Tidak sesederhana tampaknya, anatomi kulit manusia terdiri dari beberapa lapisan dengan fungsinya masing-masing. Agar tetap berfungsi secara optimal, kulit memerlukan asupan nutrisi. Apa saja? Yuk simak dalam ulasan berikut ini!

Kulit merupakan salah satu organ terbesar pada tubuh manusia yang meliputi hampir seluruh permukaan tubuh. Kulit memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah melindungi otot, tulang dan organ internal. Selain itu, kulit juga berfungsi melindungi tubuh dari kuman, virus, hingga paparan zat kimia, memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, membantu sintesis vitamin D, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Mengenali Lapisan Anatomi Kulit dan Nutrisi Penunjangnya - Alodokter

Lapisan-lapisan Kulit

Meski jarang disadari, kulit merupakan organ dinamis yang terus menerus mengalami perubahan selama seseorang hidup. Lapisan yang ada pada bagian dalam akan menggantikan lapisan luar yang luruh tanpa disadari. Ketebalan kulit masing-masing orang berbeda, tergantung jenis kelamin, usia, dan juga faktor-faktor lain seperti kondisi medis tertentu. Secara umum, kulit pria lebih tebal dibanding kulit wanita, dan kulit anak-anak lebih tipis dibanding kulit orang dewasa.

Berikut struktur anatomi kulit manusia yang terdiri dari tiga lapisan kulit, dimulai dari lapisan terluar:

  • Epidermis

Struktur anatomi kulit manusia yang pertama adalah epidermis. Lapisan epidermis tidak memiliki pembuluh darah. Pasokan nutrisi dan pembuangan diperoleh dari lapisan yang lebih dalam, yaitu dermis. Epidermis sendiri terdiri dari beberapa lapisan sel yang disebut stratum, yaitu:

  • Stratum korneum. Lapisan ini terdiri dari sel tanduk keras yang terbentuk dari keratin. Lapisan terluar kulit ini berfungsi untuk menyerap air dan melindungi lapisan kulit yang lebih dalam.
  • Stratum lusidum. Merupakan lapisan tipis yang hanya terdapat pada kulit tebal di telapak tangan dan kaki. Lapisan ini berfungsi meredam gesekan antara lapisan epidermis.
  • Stratrum granulosum. Merupakan lapisan ketiga dari epidermis, yang berfungsi untuk membentuk sel-sel pelindung kulit.
  • Stratum spinosum. Merupakan bagian epidermis yang berperan dalam menciptakan keratin, yaitu bahan pembentukan sel kulit, rambut, dan kuku.
  • Stratum basale. Merupakan lapisan terdalam di epidermis yang aktif membentuk sel kulit. Pada lapisan ini terdapat melanosit, yaitu sel pembentuk warna kulit (pigmen) yang berfungsi melindungi kulit dari radiasi sinar

Dalam anatomi kulit, di bagian epidermis juga terdapat sel Langerhans yang berperan sebagai bagian dari sistem imunitas kuilt, dan sel Merkel yang berfungsi membuat kulit sensitif terhadap sentuhan.

  • Dermis

Lapisan kedua dalam struktur anatomi kulit manusia adalah dermis. Dermis berfungsi untuk mendukung epidermis, dan memiliki struktur yang lebih kompleks. Struktur penyusun dermis terdiri dari serat elastis, serat retikular, dan serat kolagen. Selain itu, dermis juga mengandung pembuluh darah bersama dengan ujung saraf, sistem limfatik, kelenjar keringat dan kelenjar minyak, folikel rambut, jaringan penyambung, dan sel imunitas kulit. Dermis berperan penting dalam menjaga kelenturan kulit dan mempertahankan kondisi kulit tetap prima.

  • Hipodermis

Lapisan ketiga dalam struktur anatomi kulit manusia adalah hipodermis. Hipodermis berada di bawah lapisan dermis dan berfungsi melekatkan kulit  dengan otot atau tulang, menyuplai pembuluh darah, dan mempersarafi kulit. Hipodermis sendiri sebenarnya bukan lagi bagian dari lapisan kulit. Pada lapisan ini, terdapat jaringan lemak yang menjadi bantalan dan isolasi panas tubuh.

Nutrisi Pendukung Kulit

Selain mengenali struktur anatomi kulit, penting juga bagi Anda mengetahui nutrisi apa saja yang dapat menjaga kesehatan setiap lapisan kulit. Kulit membutuhkan nutrisi agar tetap berfungsi optimal, dan perubahan asupan nutrisi dapat memengaruhi kondisi kulit.

Jadi, nutrisi apa yang dapat mendukung kesehatan kulit?

  • Vitamin
    Vitamin A akan membantu proses pembentukan keratin di lapisan terluar kulit, mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, dan juga mengurangi kerutan.
    Vitamin C sebagai antioksidan akan membantu proses sintesis kolagen dan melindungi kulit dari paparan sinar UV.
    Vitamin E membantu kulit menghadapi kerusakan akibat radikal bebas dan melindungi dari paparan sinar matahari.
    Vitamin D akan membantu sistem imunitas dan proses perbaikan kulit.
  • Antioksidan
    Untuk mengendalikan kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh radikal bebas, Anda bisa memasukkan beberapa makanan yang mengandung antioksidan ke dalam menu harian Anda. Banyak jenis buah dan sayuran yang kaya akan antioksidan, contohnya adalah stroberi, bluberi, bayam, segala jenis paprika.
  • Asam lemak omega-3
    Asam lemak Omega-3 juga penting untuk menjaga lapisan luar kulit tetap kuat. Kandungan ini bisa Anda dapatkan dari salmon, sarden, dan kacang kenari.

Menjaga kesehatan tiap lapisan dalam anatomi kulit, dapat dilakukan dengan mencukupi nutrisi pendukungnya. Sebisa mungkin, hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari. Konsultasikan dengan dokter kulit, bila mengalami keluhan pada kulit.