Pusing saat hamil merupakan kondisi yang cukup sering terjadi selama masa kehamilan, terutama trimester awal. Meski terkesan ringan, keluhan ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, Bumil tidak perlu khawatir, karena ada beragam cara untuk mengatasinya, kok.

Pusing di awal kehamilan dapat terjadi akibat peningkatan hormon progresteron yang berfungsi untuk mengendurkan dan melebarkan otot di dinding pembuluh darah. Aktivitas ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dari ibu ke janin.

8 Cara Mengatasi Pusing Saat Hamil - Alodokter

Namun, darah yang kembali dari janin ke ibu terkadang bisa melambat dan menyebabkan penurunan tekanan darah. Ketika tekanan darah menurun, aliran darah ke otak pun akan berkurang dan hal ini bisa menimbulkan keluhan pusing yang bersifat sementara.

Berbagai Penyebab Pusing Saat Hamil

Meski lebih sering terjadi di trimester awal, pusing saat hamil juga dapat dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

Pembesaran ukuran rahim

Pada trimester kedua, pertumbuhan dan perkembangan janin menyebabkan ukuran rahim semakin besar.

Hal ini membuat rahim mendorong dan menekan pembuluh darah di sekitarnya, sehingga aliran darah ke jantung dan otak sedikit berkurang. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ibu hamil sering merasa pusing.

Terlalu lama berbaring

Pusing akibat terlalu lama berbaring biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Pada kondisi ini, pusing bisa disebabkan oleh aliran darah yang berkurang akibat penekanan pembuluh darah utama yang membawa darah ke jantung.

Dengan begitu, sirkulasi darah ke otak pun menjadi berkurang sehingga menyebabkan pusing.

Morning sickness

Pusing juga banyak dialami oleh ibu hamil yang mengalami morning sickness, yaitu kondisi ketika ibu hamil mengalami mual dan muntah. Apabila muntah terjadi terus-menerus, ibu hamil bisa mengalami kekurangan gula darah dan dehidrasi, sehingga muncul keluhan pusing.

Anemia

Kurang darah atau anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami ibu hamil. Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai hal, misalnya kekurangan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12.

Selain menimbulkan keluhan pusing, anemia juga bisa membuat ibu hamil merasa lunglai, cepat lelah, dan pucat. Anemia yang tidak diobati dengan baik selama kehamilan bisa membuat janin mengalami gangguan tumbuh kembang atau bahkan lahir prematur.

Kondisi medis tertentu

Tak hanya anemia, ada juga beberapa kondisi lain yang dapat memicu munculnya gejala pusing saat hamil, seperti diabetes gestasional, hipertensi gestasional, keguguran, preeklamsia, asma, atau infeksi.

Selain berbagai penyebab di atas, keluhan pusing saat hamil juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti kelelahan, aktivitas fisik terlalu berat, stres, dan kurang tidur.

Cara Mengatasi Pusing Saat Hamil

Ada beberapa cara mengatasi pusing saat hamil yang bisa Bumil lakukan di rumah, yaitu:

1. Konsumsi makanan kaya zat besi

Zat besi merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Oleh karena itu, untuk mencegah dan mengatasi anemia, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, ikan, biji-bijian, dan dan kacang-kacangan.

Saat mengonsumsi makanan tersebut, pastikan untuk mengolah dan memasaknya hingga matang sepenuhnya, ya. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan penyakit yang dapat menular dari makanan mentah, seperti demam tifoid dan infeksi toxoplasma.

2. Terapkan pola makan secara teratur

Tak hanya rutin mengonsumsi makanan sehat, Bumil juga perlu makan secara teratur agar kadar gula darah tetap stabil. Idealnya, setiap ibu hamil dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit, tetapi sering.

Hindari makan dalam porsi terlalu banyak karena bisa saja membuat Bumil merasa mual. Hindari pula konsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gula atau lemak.

3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

Minum air putih yang cukup selama kehamilan perlu dilakukan setiap hari agar Bumil terhindar dari dehidrasi. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan minuman berkarbonasi, karena jenis minuman ini bisa membuat Bumil merasa mual atau pusing.

4. Pastikan tubuh selalu aktif bergerak

Agar aliran darah tetap lancar, Bumil perlu rutin bergerak dan berolahraga. Jika pekerjaan Bumil lebih banyak duduk, cobalah untuk berjalan sesekali atau lakukan stretching.

Namun, tetap berhati-hati karena Bumil mungkin sulit menjaga keseimbangan tubuh, terutama pada trimester akhir kehamilan.

5. Hindari berbaring telentang terlalu lama

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, telentang dalam waktu lama akan menyebabkan tertekannya pembuluh darah utama yang membawa darah kembali ke jantung sehingga menghambat sistem sirkulasi. Berbaring menyamping saat hamil memang sulit, tetapi Bumil jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan, ya.

6. Hindari mandi air hangat terlalu lama

Ibu hamil boleh saja mandi atau berendam air hangat, tetapi sebaiknya jangan terlalu lama. Agar lebih aman, Bumil sebaiknya mandi air hangat cukup selama 10 menit saja.

Jika Bumil mandi air hangat atau sauna terlalu lama, hal ini berisiko menyebabkan kenaikan suhu tubuh, sehingga membuat Bumil rentan dehidrasi dan pusing karena kekurangan cairan tubuh.

7. Hentikan kebiasaan merokok

Merokok selama hamil dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan eklamsia. Tak hanya itu, bahaya rokok saat hamil juga akan memberi dampak bagi kesehatan janin, mulai dari bayi lahir prematur hingga cacat lahir pada bayi.

8. Kurangi stres

Stres dan rasa cemas saat hamil juga kerap menjadi penyebab pusing saat hamil. Oleh karena itu, Bumil perlu mengelola stres dengan baik agar tidak sering merasa pusing. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan relaksasi, mencoba latihan pernapasan, atau berolahraga ringan.

Selain itu, Bumil juga perlu tidur yang cukup, yaitu sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh bisa memperoleh energi yang cukup.

Jangan lupa untuk kontrol kehamilan secara rutin sesuai anjuran dokter dan mengonsumsi suplemen kehamilan yang telah diresepkan dokter.

Meski pusing ketika hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal, biasanya gejala ini bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

Bila berbagai cara di atas belum efektif untuk mengatasi pusing saat hamil atau keluhan disertai gejala lain, seperti kulit pucat, bibir kering, diare, demam, hingga pingsan, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.