Tidak sedikit orang yang menggunakan minyak sanga sanga untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Minyak herbal ini terbuat dari minyak kelapa, minyak esensial, dan berbagai jenis tanaman obat. Namun, bagaimana khasiat minyak sanga sanga dari sisi ilmiah? Mari simak pembahasannya.
Cara menggunakan minyak sanga sanga sama seperti minyak gosok lainnya, yaitu dengan membalurkan ke kulit atau fokus ke bagian tubuh yang bermasalah. Minyak ini dikenal mampu mengobati berbagai penyakit, seperti masuk angin, gatal-gatal, nyeri sendi, memperbaiki metabolisme tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga stamina.
Kandungan dan Khasiat Minyak Sanga Sanga
Ada berbagai macam kandungan dalam minyak sanga sanga yang berkhasiat meredakan berbagai penyakit, di antaranya:
1. Minyak kelapa
Minyak kelapa mengandung asam lemak, seperti asam laurat, asam kaprat, asam linoleat, dan asam oleat. Jenis minyak ini memiliki efek antibakteri, antijamur, dan antivirus. Selain itu, kandungan emolien yang tinggi pada minyak kelapa bisa membuat kulit menjadi lembap dan lebih elastis.
2. Jahe
Jahe (Zingiber officinale) merupakan salah satu tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai pengobatan tradisional di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kandungan senyawa aktif, seperti gingerol, shogaol, dan zingerone, diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang bermanfaat bagi kesehatan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meredakan nyeri otot dan sendi, mengurangi peradangan, memberikan sensasi hangat pada tubuh, serta membantu meredakan mual dan keluhan masuk angin.
Meski demikian, manfaat jahe dapat berbeda pada setiap orang dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung beberapa klaim kesehatan lainnya. Namun, jahe tetap menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam minyak sanga sanga karena dapat membantu meredakan pegal dan nyeri ringan pada otot.
3. Gaharu
Gaharu (Aquilaria spp.) merupakan bahan yang banyak digunakan sebagai pengobatan tradisional. Penelitian menemukan bahwa gaharu memiliki manfaat sebagai antialergi, antiradang, antinyeri, antikanker, dan antibakteri. Tanaman ini juga berkhasiat sebagai antioksidan, pengusir nyamuk, dan obat pencahar.
4. Bunga lawang
Bunga lawang (Illicium verum) merupakan rempah yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Rempah ini mengandung berbagai senyawa aktif, seperti anethole, yang diketahui memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antimikroba.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bunga lawang juga memiliki efek antiradang, sehingga berpotensi untuk menjaga kesehatan kulit dan mendukung proses pemulihan tubuh. Selain itu, aroma hangatnya dapat memberikan sensasi nyaman dan relaksasi saat dioleskan ke kulit.
Inilah sebabnya, bunga lawang digunakan sebagai salah satu bahan dalam minyak sanga sanga untuk memberikan rasa hangat, sekaligus mengurangi rasa pegal atau tidak nyaman pada tubuh.
5. Pala
Pala (Myristica fragrans) merupakan rempah asli Indonesia yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Pala mengandung berbagai senyawa aktif, seperti myristicin, sabinene, dan eugenol, yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiradang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pala berpotensi membantu meredakan nyeri otot dan sendi, mengurangi peradangan, serta memberikan sensasi hangat yang membuat tubuh terasa lebih rileks. Selain itu, kandungan antimikrobanya juga diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri dan jamur.
Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi berbagai manfaat kesehatan pala.
6. Jintan hitam
Beberapa penelitian menyatakan bahwa jintan hitam berpotensi mengatasi beberapa masalah kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, asma, kolesterol tinggi, dan kanker. Jintan hitam juga memiliki efek diuretik, antibakteri, antiradang, dan antinyeri, serta baik untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan saluran cerna.
Meski demikian, beragam efek tersebut sejauh ini baru terlihat pada penelitian di laboratorium atau studi klinis berskala kecil. Oleh karena itu, efektivitas dan keamanan jintan hitam sebagai obat masih perlu diteliti lebih lanjut.
7. Temulawak
Temulawak diketahui memiliki khasiat antiradang, antihipertensi, antidiuretik, antijamur, antibakteri, dan antioksidan. Selain itu, temulawak juga diduga mampu meningkatkan nafsu makan dan mengatasi gangguan kandung empedu, hati, serta gangguan pencernaan.
8. Serai
Serai (Cymbopogon citratus) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, baik sebagai minuman herbal, aromaterapi, maupun obat oles. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif, seperti citral, citronellal, dan geraniol, yang diketahui memiliki sifat antiradang, antijamur, dan antibakteri.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minyak serai berpotensi membantu meredakan peradangan ringan, menghambat pertumbuhan beberapa jenis bakteri dan jamur, serta memberikan sensasi hangat dan aroma yang menenangkan. Oleh karena itu, serai sering digunakan dalam minyak sanga sanga untuk meredakan nyeri otot dan rasa tidak nyaman pada tubuh.
Selain digunakan sebagai bahan minyak sanga sanga, serai juga kerap dikonsumsi sebagai minuman herbal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serai dapat melancarkan pencernaan, menjaga kadar kolesterol, serta mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Berbagai kandungan herbal dalam minyak sanga sanga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut dapat meredakan pegal dan nyeri otot, memberikan sensasi hangat, serta membuat tubuh terasa lebih rileks.
Minyak sanga sanga telah terdaftar di BPOM, sehingga kualitas dan keamanannya lebih terjamin. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, gunakanlah sesuai petunjuk pada kemasan dengan mengoleskannya secukupnya pada area tubuh yang terasa pegal atau tidak nyaman, lalu pijat secara perlahan hingga minyak meresap.
Perlu diingat, hindari mengoleskan minyak sanga sanga pada luka terbuka, kulit yang sedang mengalami iritasi, atau area mata dan mulut. Jangan lupa cuci tangan setelah menggunakannya, kecuali jika minyak sanga sanga memang dioleskan pada tangan.
Apabila keluhan pegal, nyeri otot, atau nyeri sendi tidak kunjung membaik, makin berat, atau disertai gejala lain, seperti bengkak, kemerahan, demam, atau sulit menggerakkan anggota tubuh, sebaiknya konsultasikan melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
