang membuatmu senang.

Jika memungkinkan, kamu juga bisa mengambil izin cuti selama beberapa hari untuk pergi berlibur atau me time. Jika tidak ingin sendirian, kamu bisa meminta keluarga atau teman-teman terdekat untuk menemanimu. Menghabiskan waktu dengan mereka akan mengalihkan pikiranmu dari Si Dia.

3. Berdamai dengan masa lalu

Banyak orang yang sulit move on setelah patah hati karena mereka cenderung berpikir bahwa kebahagiaan hanya bisa didapat dari Si Dia saja.

Padahal ada banyak hal dalam kehidupanmu yang bisa membuatmu bahagia, bahkan mungkin bisa lebih membahagiakanmu dibandingkan saat kamu bersamanya dulu. Meski sulit dijalani, kamu perlu ingat bahwa patah hati adalah proses hidup.

Cobalah untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi dan maafkan kesalahannya dan kesalahanmu. Berdamai dengan masa lalu memang tidak mudah, tetapi belajar untuk menerima keadaan dan saling memaafkan bisa menjadi kekuatanmu untuk bangkit.

4. Jangan lupa untuk merawat dirimu

Setelah patah hati, kamu mungkin malas untuk menjalani hidup dan aktivitas sehari-hari. Namun, hal tersebut bukanlah alasan agar kamu boleh menelantarkan dirimu. Kamu boleh bersedih, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga diri dan kesehatanmu.

Saat menjalani masa sulit ini, kamu juga perlu tetap mengonsumsi makanan bergizi, minum cukup air putih, istirahat yang cukup, dan menyadari kebutuhanmu. Jika kamu kesepian, mintalah orang-orang terdekatmu untuk menemanimu.

Untuk menjauhkanmu dari pikiran negatif, cobalah untuk berolahraga atau melakukan relaksasi dan meditasi. Hal tersebut mungkin bisa membantumu merasa lebih tenang.

5. Berkencanlah saat kamu sudah siap

Jangan terlalu lama menutup hatimu. Jika kamu terlalu lama menutup hati, artinya kamu membiarkan diri untuk terus terlarut dalam masa lalu. Mulailah move on dan buka hati kamu untuk kehadiran orang baru.

Jalani dengan santai dan jangan terburu-buru menjadikannya sebagai pasangan jika kamu memang belum siap untuk menjalin hubungan baru. Jadikan pengalaman sebelumnya sebagai sebuah pelajaran hidup agar kamu lebih siap untuk menjalani hubungan yang lebih baik.

Jatuh cinta lagi akan membuatmu merasa lebih bahagia. Meskipun tidak sepenuhnya lupa akan kekecewaan yang kamu rasa, namun akan selalu ada harapan-harapan baru yang menanti di masa depan.

Patah hati bukan akhir dari segalanya ini adalah pembelajaran hidup yang perlu kamu lalui agar bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Merasa terpuruk selama beberapa minggu pertama setelah putus cinta adalah hal yang wajar.

Akan tetapi, jika patah hati membuatmu mengalami tekanan batin berat yang membuatmu merasa ingin mengakhiri hidup atau menyiksa diri, bisa jadi hal tersebut menandakan kamu mengalami depresi. Jika sudah demikian, kamu perlu meminta bantuan psikolog atau psikiater untuk mengatasi masalah tersebut.