Obat pengusir nyamuk biasanya mengandung bahan aktif yang disebut diethyl-meta-toluamide (DEET). Bahan aktif ini merupakan unsur kimia yang berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bagi Anda yang menginginkan alternatif, tidak ada salahnya memilih tanaman pengusir nyamuk yang lebih bersahabat bagi kesehatan.

Tanaman seperti serai wangi, lavender, lemon eukaliptus, dan daun mint dipercaya sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman-tanaman ini tidak membunuh nyamuk, namun efeknya dapat mengurangi interaksi nyamuk terhadap manusia. Dengan kata lain, bisa menghindarkan Anda dari gigitan nyamuk.Lebih Aman Dengan Tanaman Pengusir Nyamuk - Alodokter

Tanaman Pengusir Nyamuk Lebih Alamiah

Losion atau pengusir nyamuk berbentuk spray biasanya ditambahkan zat DEET, dengan kadar dapat mencapai 100 persen. Di satu sisi, bahan kimia ini menawarkan perlindungan terhadap nyamuk hingga 12 jam. Namun di sisi lain, menggunakan bahan kimia berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan. DEET dapat mengiritasi kulit, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi kulit yang parah. Terdapat beberapa laporan bahwa bahan ini juga berpotensi menyebabkan insomnia, gangguan fungsi kognitif, dan gangguan suasana hati, pada orang-orang yang terpapar DEET dosis tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa losion atau semprotan nyamuk yang mengandung DEET aman terhadap anak kecil di atas usia dua bulan hingga usia dewasa, jika kadar DEET-nya hanya 10-30 persen.

Gunakan Tanaman Pengusir Nyamuk

Dari berbagai alasan tersebut, Anda mungkin tertarik untuk memilih cara mengusir nyamuk yang lebih alamiah, yaitu dengan bahan yang berasal dari tanaman.

Berikut ini tanaman-tanaman yang diyakini dapat membantu mengusir nyamuk:

  • Serai wangi
    Serai wangi yang sering disebut dengan citronella sudah lama dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Wanginya yang segar bagi manusia tidak disukai oleh nyamuk. Anda bisa menanam serai wangi di pekarangan rumah atau di dalam pot di dalam rumah untuk mencegah datangnya nyamuk.
  • Bunga tahi ayam
    Nama latin dari bunga ini adalah Tagetes erecta. Sesuai namanya, bunga ini memiliki bau yang kurang sedap, namun di situlah letak kelebihannya. Bunga ini dapat menghindarkan nyamuk berada terlalu dekat dengan lingkungan rumah Anda.
    Disarankan untuk menanam bunga tahi ayam di pekarangan, seperti menanam bunga hias yang lain. Bunga ini seakan menjadi pagar penghalang yang membuat nyamuk menjauh karena tidak tahan dengan baunya.
  • Kayu manis
    Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minyak kayu manis dapat membasmi larva nyamuk Aedes aegypti. Minyak kayu manis ini terbuat dari daun kayu manis dan mengandung senyawa kimia bernama cinnamaldehyde. Kandungan cinnamaldehyde kurang dari 50 ppm, dapat membasmi setengah dari larva-larva nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. Artinya, bahan ini membantu membasmi nyamuk sebelum bertumbuh dewasa.
  • Thyme
    Minyak dari ekstrak thyme juga bersifat memberi perlindungan dari gigitan nyamuk, terutama nyamuk malaria. Hal ini telah dibuktikan pada suatu penelitian. Jika Anda ingin membuat sendiri semprotan pengusir nyamuk, cobalah campurkan 60 mililiter air dengan 5 tetes minyak thyme. Semprotkan ke bagian tubuh atau tempat-tempat yang ingin Anda hindarkan dari nyamuk.
  • Mint
    Daun mint yang wangi dan menyegarkan ternyata juga merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang ampuh. Penelitian mengungkap bahwa ekstrak daun mint dalam bentuk minyak, efektif dalam membasmi jentik dan mencegah nyamuk A. aegypti dewasa hinggap di tubuh. Efek minyak mint bahkan dapat bertahan hingga dua jam.
  • Lavender
    Bunga lavender yang telah dilumat akan menghasilkan minyak. Minyak itulah yang berguna untuk mengusir nyamuk. Oleskan minyak tersebut pada anggota tubuh agar Anda terhindar dari gigitan nyamuk.
  • Lemon eukaliptus           
    Yang biasa digunakan adalah dalam bentuk minyaknya, berasal dari tanaman lemon eukaliptus. Minyak lemon eukaliptus dapat membantu mencegah gigitan nyamuk dan dapat bekerja hingga dua jam.
    Pengusir nyamuk ini dapat dibeli dalam bentuk minyak sebagai produk jadi, dan Anda bisa langsung menggunakannya. Produk jadi tersebut biasanya mengandung DEET, tapi hanya dalam kadar rendah, yaitu hanya 6,65 persen, sehingga aman digunakan. Namun, minyak ini tidak cocok digunakan pada anak berusia di bawah 3 tahun.
    Jangan salah ketika ingin membeli. Pilihlah minyak lemon eukaliptus yang dibuat sebagai pengusir nyamuk dan bukan dalam bentuk minyak esensial.
  • Kedelai
    Kedelai dapat diolah menjadi minyak kedelai. Salah satu khasiat minyak kedelai adalah untuk menghindari gigitan nyamuk. Bahkan, minyak kedelai ditengarai lebih ampuh mengusir nyamuk daripada minyak serai yang lebih terkenal. Agar efeknya optimal, Anda dapat mencampurkan minyak kedelai dengan minyak serai. Penelitian mengungkapkan bahwa campuran kedua formula ini ampuh untuk membasmi lebih dari satu jenis nyamuk.

Tanaman pengusir nyamuk ini memang alami, namun Anda juga harus berhati-hati menggunakannya, terutama jika dalam bentuk minyak, sebab ada kemungkinan Anda alergi terhadap bahan-bahan tersebut. Sebagai langkah antisipasi, coba oleskan sedikit dulu di kulit tangan dan diamkan sebentar. Jika tidak terjadi ruam atau iritasi, berarti Anda tidak alergi terhadap minyak tersebut.