Nilai tekanan darah normal pada lansia penting untuk dipantau secara berkala. Pasalnya, risiko tekanan darah tinggi akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Oleh karena itu, para lansia perlu rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah agar nilai tekanan darah normalnya bisa terpantau dengan baik.

Tekanan darah adalah ukuran untuk menentukan seberapa kuat organ jantung memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh. Nilai tekanan darah pada setiap orang bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya faktor usia.

Nilai Tekanan Darah Normal pada Lansia dan Cara Menjaganya agar Stabil - Alodokter

Oleh karena itu, nilai tekanan darah normal pada lansia bisa sedikit berbeda dengan nilai tekanan darah normal pada orang dewasa, anak-anak, maupun ibu hamil.

Berapa Nilai Tekanan Darah Normal pada Lansia?

Pada orang dewasa yang sehat, nilai tekanan darah normal berada di kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Berbeda dengan orang dewasa muda, nilai tekanan darah normal pada lansia berada di rentang angka yang sedikit lebih tinggi, yakni 130/80 mmHg hingga 140/90 mmHg.

Angka 130 atau 140 merupakan angka sistolik, yaitu tekanan dalam pembuluh darah saat jantung berkontraksi untuk memompa darah bersih ke seluruh tubuh.

Sementara itu, angka 80 atau 90 menunjukkan angka diastolik, yaitu tekanan pembuluh darah saat jantung tidak berkontraksi dan menerima aliran darah balik dari seluruh tubuh yang membawa darah kotor.

Dari angka di atas dapat diketahui bahwa nilai tekanan darah normal pada lansia lebih tinggi dibandingkan tekanan darah normal pada orang dewasa.

Hal ini dikarenakan pembuluh darah cenderung akan semakin mengeras atau kaku seiring pertambahan usia. Mengerasnya pembuluh darah membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga membuat tekanan darah pada lansia lebih tinggi.

Apa Saja Gejala dan Komplikasi Masalah Tekanan Darah pada Lansia?

Seorang lansia disebut memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai angka lebih dari 140/90 mmHg, sedangkan tekanan darah rendah atau hipotensi apabila tekanan darah lansia di bawah 90/60 mmHg.

Ketika mencapai usia di atas 60 tahun, tekanan darah seorang lansia akan cenderung mulai meningkat. Namun, tekanan darah akan cenderung menurun ketika lansia mencapai usia 80 tahun atau lebih.

Tekanan darah yang tinggi atau rendah pada lansia bisa saja tidak menimbulkan gejala. Namun, para lansia atau keluarga yang merawatnya perlu waspada apabila lansia memiliki hipertensi atau hipotensi disertai gejala pusing, lemas, nyeri dada, sesak napas, penurunan kesadaran, pingsan, dan kelemahan anggota gerak tubuh.

Hal tersebut bisa jadi menandakan bahwa lansia mengalami komplikasi hipertensi, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, atau gangguan fungsi ginjal. Komplikasi tersebut berisiko tinggi terjadi pada lansia yang memiliki hipertensi disertai riwayat penyakit penyerta sebelumnya.

Oleh karena itu, lansia yang mengalami gejala-gejala di atas perlu segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Bagaimana Cara Menjaga Tekanan Darah Normal pada Lansia?

Lansia dapat menjaga tekanan darahnya agar tetap normal dengan cara rutin menjalani pola hidup sehat. Berikut ini adalah langkah-langkah menjalani pola hidup sehat pada lansia:

1. Konsumsi makanan bernutrisi

Mulailah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Untuk menjaga tekanan darah tetap normal dan mengurangi risiko munculnya berbagai penyakit, para lansia disarankan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dan mengurangi asupan garam.

Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang kaya serat, misalnya beras merah, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Lansia juga perlu cukup minum air putih setiap hari agar tercegah dari dehidrasi.

2. Olahraga secara rutin

Berolahraga secara teratur bisa membantu Anda mempertahankan berat badan ideal, mencegah obesitas, dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Lakukan olahraga secara rutin selama 30 menit tiap harinya atau setidaknya 3 kali seminggu.

Jenis olahraga yang disarankan untuk lansia adalah jalan kaki, berenang, bersepeda, atau senam lansia.

3. Tidak merokok dan batasi konsumsi alkohol

Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, para lansia disarankan untuk menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok serta membatasi konsumsi minuman beralkohol.

4. Tidur cukup

Mencukupi waktu tidur dan istirahat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kurang tidur dapat mengganggu fungsi jantung dan meningkatkan risiko terserang hipertensi dan stroke.

Semakin bertambahnya usia, kebutuhan tidur akan semakin berkurang. Rata-rata waktu tidur usia dewasa adalah sekitar 7–9 jam per hari. Sementara itu, lansia yang berusia 65 tahun ke atas, waktu tidurnya akan berkurang menjadi 7–8 jam per hari.

Selain itu, untuk memastikan nilai tekanan darahnya tetap normal, para lansia juga perlu rutin mengecek tekanan darahnya di puskesmas, tempat praktek dokter, atau menggunakan tensimeter sendiri di rumah.

Jika tekanan darah pada lansia tetap tinggi, kondisi ini sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Untuk mengobati tekanan darah tinggi pada lansia, dokter mungkin akan menyarankan lansia untuk menjalani gaya hidup sehat serta meresepkan obat hipertensi. Setelah mendapatkan pengobatan, lansia tetap perlu memantau tekanan darahnya secara rutin.

Nilai tekanan darah normal pada lansia memang cenderung lebih tinggi, jika dibandingkan nilai tekanan darah orang dewasa.

Namun, jika sudah mencapai kategori hipertensi atau hipotensi, para lansia perlu rutin menjalani pemeriksaan ke dokter, terutama jika kelainan tekanan darah tersebut sudah menimbulkan gejala sakit kepala berat, nyeri dada, sesak napas, dan penurunan kesadaran.