Tidak sedikit orang yang menggunakan minyak kutus kutus untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Minyak herbal ini terbuat dari minyak kelapa, minyak esensial, dan 69 jenis tanaman obat. Namun, bagaimana khasiat minyak kutus kutus dari sisi ilmiah? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Cara menggunakan minyak kutus kutus sama seperti minyak gosok lainnya, yaitu dengan mengoleskan ke kulit atau bagian tubuh yang bermasalah. Minyak ini diklaim mampu mengobati berbagai penyakit, seperti meredakan gatal-gatal, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga stamina.

8 Kandungan Minyak Kutus Kutus yang Bermanfaat untuk Kesehatan - Alodokter

Kandungan dan Khasiat Minyak Kutus Kutus

Ada berbagai macam kandungan dalam minyak kutus kutus yang berkhasiat meredakan berbagai penyakit, di antaranya:

1. Minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak, seperti asam laurat, asam kaprat, asam linoleat, dan asam oleat. Jenis minyak ini memiliki efek antibakteri, antijamur, dan antivirus. Selain itu, kandungan emolien atau pelembap yang tinggi pada minyak kelapa bisa membuat kulit menjadi lembap dan lebih elastis.

2. Daun ashitaba

Daun ashitaba (Angelica keiskei) sudah lama digunakan oleh masyarakat Jepang dan Korea sebagai obat herbal atau teh. Beberapa studi mengungkapkan bahwa daun ashitaba memiliki efek antiradang dan antioksidan.

Dalam penelitian lain, daun ashitaba diduga dapat menghambat pertumbuhan tumor, meredakan peradangan, meringankan diabetes dan hipertensi, serta mengurangi gejala maag. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan mengenai klaim ini.

3. Gaharu

Gaharu (Aquilaria spp.) merupakan bahan yang banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional. Penelitian menemukan bahwa gaharu memiliki manfaat sebagai antialergi, antiradang, antinyeri, antikanker, dan antibakteri. Tanaman ini juga berkhasiat sebagai antioksidan, pengusir nyamuk, dan obat pencahar.

4. Purwoceng

Purwoceng adalah tanaman asal Indonesia yang banyak tumbuh di dataran tinggi. Dalam pengobatan tradisional, purwoceng sudah lama dikenal sebagai afrodisiak atau pembangkit gairah seksual karena dapat meningkatan testosteron. Selain itu, purwoceng juga bermanfaat sebagai antibakteri, antijamur, dan pereda nyeri.

5. Daun neem

Neem memiliki manfaat sebagai antijamur, terutama jamur penyebab kurap, kutu air, dan keputihan. Tanaman herbal ini juga memiliki sifat antibakteri, antioksidan, dan antiradang, serta mampu mencegah pertumbuhan kanker.

Daun neem juga diduga baik untuk memelihara kesehatan organ hati dan saraf, serta membantu proses penyembuhan luka.

6. Jintan hitam

Beberapa penelitian menyatakan bahwa jintan hitam berpotensi mengatasi beberapa masalah kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, asma, kolesterol tinggi, dan kanker. Jintan hitam juga memiliki efek diuretik, antibakteri, antiradang, dan antinyeri, serta baik untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan saluran cerna.

Meski demikian, beragam efek tersebut sejauh ini baru terlihat pada penelitian di laboratorium atau studi klinis berskala kecil. Oleh karena itu, efektivitas dan keamanan jintan hitam sebagai obat masih perlu diteliti lebih lanjut.

7. Temulawak

Temulawak diketahui memiliki khasiat antiradang, antihipertensi, antidiuretik, antijamur, antibakteri, dan antioksidan. Selain itu, temulawak juga diduga mampu meningkatkan nafsu makan dan mengatasi gangguan kandung empedu, hati, serta gangguan pencernaan.

8. Serai

Dalam pengobatan tradisional, serai biasa diminum sebagai jamu, dioleskan ke kulit, atau dihirup sebagai aromaterapi. Minyak serai dalam minyak kutus kutus juga bermanfaat sebagai antijamur dan antiperadangan.

Selain itu, serai juga bermanfaat melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesehatan kulit, dan mencegah anemia.

Meski demikian, Anda dianjurkan untuk tidak menggunakan minyak kutus-kutus secara berlebihan. Penggunaan minyak kutus kutus dalam jangka pendek masih dikatakan aman, tetapi pemakaian jangka panjang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya iritasi kulit. Oleh karena itu, gunakan minyak ini secukupnya.

Selain itu, penggunaan minyak kutus kutus pada sebagian orang bisa memicu reaksi alergi. Apabila Anda baru menggunakannya pertama kali, sebaiknya oleskan sedikit minyak lebih dulu di lengan. Diamkan selama 24 jam, jika muncul gatal-gatal, bentol, dan kemerahan, jangan melanjutkan penggunaan minyak ini.

Sebelum memilih obat herbal, termasuk minyak kutus kutus, apalagi untuk mengatasi penyakit tertentu, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pastikan pula obat herbal yang Anda pilih sudah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).