Banyak penderita gangguan obsesif kompulsif (OCD) yang tidak memeriksakan diri ke dokter karena merasa malu. Padahal penderita tidak perlu menutupinya dari keluarga serta teman terdekat karena dampak negatif OCD pada kehidupan dapat dikurangi dengan langkah diagnosis dan penanganan yang tepat. Gangguan ini merupakan penyakit jangka panjang (kronis) seperti halnya diabetes dan tekanan darah tinggi.

Terdapat sejumlah langkah yang perlu dilakukan guna mendiagnosis kelainan ini. Di antaranya meliputi:

  • Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit lain.
  • Evaluasi psikologis. Dokter akan menanyakan tentang pikiran, perasaan, gejala, serta pola perilaku penderita. Keluarga atau teman penderita juga mungkin akan ikut diwawancarai.
  • Kriteria diagnostik OCD yang umumnya ditentukan berdasarkan acuan DSM-5 (diagnostic and statistical manual of mental disorder).