Susu ibu hamil adalah susu yang dibuat khusus agar kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Susu ini sangat baik untuk menjaga kesehatan ibu hamil serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin.

Tidak sedikit ibu hamil yang mengalami morning sickness sehingga tidak nafsu makan. Padahal, menerapkan pola makan yang sehat selama kehamilan sangat penting untuk mencukupi asupan nutrisi ibu hamil dan janin.

Mengenal Susu Ibu Hamil, Pelengkap Nutrisi Kehamilan Bumil - Alodokter

Bumil membutuhkan beragam nutrisi, termasuk vitamin dan mineral, dalam jumlah yang lebih banyak daripada sebelum hamil. Oleh karena itu, agar tidak kekurangan nutrisi penting, Bumil dianjurkan untuk minum susu ibu hamil, apalagi jika Bumil mengalami kesulitan untuk makan yang cukup.

Ini Manfaat Susu Ibu Hamil

Seperti telah dikatakan sebelumnya, susu ibu hamil memberikan manfaat bukan hanya untuk ibu hamil sendiri, tetapi juga untuk janin dalam kandungannya. Berikut adalah beragam manfaat susu ibu hamil:

Manfaat untuk ibu hamil

Tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan yang membuat kebutuhan nutrisi tertentu meningkat. Sebagai contoh, kebutuhan kalsium saat hamil naik menjadi 2 kali lipat jika dibandingkan dengan saat tidak hamil. Nah, susu ibu hamil bisa menambah asupan nutrisi ini.

Jika asupan nutrisi tertentu tidak cukup bagi janin, nutrisi ini akan diambil dari tubuh ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan janin. Apabila hal ini berlangsung secara terus-menerus, bukan tidak mungkin ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis dan kekurangan nutrisi tertentu yang bisa menyebabkan beragam penyakit, seperti osteoporosis atau anemia.

Selain itu, kandungan nutrisi yang lengkap pada susu ibu hamil dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan atau komplikasi dalam kehamilan, seperti preeklamsia dan hipertensi selama kehamilan yang bisa dihindari berkat kandungan kalsium dalam susu ibu hamil.

Manfaat untuk janin di dalam kandungan

Janin mendapatkan asupan nutrisi dari ibunya. Bila asupan nutrisi ibu hamil sendiri tidak cukup, misalnya karena sulit makan atau tidak suka mengonsumsi makanan tertentu, maka janinnya bisa kekurangan nutrisi.

Dengan mengonsumsi susu ibu hamil, kondisi tersebut bisa dihindari karena susu ini melengkapi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil, baik dalam hal jumlah maupun jenisnya.

Jika asupan nutrisi cukup, pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan juga bisa optimal, sehingga bayi dapat terhindar dari kecacatan, kelahiran prematur, maupun berat badan yang rendah saat lahir.

Tidak hanya itu, asupan nutrisi yang cukup selama janin di dalam kandungan juga akan mencegahnya mengalami stunting setelah dilahirkan, lho. Pembentukan dan perkembangan organ-organ tubuh janin yang optimal selama ia dikandung dapat membuatnya tumbuh menjadi anak yang kuat, tidak gampang sakit, dan cerdas.

Daftar Nutrisi Penting yang Dibutuhkan Selama Kehamilan

Agar bayi terlahir sehat, ibu hamil perlu mengonsumsi makanan bergizi dengan kandungan nutrisi yang lengkap. Kebutuhan nutrisi ibu hamil umumnya dibagi menjadi nutrisi makro dan mikro.

Nutrisi makro dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak. Contohnya adalah protein dan lemak. Sementara, nutrisi mikro dapat tercukupi dalam jumlah yang sedikit. Contohnya adalah vitamin dan mineral.

Berikut adalah beberapa nutrisi yang perlu dilengkapi selama kehamilan:

1. Protein

Protein berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan tubuh janin, termasuk sel-sel otaknya. Sedangkan pada tubuh ibu hamil, protein akan membantu pertumbuhan jaringan payudara dan rahim, serta meningkatkan suplai darah.

Selain dari susu ibu hamil, asupan protein dapat Bumil dapatkan daging atau hati ayam dan sapi, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

2. Lemak

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan lemak. Namun, lemak yang dibutuhkan adalah lemak baik, seperti asam lemak omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak ini berperan penting dalam pertumbuhan otak, saraf, dan mata bayi, baik sebelum maupun sesudah bayi lahir.

Lemak juga dibutuhkan untuk pertumbuhan plasenta (ari-ari) dan jaringan tubuh lainnya. Asupan lemak yang cukup dapat menurunkan risiko terjadinya kelahiran prematur dan depresi setelah melahirkan atau baby blues.

Makanan yang merupakan sumber lemak baik antara lain kacang-kacangan, alpukat, dan ikan salmon.

3. Asam folat

Asam folat dianjurkan untuk dikonsumsi sejak Bumil merencanakan kehamilan dan selama hamil. Asam folat berperan dalam pembentukan sel-sel tubuh sehingga sangat dibutuhkan saat kehamilan.

Asam folat dapat mengurangi risiko terjadinya cacat lahir, termasuk kecacatan dalam pembentukan tabung saraf janin yang bisa memengaruhi otak serta saraf tulang belakangnya. Selain itu, asam folat juga membantu produksi sel darah merah yang jumlahnya meningkat selama kehamilan.

Bumil bisa mendapatkan asam folat dari bayam, kubis, selada, oatmeal, mangga, jeruk, stroberi, dan tomat. Nutrisi ini juga banyak terdapat dalam susu ibu hamil maupun susu untuk program hamil.

4. Zat besi

Peranan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan mencegah anemia sangatlah penting selama kehamilan. Bila ibu hamil mengalami anemia defisiensi besi, bayinya lebih berisiko untuk lahir prematur atau lahir dengan berat badan yang rendah.

Beberapa makanan yang kaya akan zat besi adalah hati ayam dan hati sapi, biji-bijian, oatmeal, dan sea food. Namun, biasanya dokter juga akan memberikan suplemen zat besi untuk ibu hamil.

5. Kalsium

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, kalsium memiliki manfaat yang luar biasa bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya. Selain membantu pembentukan gigi dan tulang bayi, kalsium juga berperan dalam kerja jantung, saraf, otot, dan hormon bayi.

Bila kekurangan kalsium, Bumil berisiko terkena osteoporosis dan lebih mudah mengalami patah tulang. Bumil juga akan sering mengalami mati rasa atau kesemutan pada jari-jari. Sedangkan bayi yang kurang kalsium bisa mengalami pertumbuhan yang lambat.

Selain dari susu, Bumil bisa memperoleh kalsium dari yogurt atau keju, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

6. Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam proses perkembangan organ-organ tubuh janin dalam kandungan. Bagi ibu hamil, vitamin ini mampu membantu perbaikan jaringan setelah persalinan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Untuk memperoleh vitamin ini dari makanan, Bumil bisa mengonsumsi wortel, ubi, bayam, mangga, dan brokoli. Bumil juga bisa mendapatkan asupan vitamin A dari susu ibu hamil. Namun, hindari mengonsumsi suplemen vitamin A, kecuali bila dianjurkan oleh dokter.

7. Vitamin C

Baik ibu hamil dan janin membutuhkan asupan vitamin C yang cukup setiap harinya. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu protein untuk membentuk tulang yang kuat. Makanan sumber vitamin C yang bisa Bumil konsumsi antara lain kiwi, jeruk, anggur, stroberi, brokoli, dan bayam.

8. Vitamin D

Vitamin D berperan untuk menjaga daya tahan tubuh serta membantu penyerapan dan metabolisme fosfor dan kalsium di dalam tubuh.

Selain dari susu ibu hamil, vitamin D bisa Bumil peroleh dengan mengonsumsi hati sapi, kuning telur, dan keju.

9. Vitamin E

Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan untuk menjaga imunitas tubuh.

Contoh makanan yang kaya akan vitamin E adalah kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, dan sereal yang sudah diperkaya atau difortifikasi oleh vitamin ini.

Susu ibu hamil mengandung beragam nutrisi penting di atas. Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai mengonsumsi susu ibu hamil guna melengkapi asupan nutrisi Bumil, kecuali bila Bumil memang memiliki alergi terhadap susu.

Namun, perlu Bumil ingat bahwa susu ibu hamil hanyalah sebagai pelengkap dan tidak bisa menggantikan asupan nutrisi yang berasal dari makanan. Bumil tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi dan rutin minum vitamin prenatal yang diberikan oleh dokter.

Selain itu, jangan lupa untuk memeriksakan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan sesuai jadwal yang telah ditentukan, agar kesehatan Bumil dan janin dalam kandungan Bumil bisa terpantau dengan baik.