Bronkitis adalah infeksi atau peradangan yang terjadi pada saluran udara utama ke paru-paru atau yang disebut bronkus. Bronkitis pada anak bisa terjadi ketika infeksi bakteri atau virus penyebab flu, batuk, dan sinusitis menyebar sampai ke bronkus.

Ketika bakteri atau virus sudah berdiam dan berkembang biak dalam bronkus, maka saluran udara akan membengkak, meradang, dan dipenuhi lendir. Selain bakteri dan virus, bronkitis pada anak juga bisa disebabkan oleh alergi dan iritasi oleh karena asap polusi, asap rokok, dan debu.

Mengobati Penyakit Bronkitis pada Anak - Alodokter

Seperti Apa Gejala-gejalanya

Bronkitis yang bersifat akut akan memunculkan beberapa gejala berikut.

  • Batuk-batuk yang berlangsung selama lima hari atau lebih.
  • Keluar dahak bening, putih, kuning, atau hijau.
  • Dada terasa sakit, atau muncul nyeri saat batuk.
  • Tidak selalu disertai demam, meski demam ringan mungkin sesekali muncul.

Pada kondisi tertentu, anak harus segera mendapat pertolongan dokter, yaitu bila  ada demam dengan temperatur di atas 38ºC disertai hilang nafsu makan, sesak napas, dan badan terasa ngilu. Tanda-tanda ini bisa mengartikan anak menderita pneumonia dan membutuhkan dokter untuk mendapatkan pengobatan antibiotik.

Selain akut, bronkitis pada anak juga ada yang bersifat kronis. Bronkitis kronis pada anak memiliki gejala-gejala seperti di bawah ini:

  • Anak mengalami batuk terus-menerus yang disertai dengan keluarnya dahak berwarna bening, putih, kuning, atau hijau paling sedikit terjadi selama tiga bulan dalam setahun atau lebih dari dua tahun berturut-turut.
  • Anak kadang-kadang mengalami mengi atau napas yang berbunyi (wheezing) dan sesak napas.
  • Merasa sangat

Bagaimana Cara Mengobatinya?

Kasus bronkitis akut pada anak, kebanyakan dapat sembuh sendiri dalam dua minggu tanpa pengobatan. Namun dalam situasi tertentu, dokter kemungkinan akan memberikan resep. Mintalah penjelasan jika dokter meresepkan beberapa obat berikut:

  • Antibiotik

Kebanyakan bronkitis pada anak disebabkan oleh virus sehingga pemberian antibiotik akan sia-sia. Namun jika penyebabnya adalah bakteri, maka antibiotik adalah jawaban yang tepat. Tanyakan hal ini kepada dokter agar pemberian antibiotik tidak sia-sia.

  • Obat batuk

Batuk berdahak memiliki keuntungan bagi anak yang mengidap bronkitis. Batuk jenis ini justru membantu mengeluarkan penyebab iritasi dari paru-paru dan saluran udara. Orang tua dapat memberikan obat batuk pada anak apabila batuk membuat anak tidak dapat tidur. Namun penggunaan obat batuk perlu disesuaikan dengan jenis batuknya. Konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat batuk kepada anak. Sebab, pada usia di bawah 6 tahun, pemberian obat batuk mungkin tidak disarankan.

  • Obat-obatan jenis lain

Kemungkinan obat-obatan lain diperlukan terutama jika anak menderita alergi, asma, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Biasanya, dokter akan merekomendasikan pemakaian inhaler atau obat lainnya untuk meredakan peradangan dan penyempitan di saluran udara.

Selain memerhatikan hal di atas, anak harus diberi cukup cairan agar terhindar dari dehidrasi dan membantu mengencerkan lendir yang menyebabkan penyumbatan saluran napas. Jika anak terus berada di dalam ruangan menggunakan AC, sediakan pelembap ruangan atau humidifier sehingga membantu mempermudah anak untuk bernapas.

Agar hidung anak tidak tersumbat, berikan obat tetes pada hidung untuk memudahkannya bernapas. Usahakan anak cukup tidur dan pastikan kamar yang ditempati anak bebas debu dan asap rokok. Jika dibutuhkan, topanglah tubuhnya dengan bantal menjadi posisi setengah duduk saat tidur, untuk memudahkan bernapas.

Anak yang menderita bronkitis kronis kemungkinan membutuhkan latihan pernapasan. Agar pelatihan yang didapat anak optimal, maka mungkin dibutuhkan kehadiran seorang terapis. Terapis ini harus menguasai program fisioterapi untuk paru-paru, yaitu termasuk melatih cara bernapas yang lebih mudah dan meningkatkan kemampuan anak dalam aktivitas fisik dan olahraga.

Mencegah Selalu Lebih Baik

Bronkitis pada anak dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, maka mencegahnya bisa dilakukan dengan cara menjauhkan anak dari penyebabnya. Pastikan anak selalu mencuci tangan dengan bersih sesudah bermain dan saat hendak makan. Orangtua harus memberikan nutrisi yang baik dan seimbang pada anak agar sistem kekebalan tubuh mereka dapat bekerja secara optimal. Jika diperlukan, jauhkan anak dari penderita bronkitis agar tidak tertular.

Berikan anak vaksinasi sesuai jadwal imunisasi, sebagai upaya mencegah penyakit. Yang wajib dilakukan adalah menjauhkan anak dari asap rokok, mengingat tingginya risiko bronkitis pada anak yang terpapar asap rokok.