Lidah sering tergigit bisa terasa sangat mengganggu, apalagi jika terjadi berulang saat makan, berbicara, bahkan tidur. Selain akibat makan terburu-buru, kondisi ini juga bisa terjadi akibat masalah kesehatan lain. Bila dibiarkan tanpa penanganan, lidah sering tergigit bisa memicu masalah lain, misalnya luka pada lidah.
Lidah sering tergigit merupakan keluhan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gangguan koordinasi otot mulut, posisi gigi yang tidak ideal, hingga masalah pada sendi rahang atau saraf mulut.

Meski umum terjadi, kondisi lidah yang sering tergigit tidak bisa dibiarkan. Hal ini karena lidah yang sering tergigit bisa memicu terjadinya luka atau sariawan di lidah, infeksi pada jaringan mulut, dan gangguan makan atau bicara akibat rasa nyeri di luka.
Penyebab Lidah Sering Tergigit
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab lidah sering tergigit:
1. Makan atau berbicara terlalu cepat
Ketika Anda makan, bicara, atau tertawa dengan terburu-buru, otot-otot mulut tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkoordinasi dengan baik. Akibatnya, gerakan rahang dan lidah menjadi kurang terkontrol sehingga lidah sering tergigit.
Hal ini sering terjadi saat Anda mengunyah makanan yang keras atau terlalu besar, atau saat asyik mengobrol sambil makan. Pada anak-anak yang masih belajar bicara atau makan, risiko ini juga lebih tinggi terjadi karena kontrol otot mulut anak belum sempurna.
2. Susunan gigi tidak sejajar
Gigi yang tumbuh tidak rata atau bertumpuk dapat menciptakan celah-celah sempit di rongga mulut. Nah, ketika Anda mengunyah makanan atau berbicara, lidah bisa terjepit di area tersebut sehingga lidah sering tergigit. Kondisi ini juga sering terjadi pada pemakai behel yang belum selesai melakukan perawatan ortodonti.
3. Bruxism
Bruxism adalah kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar, terutama pada malam hari ketika tidur. Saat bruxism terjadi, otot rahang menekan dengan kuat, dan lidah yang tidak sengaja berada di antara gigi bisa tergigit tanpa disadari. Akibatnya, saat bangun tidur Anda mungkin menemukan luka atau rasa sakit pada lidah.
Tak hanya menyebabkan lidah sering tergigit, kebiasaan ini juga bisa menyebabkan gangguan lain, seperti rahang sakit, sakit kepala, bahkan kerusakan pada gigi.
4. Gangguan saraf atau otot mulut
Beberapa kondisi medis, seperti Bell’s palsy, stroke, cerebral palsy, epilepsi, atau kejang, dapat menyebabkan kelemahan atau penurunan koordinasi otot-otot di mulut.
Nah, ketika kontrol otot menurun, lidah bisa bergerak secara tidak teratur atau lambat sehingga lebih rentan tergigit, baik saat makan, berbicara, atau bahkan dalam kondisi diam. Pada beberapa kasus, orang dengan gangguan saraf juga mungkin tidak menyadari ketika lidahnya tergigit.
5. Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan aktivitas listrik otak menjadi tidak normal, sehingga memicu kejang berulang. Nah, salah satu gejala yang bisa timbul saat kejang terjadi adalah otot rahang yang menegang tiba-tiba, dan lidah bisa tergigit secara tidak sengaja.
Kondisi lidah sering tergigit pada penderita epilepsi biasanya terjadi tanpa disadari dan bisa menjadi pertanda penting untuk penanganan medis lebih lanjut.
6. Efek samping konsumsi obat-obatan atau alkohol
Konsumsi obat penenang, obat tidur, atau alkohol dapat memperlambat respons saraf dan otot mulut. Efeknya, kontrol otot rahang dan lidah menjadi lemah sehingga gerakan mengunyah tidak terkoordinasi. Kondisi ini kerap terjadi saat Anda sedang setengah mengantuk atau baru bangun tidur, di mana risiko lidah sering tergigit meningkat tanpa Anda sadari.
7. Gigi palsu yang tidak pas
Pemakaian gigi palsu yang longgar, tidak sesuai bentuk rahang, atau bergerak saat digunakan bisa mengubah pola mengunyah Anda. Akibatnya, lidah menjadi lebih sering masuk ke celah antara gigi palsu dan gusi sehingga berisiko tergigit.
Selain itu, permukaan gigi palsu yang kasar, tajam, atau rusak juga dapat melukai jaringan lunak di mulut, termasuk lidah. Hal ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun lansia yang sudah lama menggunakan gigi palsu tanpa penyesuaian ulang ke dokter gigi.
Cara Mengatasi dan Mencegah Lidah Sering Tergigit
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu Anda mencegah dan menangani lidah sering tergigit, berikut beberapa di antaranya:
1. Kunyah makanan perlahan
Membiasakan mengunyah makanan secara perlahan membantu otot mulut untuk bekerja lebih terkoordinasi. Dengan begitu, posisi lidah lebih mudah dikendalikan sehingga risiko tergigit otomatis berkurang. Selain itu, dengan makan pelan-pelan, Anda juga dapat lebih menikmati makanan dan mencegah tersedak, terutama saat mengonsumsi makanan keras atau bertekstur kasar.
2. Kontrol saat berbicara atau tertawa
Agar lidah tidak sering tergigit, pastikan Anda tidak berbicara atau tertawa secara berlebihan atau terlalu cepat, khususnya saat sedang makan. Pasalnya, gerakan rahang dan lidah yang terburu-buru dapat meningkatkan risiko lidah sering tergigit. Oleh karena itu, melatih diri dengan berbicara perlahan dan mengatur napas akan membantu menjaga posisi lidah tetap aman di dalam mulut.
3. Gunakan pelindung gigi saat tidur
Untuk Anda yang sering mengalami lidah tergigit saat tidur karena bruxism, memakai mouth guard dapat menjadi solusi. Pelindung gigi ini berfungsi melapisi permukaan gigi sehingga lidah tidak langsung tertekan atau tergigit saat rahang bergerak tanpa sadar. Namun, untuk mendapatkan mouth guard yang nyaman dan sesuai kebutuhan Anda, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter gigi ya.
4. Pilih makanan yang lembut
Saat lidah sedang luka atau sariawan akibat lidah sering tergigit, sebaiknya konsumsi makanan yang mudah dikunyah dan hindari makanan yang keras, pedas, asam, atau sangat panas. Pasalnya, makanan-makanan tersebut bisa memperparah luka dan memperlambat proses penyembuhan.
Selain itu mengonsumsi makanan yang lembut atau mudah dikunyah, seperti bubur, sup, atau yogurt, juga dapat mengurangi risiko bagian lidah yang sedang sakit tergigit kembali.
5. Kompres dingin lidah
Jika lidah terluka akibat tergigit, tempelkan es batu yang sudah dibungkus kain bersih pada area yang terluka selama beberapa menit. Paslanya, kompres dingin akan membantu mengurangi nyeri, bengkak, dan peradangan pada luka akibat lidah sering tergigit. Agar hasilnya maksimal, lakukan cara ini beberapa kali sehari.
6. Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik
Berkumur dengan menggunakan air garam atau obat kumur antiseptik dapat membantu membersihkan luka di lidah akibat lidah sering tergigit, serta mempercepat penyembuhan dan mencegah luka mengalami infeksi.
Untuk berkumur dengan air garam, pertama-tama larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu kumurlah menggunakan larutan ini selama 30 detik, lalu buang airnya, lakukan 2–3 kali sehari.
Sementara itu, untuk berkumur dengan obat kumur antiseptik, Anda cukup menuangkan obat kumur ke dalam tutup botol, kemudian berkumurlah selama 30 detik, lalu buang airnya dan lakukan beberapa kali sehari.
7. Jaga kebersihan mulut
Sikat gigi minimal dua kali sehari dan bersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) untuk mengurangi jumlah bakteri di rongga mulut. Dengan lingkungan mulut yang bersih, hal itu dapat mencegah luka pada lidah akibat lidah sering tergigit terinfeksi dan mempercepat proses pemulihan luka.
8. Konsultasi ke dokter gigi jika gigi bermasalah
Jika Anda sering mengalami lidah tergigit akibat susunan gigi yang tidak sejajar, gigi berlubang, atau penggunaan gigi palsu yang tidak pas, segera periksakan ke dokter gigi. Dokter dapat menyarankan perawatan ortodonti, perbaikan gigi palsu, atau tindakan lain yang sesuai untuk memperbaiki masalah pada gigi maupun rahang, sehingga keluhan lidah sering tergigit bisa diatasi secara optimal.
Lidah sering tergigit memang umum terjadi. Namun, jika hal ini sering terjadi atau menimbulkan gangguan yang signifikan pada aktivitas Anda, jangan diabaikan ya karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan di mulut.
Sebaliknya, periksakanlah kondisi tersebut ke dokter dengan memanfaatkan layanan chat di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter akan menentukan penyebab lidah sering tergigit dan memberikan penanganan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Selain itu, segera konsultasikan ke dokter bila lidah sering tergigit menyebabkan luka yang sulit sembuh, nyeri hebat, atau muncul tanda infeksi, seperti bengkak, keluar nanah, dan demam.