Mood disorder adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang cukup ekstrem, misalnya dari perasaan sedih yang sangat mendalam hingga perasaan gembira berlebihan. Kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan dengan orang sekitar, serta kualitas hidup secara keseluruhan. 

Mood disorder berbeda dengan naik turunnya emosi yang wajar terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada kondisi ini, perubahan suasana hati cenderung sulit dikendalikan, berlangsung cukup lama, dan sering kali memengaruhi cara berpikir, bersikap, serta berinteraksi dengan orang lain. 

Mood Disorder, Kenali Gejala, Penyebab, dan Penanganannya - Alodokter

Supaya tidak keliru membedakan mood disorder dengan perubahan mood biasa, penting untuk mengenal enis gangguan kesehatan mental yang satu ini agar penanganannya pun bisa dilakukan dengan tepat.

Apa Itu Mood Disorder?

Mood disorder adalah kelompok gangguan kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang intens dan menetap. Perubahan ini bisa berupa depresi (murung, tidak berenergi, dan sulit berkonsentrasi), mania (merasa sangat bersemangat, penuh energi, dan cenderung impulsif), atau kombinasi keduanya. 

Pada mood disorder, bukan hanya perasaan yang terdampak, tetapi juga pola pikir, perilaku, kondisi fisik, dan hubungan sosial. Lamanya gangguan bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.

Jenis Mood Disorder dan Gejalanya

Ada beberapa jenis mood disorder yang cukup sering ditemukan, antara lain:

  • Gangguan depresi mayor, yaitu gangguan yang ditandai dengan rasa sedih mendalam dan berlangsung lama, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, mudah lelah, perubahan nafsu makan, gangguan tidur, hingga muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Gangguan bipolar, yaitu gangguan suasana hati yang dapat berubah sangat drastis, dari fase mania ke fase depresi.
  • Gangguan suasana hati akibat kondisi medis, seperti gangguan tiroid, atau penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya kortikosteroid.
  • Premenstrual dysphoric disorder (PMDD), yaitu bentuk mood disorder yang muncul sebelum menstruasi, dengan gejala emosional yang cukup berat, seperti mudah marah, cemas, dan sangat murung.
  • Dysthymia (gangguan depresi persisten), yaitu depresi dengan intensitas lebih ringan, tetapi berlangsung lama, bahkan bisa lebih dari dua tahun, sehingga tetap mengganggu aktivitas sehari-hari.

Secara umum, gejala mood disorder meliputi perubahan suasana hati yang signifikan, hilangnya minat beraktivitas, perubahan tingkat energi, gangguan tidur, perubahan berat badan, serta kesulitan berpikir atau mengambil keputusan.

Penyebab dan Faktor Risiko Mood Disorder

Mood disorder dapat dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti:

  • Faktor genetik, yaitu adanya riwayat gangguan mood dalam keluarga.
  • Ketidakseimbangan zat kimia otak yang berperan dalam mengatur emosi.
  • Pengalaman traumatis, terutama yang terjadi sejak masa kanak-kanak.
  • Stres berat, misalnya akibat masalah keuangan, kehilangan orang terdekat, atau tekanan pekerjaan.
  • Penyakit kronis, seperti gangguan hormonal atau penyakit jangka panjang lainnya.

Selain itu, masa perubahan besar dalam hidup, seperti pubertas, kehamilan, atau menopause, juga dapat memicu munculnya mood disorder pada sebagian orang.

Kapan Harus ke Dokter

Jika Anda mengalami gejala mood disorder, seperti perubahan suasana hati yang berkepanjangan, merasa sedih atau terlalu bersemangat secara berlebihan, mudah lelah, sulit tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, psikiater, atau psikolog. 

Dokter akan membantu menilai apakah keluhan yang Anda alami mengarah pada mood disorder atau kondisi lain yang serupa, sekaligus memberikan saran penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika diperlukan, dokter juga dapat membantu merencanakan konsultasi lanjutan.

Segera cari pertolongan ke IGD rumah sakit bila mood disorder disertai pikiran untuk melukai diri sendiri, percobaan bunuh diri, atau perilaku berbahaya lainnya, baik pada diri sendiri maupun orang sekitar. Penanganan secepat mungkin sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius.

Diagnosis Mood Disorder

Diagnosis mood disorder umumnya dilakukan melalui wawancara klinis dan penilaian psikologis yang menyeluruh. Dokter akan menggali riwayat keluhan, pola tidur, perubahan perilaku, riwayat keluarga, serta faktor stres yang sedang atau pernah dialami. 

Untuk memastikan tidak ada penyebab fisik, pemeriksaan tambahan, seperti tes darah mungkin saja dilakukan bila perlu. Diagnosis yang tepat sangat membantu agar penanganan mood disorder bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keparahannya.

Penanganan Mood Disorder

Penanganan mood disorder sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan bertahap, sesuai kondisi masing-masing individu, antara lain melalui:

  • Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif, untuk membantu mengelola pola pikir dan emosi.
  • Pengobatan, yang dapat diberikan dokter bila diperlukan, misalnya antidepresan atau penstabil suasana hati.
  • Dukungan keluarga dan lingkungan, karena suasana yang suportif sangat membantu proses pemulihan.
  • Pola hidup sehat, seperti tidur cukup, olahraga teratur, dan mengelola stres, agar kekambuhan bisa dicegah.

Perlu diingat, penanganan mood disorder perlu disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. 

Itulah beberapa informasi mengenai mood disorder yang perlu diketahui. Kondisi ini merupakan gangguan yang bisa dialami siapa saja dan sama sekali bukan tanda kelemahan pribadi. Dengan mengenali gejalanya sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat, kualitas hidup tetap bisa dijaga dengan baik. 

Jika Anda masih merasa bingung atau memiliki keluhan yang dicurigai sebagai mood disorder,  jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikolog. Anda bisa melakukannya melalui fitur Chat Bersama Dokter di Aplikasi ALODOKTER. Nantinya, dokter akan membantu menentukan langkah yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.