Mata kunang-kunang dan kepala pusing bisa muncul mendadak dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Sensasi ini mungkin terasa sepele, tetapi tidak boleh diabaikan karena dapat menandakan kondisi ringan maupun gangguan kesehatan yang harus diatasi.
Keluhan mata kunang-kunang sering digambarkan seperti melihat kilatan cahaya kecil atau bintik hitam dalam pandangan. Kondisi tersebut juga kerap disertai dengan kepala pusing yang dapat terasa ringan, melayang, atau berat.

Kombinasi gejala ini umumnya dipicu oleh berbagai hal, misalnya karena kelelahan. Namun, mata kunang-kunang juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, seperti anemia atau tekanan darah rendah.
Memahami apa saja pemicu mata kunang-kunang yang disertai pusing akan membantu Anda mengambil langkah penanganan yang benar sesuai kondisi.
Berbagai Penyebab Mata Kunang-Kunang dan Kepala Pusing
Berikut beberapa alasan umum kenapa mata kunang-kunang dan kepala pusing bisa terjadi:
1.Tekanan darah rendah atau hipotensi
Mata kunang-kunang dan kepala pusing sering terjadi akibat tekanan darah yang turun mendadak, sehingga aliran darah ke otak menjadi tidak cukup. Hal ini biasanya dialami saat Anda berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring lama, berolahraga berat, atau saat tubuh sedang kelelahan, kurang istirahat, hingga kekurangan cairan.
Ketika tekanan darah menurun, otak kekurangan pasokan oksigen sehingga pandangan terasa kabur, muncul bintik-bintik, dan kepala jadi pusing bahkan hampir mau pingsan. Kondisi ini umumnya akan membaik setelah Anda duduk atau berbaring beberapa saat.
2. Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia
Saat gula darah turun drastis, pandangan kunang-kunang dan pusing bisa muncul karena otak tidak mendapat cukup energi dari gula atau glukosa dalam darah. Kondisi ini disebut dengan hipoglikemia dan sering dialami oleh orang yang telat makan, sedang melakukan diet ketat, atau penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah.
Gejala hipoglikemia biasanya disertai lemas, gemetar, bahkan keringat dingin dan jantung berdebar. Jika tidak segera diatasi dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis, kondisi ini bisa bertambah berat hingga menyebabkan pingsan.
3. Dehidrasi
Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh dapat mengakibatkan mata kunang-kunang dan kepala pusing, terutama saat cuaca panas, berkeringat banyak, atau kurang minum air putih.
Ketika tubuh dehidrasi, volume darah yang mengalir ke otak akan berkurang sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke saraf juga menurun. Selain itu, dehidrasi juga membuat konsentrasi elektrolit dalam tubuh terganggu, sehingga menambah rasa lemah dan mudah lelah.
4. Anemia
Pada penderita anemia, mata kunang-kunang dan kepala pusing sering terjadi karena tubuh kekurangan sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh jaringan, termasuk otak.
Anemia biasanya juga menyebabkan tubuh terasa lemas, kulit pucat, sesak napas, atau jantung berdebar. Kondisi ini bisa dipicu oleh kekurangan zat besi, perdarahan, atau penyakit kronis tertentu. Jika anemia tidak diatasi, gejala dapat semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
5. Vertigo
Vertigo adalah kondisi yang biasanya dipicu oleh gangguan pada telinga bagian dalam atau sistem saraf pusat. Penderita vertigo kerap mengeluhkan pandangan berkunang-kunang serta kepala pusing yang hebat, bahkan memberikan sensasi seperti bumi berputar atau melayang.
Tak hanya mata kunang-kunang dan kepala pusing, vertigo juga sering disertai mual, muntah, dan kesulitan menjaga keseimbangan, sehingga membuat penderita sulit berjalan atau berdiri tanpa bantuan. Jika Anda mengalami vertigo, sebaiknya segera duduk atau berbaring dan hindari gerakan mendadak.
6. Migrain
Sebelum atau selama serangan migrain, sebagian orang akan mengalami gangguan visual yang disebut aura, seperti melihat kilatan cahaya, garis-garis zigzag, bintik-bintik, atau bahkan area gelap pada penglihatan seperti mata kunang-kunang. Aura biasanya berlangsung sekitar 10–60 menit dan dapat disertai kepala pusing, mual, atau sensasi melayang.
Selain gejala visual dan kepala pusing, migrain juga bisa menimbulkan sensitivitas terhadap cahaya atau suara, lemas, bahkan gangguan bicara sementara. Beberapa pemicu migrain antara lain stres, kurang tidur, perubahan hormon, serta melihat cahaya terang.
7. Kehamilan
Tahukah Anda, mata kunang-kunang dan kepala pusing juga kerap dialami oleh ibu hamil lho, khususnya pada awal kehamilan. Hal ini terjadi akibat perubahan hormon yang memengaruhi tekanan darah dan kadar gula darah.
Gejala biasanya akan lebih terasa jika ibu kurang makan, kurang istirahat, atau berdiri terlalu lama. Meski biasanya bersifat sementara, kondisi ini tetap perlu diwaspadai dan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter jika berulang atau disertai gejala berat.
8. Gangguan kecemasan atau serangan panik
Kondisi psikologis, seperti serangan panik atau gangguan kecemasan yang berat, juga dapat memicu mata kunang-kunang dan kepala pusing. Rasa cemas yang berlebihan membuat napas menjadi cepat dan dangkal, sehingga suplai oksigen ke otak menurun dan muncul sensasi melayang atau pandangan berkunang-kunang.
Biasanya, gejala juga disertai jantung berdebar, tangan berkeringat, dan rasa ingin pingsan. Jika Anda sering mengalami ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau psikolog ya.
Mengatasi Mata Kunang-Kunang dan Kepala Pusing
Pandangan berkunang-kunang dan kepala terasa pusing biasanya memang bisa hilang sendiri. Namun, sensasi ini akan sangat mengganggu apabila Anda tengah beraktivitas atau berada di perjalanan.
Oleh karena itu, saat keluhan ini terjadi, ada beberapa langkah awal yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah beberapa tipsnya:
- Duduk atau berbaring sejenak guna melancarkan aliran darah ke otak sekaligus mencegah risiko jatuh atau cedera.
- Atur pernapasan dengan teknik box breathing atau menarik napas panjang dan hembuskan perlahan beberapa kali guna menenangkan diri dan memperbaiki suplai oksigen ke otak.
- Bangun secara perlahan dari posisi duduk atau tidur untuk mencegah aliran darah ke otak turun tiba-tiba.
- Minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi, terutama setelah beraktivitas atau saat cuaca panas.
- Jika belum makan atau merasa lemas, konsumsi makanan ringan seperti roti atau buah dapat membantu menstabilkan gula darah.
Perlu diingat, mata kunang-kunang dan kepala pusing terkadang hanya tanda kalau tubuh Anda membutuhkan istirahat atau asupan makanan. Namun, jangan mengabaikan kondisi ini apabila gejalanya sering kambuh, makin parah, atau muncul bersama keluhan serius lain.
Bila Anda masih bingung dengan penyebab mata kunang-kunang dan kepala pusing yang dialami, atau gejala terjadi mendadak disertai lemas hebat, jangan tunda untuk berkonsultasi dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter. Dengan demikian, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat.
Namun, segera periksa ke IGD ya apabila keluhan mata kunang-kunang serta pusing ini disertai pingsan, sesak napas berat, atau muntah berulang untuk mencegah kondisi yang lebih serius.