Leukosit tinggi pada bayi kerap membuat orang tua khawatir, apalagi jika disertai demam dan rewel. Kondisi ini bisa menandakan tubuh Si Kecil sedang melawan infeksi atau peradangan. Namun, kadar leukosit yang terlalu tinggi pada bayi juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai lho.
Leukosit tinggi pada bayi atau leukositosis merupakan kondisi ketika jumlah sel darah putih dalam tubuh bayi melebihi batas normal. Perlu diketahui, leukosit atau sel darah putih berperan penting untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.
Ketika jumlah leukosit meningkat, hal ini biasanya menunjukkan bahwa tubuh bayi sedang berusaha melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau peradangan di dalam tubuh. Kondisi ini merupakan respons alami sistem imun terhadap gangguan yang terjadi.
Sebenarnya, leukosit tinggi pada bayi tidak selalu berbahaya. Namun, jika berlangsung lama atau disertai gejala, seperti demam tinggi, rewel terus-menerus, lesu, dan tidak nafsu makan, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya infeksi atau gangguan lain yang perlu diwaspadai.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebab dan gejala leukosit tinggi pada Si Kecil agar penanganan bisa dilakukan secepatnya.
Ini Penyebab Leukosit Tinggi pada Bayi
Berikut ini adalah beberapa penyebab leukosit tinggi pada bayi yang perlu diketahui orang tua:
1. Infeksi bakteri
Infeksi bakteri, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, atau infeksi saluran pencernaan, merupakan penyebab paling sering terjadinya leukosit tinggi pada bayi. Ketika bayi terserang infeksi, tubuh akan memproduksi lebih banyak leukosit untuk melawan kuman penyebab penyakit.
2. Infeksi virus
Selain bakteri, infeksi virus, seperti flu, bronkitis, atau infeksi pernapasan lainnya, juga bisa penyebab leukosit tinggi pada bayi. Hal ini terjadi sebagai upaya tubuh melindungi diri dari serangan virus.
3. Peradangan dalam tubuh
Peradangan dalam tubuh bisa menjadi salah satu penyebab leukosit tinggi pada bayi. Saat terjadi peradangan, tubuh secara alami akan merespons dengan meningkatkan produksi sel darah putih untuk melawan zat asing, jaringan yang rusak, atau kuman penyebab iritasi.
Reaksi ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang disebut respons imun.
4. Stres fisik
Leukosit tinggi pada bayi bisa terjadi karena stres fisik lho. Kondisi ini terjadi karena tubuh secara alami merespons tekanan atau kondisi tertentu dengan meningkatkan produksi sel darah putih.
Ketika bayi mengalami stres fisik, misalnya akibat demam tinggi, kejang, tangisan berkepanjangan, cedera, dehidrasi, atau setelah imunisasi, tubuhnya akan melepaskan berbagai hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol.
Hormon-hormon ini berperan dalam membantu tubuh beradaptasi terhadap kondisi yang tidak nyaman atau berbahaya. Nah, salah satu efeknya adalah meningkatkan jumlah leukosit yang dilepaskan dari sumsum tulang ke dalam aliran darah.
5. Penyakit autoimun
Meski jarang terjadi, penyakit autoimun juga dapat menyebabkan leukosit tinggi pada bayi. Ini karena sistem kekebalan tubuh bayi menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Akibatnya, tubuh menganggap jaringan sehat sebagai ancaman dan memproduksi lebih banyak sel darah putih untuk “melawan” peradangan yang terjadi.
6. Gangguan pada sumsum tulang
Penyebab leukosit tinggi pada bayi lainnya adalah gangguan sumsum tulang. Pasalnya, sumsum tulang adalah tempat pembentukan sel darah, termasuk sel darah putih atau leukosit.
Jika terjadi kelainan, seperti leukemia, jumlah leukosit bayi bisa meningkat jauh di atas normal. Kondisi ini biasanya juga disertai gejala lain, seperti bayi tampak pucat, mudah lelah, demam berkepanjangan, atau berat badan sulit naik.
7. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat, misalnya kortikosteroid atau obat imunosupresan, dapat menyebabkan lonjakan kadar leukosit pada bayi. Namun, efek ini umumnya tidak berbahaya dan akan kembali normal setelah obat dihentikan atau dosis disesuaikan.
Gejala Leukosit Tinggi pada Bayi yang Perlu Diwaspadai
Gejala leukosit tinggi pada bayi bisa berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah gejala leukosit tinggi pada bayi yang perlu diwaspadai orang tua:
- Demam tinggi
- Rewel atau menangis terus-menerus
- Bayi terlihat lesu atau lemah
- Tidak mau menyusu atau makan
- Munculnya tanda-tanda dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, mulut kering, ubun-ubun tampak cekung
- Muncul ruam, kulit pucat, atau perdarahan tanpa sebab yang jelas
- Sesak napas atau napas cepat
- Kejang
Jika Si Kecil menunjukkan satu atau beberapa gejala di atas, jangan ragu untuk segera membawa bayi ke dokter ya. Soalnya, tindakan cepat sangat penting agar bayi mendapatkan penanganan yang sesuai dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Cara Menangani Leukosit Tinggi pada Bayi
Mengetahui bahwa kadar leukosit bayi meningkat tentu dapat membuat orang tua cemas dan ingin segera mencari solusi. Namun, penanganan leukosit tinggi pada bayi tidak boleh dilakukan sembarangan, karena langkah yang diambil harus disesuaikan dengan penyebab serta kondisi kesehatan Si Kecil.
Umumnya, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk menangani leukosit tinggi akibat infeksi bakteri. Sementara, leukosit tinggi yang disebabkan oleh infeksi virus, dokter biasanya akan menyarankan orang tua untuk mencukupi cairan Si Kecil agar tidak dehidrasi, memberikannya makanan bernutrisi, memastikan ia beristirahat, dan selalu memantau suhu tubuhnya.
Selain itu, bayi dengan leukosit tinggi akibat stres fisik, vaksinasi, atau tangisan berkepanjangan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus karena kondisinya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya. Meski begitu, dokter akan melakukan pemantauan untuk memastikan kadar leukosit bayi menurun ke batas normal dalam beberapa hari.
Pada kasus tertentu yang disebabkan oleh kelainan darah atau gangguan sumsum tulang, dokter akan merujuk bayi ke spesialis hematologi anak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Itulah berbagai informasi penting seputar leukosit tinggi pada bayi yang penting untuk diketahui. Jika Anda mendapati hasil pemeriksaan darah Si Kecil menunjukkan kadar leukosit di atas normal, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ya. Dengan begitu, penanganan yang tepat dan cepat bisa dilakukan.
Untuk konsultasi awal dan mendapatkan arahan tepat, Anda juga dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter.
