Psikiater akan menanyakan pikiran dan perilaku apa muncul secara berulang, dan menggalinya lebih dalam melalui wawancara dan kuesioner atau psikotes. Selain mewawancarai penderita, psikiater juga akan melakukan wawancara dengan keluarga atau orang terdekat penderita.

Setelah itu, psikiater akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada kelainan organ yang mengakibatkan timbulnya gejala. Dokter dapat melakukan tes darah untuk melihat jumlah sel darah, fungsi kelenjar tiroid, serta ada tidaknya alkohol atau NAPZA yang dapat memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang.

Setelah itu, psikiater akan menilai dampak OCD terhadap kehidupan sehari-hari penderita, apakah sudah mengganggu prestasi pendidikan, kualitas pekerjaan, hubungan sosial dengan orang lain, atau aktivitas rutinnya.

Keparahan gejala yang ditimbulkan dari OCD bisa bermacam-macam, sehingga penting untuk mengetahui isi pikiran dan alasan perilaku penderita, agar psikiater dapat menentukan metode pengobatan yang paling sesuai.