Polusi udara masih menjadi masalah tersendiri di daerah perkotaan. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi polusi udara di kota. Tidak hanya melindungi diri sendiri, cara tersebut juga dapat melindungi orang lain dari bahaya polusi udara.

Bagi Anda yang bekerja atau bertempat tinggal di daerah perkotaan, polusi udara bukanlah hal yang asing ditemui. Munculnya polusi atau pencemaran udara di wilayah perkotaan umumnya berasal dari asap kendaraan, asap rokok, limbah pabrik, debu, dan kabut asap hasil kebakaran hutan.

6 Langkah Sederhana untuk Mengurangi Polusi Udara di Kota - Alodokter

Kualitas udara yang tidak sehat ini tidak boleh disepelekan, sebab dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, iritasi mata dan kulit, kanker paru-paru, hingga kematian.

Cara Mengurangi Polusi Udara di Kota

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi polusi udara di kota, di antaranya:

1. Beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum

Asap dari kendaraan pribadi merupakan salah satu penyumbang utama kemacetan dan polusi udara di kota. Dengan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, pencemaran udara akibat asap kendaraan pun bisa dikurangi.

Sementara itu, jika perjalanan Anda memang membutuhkan kendaraan pribadi, pastikan mesin kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan. Untuk mengetahui kinerja mesin kendaraan, Anda bisa melakukan uji emisi di bengkel-bengkel terdekat.

2. Bersepeda dan berjalan kaki

Bersepeda atau berjalan kaki merupakan cara mudah yang bisa dilakukan saat ingin bepergian dalam jarak dekat. Selain tidak menghasilkan polusi, bersepeda dan berjalan kaki juga baik untuk kesehatan tubuh.

Meski demikian, Anda disarankan untuk menghindari jalan raya atau jalan yang ramai dan padat saat berjalan kaki atau bersepeda guna menghindari paparan polusi asap kendaraan.

3. Tidak membakar sampah

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa membakar sampah dapat mengurangi masalah timbunan sampah. Padahal, kebiasaan buruk ini merupakan salah satu penyebab pencemaran udara.

Asap hasil pembakaran sampah berbahaya bagi kesehatan tubuh karena mengandung zat-zat beracun.

Paparan asap pembakaran sampah atau kabut asap dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran penapasan, gangguan jantung dan paru-paru, PPOK, serta kanker.

4. Menghentikan kebiasaan merokok

Asap rokok merupakan salah satu sumber polusi udara yang tidak boleh dianggap sepele. Hampir sama dengan asap pembakaran sampah, asap rokok juga mengandung beragam jenis bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan polusi udara.

Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi polusi saja, tetapi juga baik untuk melindungi diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda dari berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh asap rokok, seperti penyakit jantung, asma, bronkitis, dan kanker.

5. Membatasi pemakaian listrik

Tenaga listrik di Indonesia kebanyakan masih diperoleh dari mesin pembangkit listrik yang menggunakan minyak atau batu bara, sehingga menciptakan banyak asap dan polusi.

Oleh karena itu, untuk mengurangi polusi udara di kota, Anda bisa membatasi pemakaian listrik guna mengurangi emisi pembangkit listrik penyebab pencemaran udara tersebut.

Anda bisa mulai membatasi penggunaan listrik dari hal-hal kecil, seperti tidak menggunakan lampu pada siang hari dan mematikan alat elektronik bila tidak digunakan.

6. Memelihara lebih banyak tanaman

Jika memungkinkan, Anda juga bisa mengurangi polusi dengan cara memperbanyak tanaman di dalam rumah atau berkebun di sekitar rumah. Tanaman akan melepaskan oksigen dan menarik karbon dioksida dari udara, sehingga udara di dalam rumah dan lingkungan sekitarnya menjadi lebih segar.

Anda dapat mencoba menanam beberapa jenis tanaman hias yang diketahui mampu mengurangi polusi udara, seperti lidah mertua, karet kebo, palem bambu, dan spider plant.

Selain 6 cara di atas, masih ada banyak cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi polusi udara dari dalam rumah, di antaranya:

  • Batasi penggunaan pengharum ruangan berbahan kimia.
  • Bersihkan lantai secara rutin menggunakan sapu, kain pel, atau vacuum cleaner.
  • Bersihkan seluruh perabot dan furnitur di dalam rumah secara rutin menggunakan lap basah.
  • Hindari penggunaan produk pembersih rumah tangga berbahan kimia keras.
  • Gunakan penyaring udara, seperti air purifier atau humidifier.

Jika cara-cara sederhana di atas dilakukan secara konsisten, polusi udara di kota pun akan berkurang secara perlahan. Dengan demikian, udara akan kembali bersih dan segar untuk dihirup.

Bila Anda terlalu sering terpapar polusi udara di kota dan sering mengalami keluhan tertentu, seperti batuk yang tak kunjung sembuh, sakit kepala, sesak napas, dan pilek, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.