Nimodipine adalah obat untuk mencegah dan menangani kerusakan otak akibat kurangnya pasokan darah saat terjadi perdarahan subarachnoid. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan cairan infus.

Perdarahan subarachnoid terjadi ketika pembuluh darah di lapisan pelindung otak pecah. Tubuh akan secara otomatis merespons perdarahan ini dengan menyempitkan pembuluh darah di area perdarahan, supaya aliran darah melambat. Namun, respons ini justru dapat menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut.

Asian,Middle,Aged,Man,Sitting,On,A,Wheelchair,Close,To

Nimodipine bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah otak yang menyempit di dekat area perdarahan atau mencegahnya untuk melebar. Dengan begitu, darah dapat mengalir lebih lancar dan risiko terjadinya kerusakan otak dapat dicegah.

Merek dagang nimodipine: Ceremax, Nimodipine, Nimodipine G, Nimodipine 0,02% Infus, Nimotop.

Apa Itu Obat Nimodipine

Golongan Obat resep
Kategori Calcium-channel blockers atau antagonis kalsium
Manfaat Menangani dan mencegah terjadinya kerusakan otak akibat perdarahan subarachnoid.
Digunakan oleh Dewasa
Nimodipine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi yang dilakukan pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Nimodipine dapat terserap ke dalam ASI sehingga tidak boleh digunakan oleh ibu yang sedang menyusui.

Bentuk obat Tablet dan cairan infus

Peringatan Sebelum Menggunakan Nimodipine

Nimodipine merupakan obat resep yang tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan nimodipine, yaitu:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Nimodipine tidak boleh diberikan kepada pasien yang alergi terhadap obat ini atau golongan obat antagonis kalsium yang lain, seperti amlodipine.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita tekanan darah rendah, sirosis atau penyakit liver lainnya, porfiria, gagal jantung, dan penyakit ginjal.
  • Beri tahu dokter jika Anda baru saja mengalami nyeri dada, serangan jantung, atau cedera kepala.
  • Jangan mengemudikan kendaraan, mengoperasikan alat berat, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah menggunakan nimodipine, karena obat ini bisa menyebabkan pusing.
  • Hindari mengonsumsi grapefruit dan alkohol selama menggunakan nimodipine, karena akan meningkatkan risiko terjadinya hipotensi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal.
  • Segera lapor ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan nimodipine.

Dosis dan Aturan Pakai Nimodipine

Dosis dan durasi pengobatan akan ditentukan dokter sesuai bentuk obat, serta kondisi dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan. Dalam kondisi tertentu, dokter akan menentukan dosis nimodipine sesuai berat badan (BB) pasien.

Berikut adalah pembagian dosis nimodipine untuk orang dewasa berdasarkan bentuk obat dan tujuan penggunaannya:

Nimodipine tablet

Tujuan: Mencegah kerusakan otak setelah perdarahan subarachnoid

  • Dosisnya 60 mg, dikonsumsi tiap 4 jam sekali, selama 21 hari. Pengobatan harus dimulai sesegera mungkin saat perdarahan terjadi atau dalam rentang waktu 96 jam sejak perdarahan terjadi.

Nimodipine infus

Tujuan: Menangani kerusakan otak akibat perdarahan subarachnoid

  • Dosis awal 1 mg per jam, selama 2 jam. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 mg per jam jika tekanan darah pasien stabil. Untuk pasien dengan BB <70 kg atau pasien yang tekanan darahnya tidak stabil, dosis awalnya adalah 0,5 mg per jam.

Lama pengobatan dengan nimodipine infus bisa berlangsung 5–14 hari. Total durasi pengobatan tidak boleh lebih dari 21 hari jika pasien sudah mengonsumsi nimodipine tablet.

Cara Menggunakan Nimodipine dengan Benar

Nimodipine dalam bentuk cairan infus akan diberikan langsung oleh dokter atau tenaga medis di bawah pengawasan dokter. Obat ini akan masuk ke dalam pembuluh darah (intravena) melalui infus.

Untuk nimodipine tablet, ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan nimodipine. Jangan mengurangi atau menambah dosis, atau menggunakan obat ini melebihi jangka waktu yang dianjurkan dokter.

Nimodipine tablet dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan. Telan tablet secara utuh dengan segelas air putih. Jangan menguyah, membelah, atau menghancurkan tablet. Jangan langsung berbaring setelah minum obat ini. Tunggu setidaknya 10 menit sebelum berbaring.

Disarankan untuk mengonsumsi nimodipine tablet secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya, agar efek pengobatan maksimal. Jika lupa mengonsumsi obat ini, segera konsumsi jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Selama pengobatan, pasien perlu mengamati laju detak jantung dan tekanan darah secara berkala guna memantau respons terapi dan mewaspadai efek samping. Jangan menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Simpan nimodipine tablet dalam wadah tertutup di ruangan dengan suhu yang sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Nimodipine dengan Obat Lainnya

Penggunaan nimodipine bersama obat tertentu dapat menimbulkan efek interaksi antarobat, seperti:

  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi parah jika digunakan dengan obat penghambat beta, seperti bisoprolol dan atenolol
  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi parah jika digunakan dengan obat clarithromycin, ritonavir, ketoconazole, alprazolam, atau nefazodone
  • Peningkatan kadar nimodipine dalam darah jika digunakan dengan obat cimetidine atau sodium valporate
  • Penurunan kadar dan efektivitas dari nimodipine jika digunakan dengan rifampicin, phenobarbital, carbamazepine, dan phenytoin
  • Peningkatan risiko terjadinya hipertensi jika digunakan dengan obat golongan OAINS, seperti asam mefenamat atau ibuprofen

Jika dikonsumsi bersama grapefruit, kadar nimodipine di dalam darah bisa meningkat dan menimbulkan efek samping. Sementara itu, penggunaan produk herbal yang mengandung St. John’s wort dapat menurunkan kadar dan efektivitas nimodipine.

Efek Samping dan Bahaya Nimodipine

Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan nimodipine adalah:

  • Mual
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kemerahan dan rasa hangat pada kulit (flushing)
  • Nyeri otot
  • Berkeringat banyak

Periksakan diri ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau justru semakin memburuk. Segera temui ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Detak jantung lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur
  • Bengkak di tungkai atau kaki
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pandangan kabur
  • Tidak bisa buang air besar lebih dari 3 hari
  • Pingsan