Semangka merupakan buah dengan beragam manfaat. Tidak hanya menyegarkan tubuh saat dikonsumsi pada cuaca yang panas, semangka juga mampu membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Semangka adalah buah tropis yang mempunyai kadar air yang sangat tinggi. Menurut penelitian, kandungan air di dalam satu buah semangka mencapai 91%. Selain kandungan air yang tinggi, semangka juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral, yang bermanfaat bagi kesehatan.

Manfaat Semangka untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi - Alodokter

Beragam Manfaat Semangka

Ada beberapa manfaat yang dipercaya bisa didapatkan dengan mengonsumsi semangka, di antaranya:

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
  • Melancarkan proses pencernaan
  • Mengurangi proses peradangan
  • Mengurangi nyeri otot
  • Meningkatkan performa saat berolahraga
  • Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah
  • Mencegah kanker

Manfaat di atas diduga karena semangka mengandung citrulline yang bekerja sebagai antioksidan. Citrulline adalah asam amino (komponen pembentuk protein) yang bisa ditemukan di dalam makanan dan juga diproduksi secara alami oleh tubuh manusia.

Kadar citrulline yang terkandung dalam tiap semangka tidak sama, tergantung cara budidaya semangka tersebut.

Semangka dan Hipertensi

Selain beberapa manfaat di atas, citrulline yang terkandung di dalam semangka juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Citrulline akan melebarkan dan melemaskan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan di dalam pembuluh darah turun.

Tidak hanya itu, citrulline sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang dapat mengakibatkan penumpukan plak di pembuluh darah dan membuat pembuluh darah mengeras.

Pada intinya, mengkonsumsi semangka dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Namun mengingat kadar citrulline yang berbeda di masing-masing semangka, tidak bisa dipastikan berapa banyak semangka yang harus dikonsumsi untuk dapat menurunkan tekanan darah.

Bila Anda ingin menjadikan semangka sebagai makanan pendukung dalam menurunkan tekanan darah, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Ditulis oleh:

dr. Diani Adrina, SpGK
(Dokter Spesialis Gizi Klinik)