Mengurangi Polusi Udara di Kota

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan polusi di kota, terutama polusi udara. Saat ini kualitas udara di banyak kota besar di dunia belum memenuhi standar kesehatan dunia, termasuk kota-kota di Indonesia.

Kesadaran bahaya polusi di kota haruslah ditingkatkan karena polusi udara dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi warganya untuk terkena gangguan pernapasan dan sejumlah masalah kesehatan lain

Thermal power plant. Winter

Kualitas Udara yang Tidak Sehat

Ibukota Jakarta misalnya, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan September 2017, tingkat polusi di kota Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan sudah berada di ambang tidak sehat karena tingkat kualitas udara di tempat tersebut sudah berada diambang yang dapat merugikan kesehatan manusia. Sedangkan pada wilayah Jakarta Timur terbilang berada diambang sedang, dan Jakarta Utara berada diambang aman untuk tingkat polusi udaranya.

Batas kualitas udara sehat menurut badan kesehatan dunia adalah tidak lebih dari 20 μg/m³, yaitu konsentrasi partikel halus dari PM10 (10 mikron partikel atau kurang) yang terdapat dalam tiap meter kubik udara.

Meminimalkan Paparan Polusi Udara di Jalan

Untuk meminimalkan polusi udara di kota, Anda bisa melakukan perubahan dalam hal berkendara, seperti:

  • Beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Polusi dan kemacetan terjadi karena sebagian besar kendaraan pribadi di jalan raya hanya diisi oleh satu orang. Dengan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, maka akan ada lebih sedikit asap kendaraan yang mencemari udara.

  • Bersepeda atau berjalan kaki.

Bersepeda dan berjalan kaki adalah cara mudah bepergian dalam jarak dekat tanpa polusi dan sekaligus menyehatkan. Namun, saat berjalan kaki atau bersepeda disarankan menghindari jalan dengan mobilitas lalu lintas yang tinggi terutama pada jam-jam sibuk.

  • Menutup jendela kendaraan.

Untuk mengatasi polusi udara di dalam mobil pribadi Anda, tutuplah jendela dengan rapat saat berada di jalan yang padat.

  • Menghindari asap penyebab polusi.

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda tertutama jika kendaraan di depan merupakan truk diesel dengan asap kendaraan yang dapat mencemarkan udara. Jika berada di belakang kendaraan seperti ini, menepilah sebentar dan biarkan mereka jauh dari Anda.

  • Merawat mesin kendaraan.

Rawatlah kendaraan yang Anda miliki. Sebab, kendaraan yang tidak terawat dengan baik lebih berisiko untuk mencemarkan udara di sekelilingnya. Ingat, polusi udara bahkan dapat berada di dalam kendaraan.

  • Menghindari berkendara pada jam sibuk.

Jika ada keperluan yang tidak terlalu mendesak, hindari berpergian pada jam-jam sibuk untuk meminimalisir terpapar polusi. Jika pun harus keluar pada jam sibuk, disarankan untuk memilih jalan yang tidak terlalu padat dengan jumlah lampu lalulintas yang cenderung lebih sedikit.

Mencegah Polusi Udara di Rumah

Selain melakukan perubahan dari segi berkendara, untuk mencegah polusi udara, Anda juga dapat melakukan hal sederhana di rumah untuk menanggulangi polusi udara dalam ruangan, dan menciptakan udara yang lebih segar seperti:

  • Membuat taman atau kebun di rumah.

Berkebun di rumah (urban farming) dapat membuat udara di sekitar rumah lebih segar. Untuk menyiasati lahan terbatas, tanaman tidak harus ditanam di media tanah, tapi bisa juga dengan sistem hidroponik. Jika semua orang melakukannya, maka kualitas udara di kota diharapkan akan membaik.

  • Tidak merokok di dalam rumah.

Jadikan rumah Anda bebas dari asap rokok. Sebab, dalam asap rokok terkandung setidaknya 4.000 bahan kimia yang mempu mencemarkan udara. Selain menyebabkan polusi, asap rokok juga dapat meningkatkan risiko anak terkena infeksi telinga, pernapasan, asma, kanker dan sindrom kematian bayi mendadak atau (SIDS)

Selain itu masih banyak cara-cara untuk mengurangi polusi di dalam rumah.

Jika cara-cara sederhana di atas dilakukan secara konsisten oleh semua orang, maka polusi di kota, terutama polusi udara, secara perlahan akan berkurang. Dengan demikian, menghirup udara bersih dan bernapas lebih lega di jam berangkat atau pulang kantor bukanlah lagi hal yang mustahil.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi