Perut begah setelah mengonsumsi makanan tertentu memang membuat tidak nyaman. Meski pada umumnya kondisi ini tidak berisiko, namun perut begah yang terasa secara terus-menerus dapat menjadi gejala penyakit berbahaya.

Perut begah umumnya disebabkan oleh udara yang tertelan atau gas yang terbentuk saat proses mencerna makanan. Keluhan perut begah juga umum terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Untuk mencegah kondisi ini, biasakan untuk membatasi makanan berlemak, serta mulai mengonsumsi makanan kaya serat dan probiotik.

Memilah Langkah Mencegah Perut Begah - Alodokter

Penyebab dan Penanganan Perut Begah

Perut begah akibat udara yang tertelan ini dapat terjadi karena beberapa penyebab. Berikut ini adalah penyebab yang umum dari perut begah beserta solusi yang dapat diterapkan.

Konstipasi

Jika konstipasi atau sembelit adalah masalah yang menjadi penyebab Anda merasakan perut begah, cobalah untuk:

  • Mengonsumsi banyak cairan dan makanan kaya serat.
  • Lebih banyak bergerak aktif, seperti berjalan kaki 20-30 menit tiap hari, dapat memperlancar kerja usus.

Intoleransi makanan

Intoleransi makanan tertentu dapat menyebabkan perut begah ketika ada gas dari makanan yang terjebak di dalam perut, usus tidak sepenuhnya kosong, atau jika terlalu banyak gas yang diproduksi sebagai reaksi atas masuknya makanan yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh. Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat memicu perut begah, dan perlu dihindari.

  • Sayur dan buah tertentu yang mengandung gula dapat menyebabkan perut begah, seperti kacang,  brokoli, bawang bombai, kol, dan tauge. Meski demikian, pastikan Anda tidak mengurangi porsi serat harian.
  • Pemanis buatan, seperti sorbitol, dan fruktosa, serta pemanis alami, susah atau tidak dapat dicerna oleh tubuh. Batasi konsumsi makanan yang mengandung pemanis ini untuk mencegah perut begah.
  • Susu dan produk olahan susu dapat menyebabkan perut begah jika Anda mengalami intoleransi laktosa.
  • Bahan makanan biji-bijian utuh yang direkomendasikan untuk kesehatan terkadang dapat menyebabkan perut begah.

Perut kembung

Angin dapat masuk dan menyebabkan kembung dan perut begah saat Anda melakukan aktivitas tertentu. Oleh karenanya, perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Hindari makan sambil bicara di saat yang bersamaan.
  • Duduklah saat makan.
  • Batasi mengunyah permen dengan mulut terbuka.
  • Kurangi konsumsi minuman bersoda.
  • Makanlah secara perlahan-lahan.
  • Minimalkan minum menggunakan sedotan.
  • Hindari merokok karena juga menghirup udara.

Penyakit Celiac

Penyakit ini adalah gangguan pencernaan saat usus tidak dapat menyerap gluten, protein yang terkandung di dalam tepung, dan biji-bijian termasuk gandum. Jika kondisi ini yang menjadi masalah, maka sebaiknya Anda mengonsumsi makanan yang bebas gluten.

Ini karena mengonsumsi makanan yang mengandung gluten berisiko menyebabkan diare, kelelahan, dan sakit perut bagian atas pada mereka yang tidak bisa mencerna gluten. Untuk diagnosis yang lebih tepat, Anda dapat berkonsultasi pada dokter bila mengalami gejala-gejala di atas saat mengonsumsi makanan mengandung gluten.

Sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome)

Sindrom iritasi usus adalah gangguan usus yang umum terjadi, namun sulit untuk dideteksi. Perut begah, konstipasi, dan nyeri pada perut bagian atas adalah gejala yang umumnya terasa pada pengidap sindrom iritasi usus. Menurut penelitian, kondisi ini dapat diakibatkan oleh perubahan hormon, stres, dan gangguan sinyal saraf.

Sejauh ini tidak ada pencegahan atau pengobatan untuk menyembuhkan kondisi ini. Tetapi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meringankan gejala sindrom iritasi usus. Langkah tersebut yaitu dengan berhenti merokok, kurangi stres, hindari konsumsi kafein dan sayuran seperti kol dan kacang, serta rutin olahraga.

Hepatitis

Perut terasa begah atau panas juga merupakan salah satu gejala dari hepatitis A, B, C, D, maupun E. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyebabkan peradangan pada organ hati Anda, dan dapat mengganggu fungsi hati serta metabolisme tubuh, seperti pencernaan lemak dan penyaringan racun. Untuk pencegahan penyakit ini, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari perilaku berisiko, seperti berhubungan seks tanpa pengaman atau berbagi pakai jarum suntik. Selain itu, lakukan vaksinasi hepatitis B untuk melindungi diri dari penyakit hepatitis B.

Umumnya, perut begah dapat diatasi sendiri dengan pola makan yang sehat dan menjauhi makanan yang dapat menyebabkan perut begah. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika perut begah menjadi gejala yang menetap dan tidak kunjung sembuh. Waspadai pula jika perut begah disertai gejala lain, seperti demam, diare, penurunan berat badan, nyeri perut, dan BAB berdarah. Jika Anda merasakan gejala tersebut, berkonsultasilah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan penanganan.