Pengobatan gangguan obsesif kompulsif bertujuan untuk mengendalikan gejala, agar pasien bisa menjalani aktivitas dengan baik. Durasi pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala.

Metode pengobatan OCD meliputi terapi perilaku kognitif dan pemberian obat antidepresan. Kedua metode tersebut dapat dikombinasikan, atau cukup diterapkan sebagai pengobatan tunggal.

Terapi perilaku kognitif

Pada terapi perilaku kognitif, pasien akan dihadapkan pada kondisi yang sering kali dihindarinya. Misalnya, psikiater akan meminta penderita yang takut kuman penyakit untuk menyentuh tanah, kemudian mengajarkan cara mengatasi rasa takutnya tersebut. Terapi perilaku kognitif bisa dilakukan secara individu atau berkelompok.

Meskipun terapi ini mungkin terdengar menakutkan bagi penderita, tetapi kecemasan penderita akan berkurang secara bertahap, seiring jumlah terapi yang dijalaninya.

Penderita gangguan obsesif kompulsif ringan rata-rata membutuhkan total waktu 10 jam untuk sesi pertemuan dengan psikiater. Sedangkan untuk gejala yang lebih parah, dibutuhkan sesi pertemuan yang lebih panjang.

Obat antidepresan

Obat antidepresan diberikan bila terapi perilaku kognitif tidak membantu meredakan gejala, atau bila gejala yang dialami cukup parah. Manfaat antidepresan akan terasa setelah 3 bulan pemakaian. Namun pada banyak kasus, pasien perlu mengonsumsi obat ini sampai setidaknya 1 tahun.

Jenis obat antidepresan yang umum digunakan untuk mengatasi OCD meliputi:

Seluruh pengobatan yang dilakukan tidak menjamin kesembuhan, tetapi dapat membantu penderita untuk mengendalikan gejala. Itulah sebabnya, beberapa penderita OCD perlu menjalani pengobatan seumur hidup.