Lidiastop adalah obat yang digunakan untuk meredakan diare ringan hingga sedang pada orang dewasa dan anak-anak. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan dapat diperoleh tanpa resep dokter.

Lidiastop mengandung attapulgite, yaitu zat yang bekerja dengan cara menyerap racun, bakteri, serta zat penyebab iritasi di saluran pencernaan. Cara kerja bahan tersebut dapat mengurangi frekuensi buang air besar dan membuat feses menjadi lebih padat. Selain itu, Lidiastop juga dapat meredakan kram perut yang sering menyertai diare.

Lidiastop

Walaupun Lidiastop efektif untuk meredakan gejala, obat ini tidak mengobati penyebab utama diare, terutama jika diare disebabkan oleh infeksi tertentu, seperti disentri. Oleh karena itu, Lidiastop tidak digunakan sebagai terapi utama pada kondisi tersebut.

Apa Itu Lidiastop

Bahan aktif Attapulgite 600 mg
Golongan  Obat bebas 
Kategori  Antidiare
Manfaat Meredakan gejala diare
Digunakan oleh Dewasa dan anak ≥6 tahun
Lidiastop untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan obat ini terhadap ibu hamil maupun janin.
Kandungan attapulgite bekerja hanya di saluran pencernaan dan tidak masuk ke aliran darah. Oleh karena itu, obat ini umumnya dianggap aman untuk ibu hamil. Bila perlu, konsultasikan mengenai penggunaan obat ini ke dokter.
Lidiastop untuk ibu menyusui Lidiastop sebagai obat diare aman untuk ibu menyusui jika digunakan sesuai aturan pakai atau petunjuk dokter.
Bentuk obat Tablet

Peringatan sebelum Menggunakan Lidiastop

Meski tergolong obat bebas, Lidiastop tidak boleh digunakan sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum mengonsumsinya:

  • Jangan gunakan obat ini bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap attapulgite atau bahan lain di dalam Lidiastop.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika diare disertai demam tinggi, nyeri perut hebat, atau BAB berdarah.
  • Beri tahu dokter apabila Anda sedang menderita obstruksi usus, diabetes, hemofilia, atau penyakit asam urat.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda sedang menjalani terapi dengan obat-obatan tertentu, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat.
  • Mintalah saran dokter sebelum memberikan Lidiastop kepada lansia.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Lidiastop.

Dosis dan Aturan Pakai Lidiastop

Dosis umum Lidiastop untuk meredakan diare adalah:

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 2 tablet setiap selesai buang air besar. Dosis maksimal adalah 12 tablet dalam sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 1 tablet setiap selesai buang air besar. Dosis maksimal adalah 6 tablet dalam sehari. 

Cara Menggunakan Lidiastop dengan Benar 

Gunakan Lidiastop sesuai petunjuk pada kemasan, atau ikuti anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa rekomendasi tenaga medis. Agar hasil pengobatan optimal, berikut ini adalah panduan penggunaan obat ini:

  • Konsumsi Lidiastop setiap kali setelah diare, baik sebelum maupun sesudah makan.
  • Telan tablet Lidiastop dengan air putih secukupnya.
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Selama diare, batasi konsumsi makanan tinggi serat, makanan berlemak, serta minuman berkafein.
  • Konsultasikan ke dokter jika diare tidak kunjung berhenti, berlangsung hingga 2 minggu, atau disertai tanda-tanda dehidrasi. Lidiastop hanya digunakan untuk meredakan diare dalam jangka pendek.
  • Simpan Lidiastop di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat mata ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan konsumsi Lidiastop yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Lidiastop dengan Obat Lain 

Efek interaksi yang terjadi jika Lidiastop digunakan secara bersamaan dengan obat tertentu bisa berupa:

  • Penurunan efektivitas obat trihexyphenidyl
  • Peningkatan risiko terjadinya sembelit parah jika digunakan bersama obat lain yang tergolong antidiare, atau obat pereda nyeri golongan opioid, seperti morfin, codeine, oxycodone

Agar aman dari risiko interaksi obat, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi Lidiastop bersamaan dengan obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Lidiastop

Efek samping yang bisa timbul akibat konsumsi obat berbahan aktif Lidiastop adalah:

Konsultasikan ke dokter jika efek samping yang timbul tidak kunjung hilang atau justru bertambah parah. Untuk mendapatkan respons yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Melalui chat, dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk meredakan efek samping.

Meski jarang terjadi, penggunaan Lidiastop bisa menimbulkan reaksi alergi obat. Segera ke dokter jika timbul gejala alergi obat, seperti ruam kulit yang gatal, bengkak di bibir dan kelopak mata, mengi, atau sesak napas setelah mengonsumsi Lidiastop.