Kacang panjang merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Selain mengandung banyak nutrisi, manfaat kacang panjang juga berkaitan dengan ukuran payudara dan kadar glukosa.

Kacang panjang memiliki nama Latin Vigna unguiculata supspecies sesquipedalis dan merupakan sayuran yang biasa tumbuh di wilayah beriklim hangat, seperti negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Manfaat Kacang Panjang terhadap Ukuran Payudara dan Kadar Glukosa - Alodokter

Apa Saja Manfaat Kacang Panjang?

Manfaat kacang panjang banyak berasal dari mineral dan vitamin yang terkandung di dalamnya. Di antaranya adalah vitamin A, thiamin, riboflavin, niacin, asam panthotenat, vitamin B6, asam folat dan vitamin C. Sementara itu, deretan mineral yang terkandung di dalam kacang panjang adalah kalsium, zat besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium dan natrium.

Berdasarkan penelitian, ada beberapa manfaat kacang panjang yang baik untuk kesehatan:

  • Memiliki kemungkinan memperbesar ukuran payudara
    Sebuah penelitian di Indonesia mencoba membuktikan anggapan yang selama ini dipercaya mengenai manfaat kacang panjang untuk memperbesar payudara. Berdasarkan penelitian tersebut, hal ini mungkin saja terjadi mengingat kacang panjang mengandung fitoestrogen yang merupakan estrogen alamiah yang terdapat di dalam tanaman. Senyawa-senyawa yang  termasuk jenis fitoestrogen, antara lain flavonoid (flavon, flavonol, flavanon, isoflavon, dan antosianidin), coumestan, lignan, dan stilben.Kehadiran senyawa fitoestrogen dalam kacang panjang ternyata dapat memacu pertumbuhan sel-sel epitel di payudara jika bergabung dengan reseptor estrogen. Proses ini dinamakan efek estrogenik. Efek estrogenik tersebut terjadi karena sel epitel payudara sangat responsif terhadap estrogen, yang pada akhirnya dapat memicu perkembangan payudara.
  • Menurunkan kadar glukosa
    Penelitian lain dilakukan dalam upaya mengetahui potensi manfaat kacang panjang untuk menurunkan kadar glukosa atau gula darah. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi biji kacang panjang untuk kemudian dianalisis secara ilmiah mengenai sifat antihiperglikemik dan antinosiseptif yang dimilikinya. Akan tetapi, penelitian mengenai aktivitas antihiperglikemik dari kacang panjang, masih sebatas pengujian dengan tes toleransi glukosa secara oral pada hewan. Belum ada bukti klinis mengenai efek ini pada manusia, sehingga masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Meski potensi manfaat kacang panjang secara medis masih memerlukan penelitian lebih lanjut, kacang panjang sudah lama dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk untuk sajian makanan, sebagai sayuran hijau maupun hanya dengan mengambil bijinya ketika sudah matang