Muntah warna hijau sering kali membuat cemas karena bisa menandakan adanya masalah serius pada sistem pencernaan. Warna hijau pada muntah biasanya berasal dari cairan empedu yang keluar saat muntah, dan bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Muntah warna hijau berbeda dengan muntah biasa yang biasanya berwarna kuning, oranye, atau bahkan kemerahan jika ada darah. Warna hijau ini menandakan adanya cairan empedu yang ikut keluar dari usus ke lambung, lalu dikeluarkan lewat muntah.

Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya sumbatan usus atau masalah kesehatan lain yang memerlukan perhatian medis segera. Penting untuk mengenali kapan muntah seperti ini merupakan tanda bahaya dan kapan masih bisa ditangani di rumah.
Penyebab Muntah Warna Hijau
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan muntah warna hijau, di antaranya:
1. Sumbatan usus
Sumbatan usus terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi jalur makanan dan cairan di dalam usus. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti infeksi, kelainan bentuk usus sejak lahir, jaringan parut setelah operasi, atau adanya tumor.
Akibat sumbatan ini, makanan, cairan, dan empedu tidak bisa bergerak ke bawah dan akhirnya naik ke lambung lalu keluar bersama muntahan. Sumbatan usus sangat berbahaya, terutama jika disertai perut membesar, tidak buang air besar, atau muntah yang menyemprot. Pada bayi dan anak, kondisi ini harus segera ditangani di rumah sakit.
2. Keracunan makanan
Keracunan makanan biasanya terjadi setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau zat beracun. Tubuh akan berusaha mengeluarkan racun melalui muntah berulang. Jika muntah berlangsung terus-menerus hingga lambung kosong, cairan empedu dari usus bisa ikut keluar sehingga muntahan menghasilkan warna hijau.
Selain muntah warna hijau, keracunan makanan juga bisa menyebabkan diare, sakit perut, badan lemas, atau demam.
3. Infeksi saluran pencernaan
Infeksi saluran pencernaan, seperti gastroenteritis, disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang lambung dan usus. Infeksi ini membuat saluran pencernaan meradang sehingga sering muncul muntah-muntah.
Bila muntah terjadi berkali-kali, terutama saat perut kosong, empedu yang ada di usus dapat ikut keluar bersama muntahan. Gejalanya bisa meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, lemas, dan kehilangan nafsu makan.
4. Penyakit asam lambung (GERD) parah
Pada penyakit GERD atau refluks asam lambung yang parah, cairan asam dari lambung serta empedu dari usus dapat naik hingga ke lambung dan kerongkongan. Ketika serangan muntah terjadi, cairan empedu ini bisa turut keluar sehingga muntahan menjadi berwarna hijau.
Umumnya, penderita juga akan merasakan keluhan lain, seperti mual berkepanjangan, nyeri ulu hati, sensasi panas di dada, atau rasa asam/pahit di mulut.
5. Efek samping obat tertentu
Beberapa jenis obat, seperti kemoterapi atau antibiotik tertentu, dapat mengiritasi saluran cerna dan menyebabkan mual parah hingga muntah warna hijau. Hal ini terjadi karena obat tersebut merangsang kontraksi kuat di lambung dan usus, sehingga empedu ikut terdorong keluar saat muntah.
Jika Anda baru saja mengonsumsi obat tertentu lalu muncul muntah warna hijau, segera konsultasikan ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
6. Cedera otak
Pada beberapa kasus, muntah warna hijau dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada otak atau saraf, misal akibat cedera kepala berat, infeksi otak, atau tumor otak. Kondisi ini menyebabkan sinyal saraf ke saluran pencernaan terganggu dan memicu muntah berulang tanpa sebab jelas.
Jika muntah terjadi tiba-tiba tanpa gejala pencernaan lain, terutama setelah benturan di kepala atau pada penderita penyakit saraf, segera cari pertolongan medis.
Bahaya Muntah Warna Hijau
Beberapa risiko yang perlu diwaspadai jika mengalami muntah warna hijau adalah:
1. Dehidrasi
Muntah yang terjadi berulang kali bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi ini bisa berbahaya, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia.
2. Gangguan elektrolit
Muntah warna hijau biasanya menandakan cairan empedu juga ikut terbuang, sehingga mineral penting seperti natrium dan kalium bisa hilang. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, lemas, atau bahkan gangguan irama jantung (aritmia) jika tidak segera ditangani.
3. Komplikasi sumbatan usus
Jika muntah hijau muncul bersama perut kembung, tidak buang air besar, dan tidak bisa kentut, bisa jadi ada sumbatan usus yang membutuhkan pertolongan medis segera. Sumbatan ini berisiko berkembang menjadi infeksi berat pada rongga perut atau kerusakan usus.
4. Gejala penyakit berat
Muntah warna hijau bisa menjadi isyarat adanya penyakit serius, seperti infeksi berat, peradangan hebat pada saluran cerna, atau masalah lain yang tidak boleh diabaikan. Jika disertai gejala lain seperti lemas, ada darah di muntahan, atau perubahan kesadaran, kondisi ini harus diwaspadai sebagai tanda bahaya.
Penanganan Awal di Rumah
Jika gejalanya tidak berat, beberapa langkah berikut dapat membantu pemulihan Anda:
- Istirahat cukup dan hindari aktivitas berat.
- Minum air putih secara bertahap dan perlahan untuk mencegah dehidrasi.
- Hindari makanan berminyak, pedas, atau beraroma tajam sampai perut terasa membaik.
- Jangan memaksakan makan jika masih mual, selalu mulai dari makanan yang ringan saat sudah merasa lebih baik.
Perhatikan tanda dehidrasi pada anak, seperti bibir kering, mata cekung, atau tidak keluar air mata saat menangis. Jaga asupan cairan dan hindari makanan atau obat-obatan yang dapat memperparah iritasi lambung selama pemulihan.
Muntah warna hijau bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi hingga sumbatan usus. Kondisi ini tidak boleh diabaikan dan perlu mendapatkan penanganan, terlebih jika disertai tanda bahaya.
Jangan ragu untuk segera ke IGD jika muntah warna hijau terjadi berulang, menyemprot, ada darah, atau disertai gejala dehidrasi berat. Untuk kondisi ringan, Anda juga bisa berkonsultasi melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.