Opibalin adalah obat untuk mengatasi nyeri neuropatik, misalnya akibat diabetes, herpes zoster, atau cedera saraf. Obat ini juga digunakan untuk mengontrol kejang pada epilepsi serta membantu meredakan gangguan kecemasan tertentu.
Opibalin mengandung pregabalin yang bekerja dengan cara memengaruhi sinyal listrik di saraf otak dan sistem saraf tepi yang memicu rasa nyeri atau kejang. Dengan cara tersebut, obat ini membantu menstabilkan aktivitas saraf yang tidak normal.

Opibalin tersedia dalam bentuk kapsul dan harus digunakan sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat ditemukan dalam sediaan kapsul 75 mg dan kapsul 150 mg.
Apa Itu Opibalin
| Bahan Aktif | Pregabalin |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikonvulsan |
| Manfaat | Mengatasi kejang atau epilepsi, gangguan kecemasan, serta nyeri akibat neuropati diabetik, herpes zoster, cedera tulang belakang, atau fibromyalgia. |
| Digunakan oleh | Dewasa (≥18 tahun) |
| Opibalin untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat ini hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya terhadap janin. |
| Opibalin untuk ibu menyusui | Kandungan pregabalin dalam Opibalin dapat terserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, penggunaan obat ini pada ibu menyusui sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risikonya. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Opibalin
Opibalin adalah obat yang harus dikonsumsi sesuai resep dan petunjuk dokter. Sebelum mulai minum, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan obat bekerja efektif dan aman bagi tubuh Anda:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Opibalin tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap pregabalin.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), gangguan pembekuan darah, atau trombositopenia. Penggunaan Opibalin pada kondisi tersebut perlu dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter.
- Sampaikan ke dokter jika Anda atau keluarga memiliki gangguan bipolar, gangguan suasana hati, depresi, atau pernah mencoba bunuh diri.
- Informasikan dokter jika Anda memiliki riwayat penyalahgunaan obat atau zat adiktif, atau sering mengonsumsi alkohol.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan sebelum menggunakan Opibalin.
- Konsultasikan dengan dokter jika sedang menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Opibalin sebelum menjalani pemeriksaan medis, operasi, atau prosedur medis lainnya, termasuk operasi gigi.
- Hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Opibalin, karena obat ini dapat menyebabkan pusing dan kantuk.
- Jangan mengonsumsi alkohol selama pengobatan dengan Opibalin, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
- Segera hubungi dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius selama penggunaan Opibalin.
Dosis dan Aturan Pakai Opibalin
Dokter akan menyesuaikan dosis dan lama pengobatan Opibalin berdasarkan kondisi kesehatan pasien. Berikut panduan dosis Opibalin untuk orang dewasa sesuai jenis keluhan:
Kondisi: Kejang parsial atau epilepsi
- Dosis awal: 150 mg per hari, dibagi 2–3 kali konsumsi. Jika perlu, dosis bisa ditingkatkan hingga 300 mg per hari setelah 1 minggu. Dosis maksimal: 600 mg per hari.
Kondisi: Neuropati
- Dosis awal: 150 mg per hari, dibagi 2–3 kali konsumsi. Dosis bisa dinaikkan menjadi 300 mg per hari setelah 3–7 hari bila diperlukan. Dosis maksimal: 600 mg per hari.
Kondisi: Nyeri akibat neuropati diabetik
- Dosis awal: 50 mg, 3 kali sehari. Bila diperlukan, dosis dapat ditingkatkan menjadi 100 mg, 3 kali sehari. Dosis maksimal: 300 mg per hari.
Kondisi: Fibromyalgia
- Dosis awal: 150 mg per hari, dibagi 2–3 kali konsumsi. Bisa ditingkatkan menjadi 300 mg per hari setelah 1 minggu bila perlu. Dosis maksimal: 450 mg per hari.
Kondisi: Gangguan kecemasan
- Dosis awal: 150 mg per hari, dibagi 2–3 kali konsumsi. Dosis dapat ditingkatkan 150 mg setiap minggu bila dibutuhkan. Dosis maksimal: 600 mg per hari.
Kondisi: Nyeri pascainfeksi herpes zoster (postherpetic neuralgia)
- Dosis awal: 75–150 mg, 2 kali sehari, atau 50–100 mg, 3 kali sehari. Dosis maksimal: 600 mg per hari.
Jika gejala tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara Menggunakan Opibalin dengan Benar
Gunakan Opibalin sesuai anjuran dokter dan petunjuk pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. Untuk hasil pengobatan optimal, ikuti panduan penggunaan berikut:
- Opibalin bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul Opibalin dengan air putih, jangan dibuka atau dikunyah.
- Untuk hasil pengobatan yang maksimal, konsumsi Opibalin pada jam yang sama setiap hari. Jika Anda lupa minum obat, segera konsumsi dosis yang terlewat selama masih jauh dari jadwal berikutnya. Jangan menggandakan dosis jika sudah dekat dengan waktu konsumsi berikutnya.
- Jangan menghentikan penggunaan Opibalin secara tiba-tiba tanpa arahan dokter. Berhenti mendadak dapat menimbulkan gejala putus obat, seperti sulit tidur, sakit kepala, atau kejang. Dokter akan menurunkan dosis secara bertahap jika pengobatan perlu dihentikan.
- Lakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal dokter agar kondisi kesehatan dan respons terapi Anda dapat terpantau dengan baik.
- Simpan Opibalin di tempat sejuk, tertutup, dan jauh dari sinar matahari langsung. Pastikan obat ini tidak terjangkau oleh anak-anak.
Interaksi Opibalin dengan Obat Lain
Opibalin dapat berinteraksi dengan obat lain atau suplemen tertentu yang dapat mengurangi efek obat atau meningkatkan risiko efek samping. Karena itu, penting untuk mengetahui kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi. Berikut penjelasannya:
- Peningkatan risiko terjadinya angioedema jika digunakan bersama obat golongan ACE inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping yang fatal, seperti koma atau gangguan pernapasan, jika digunakan bersama obat golongan opioid, seperti codeine, hydrocodone, fentanyl, atau oxycodone
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping, seperti pusing, kantuk, linglung, atau sulit berkonsentrasi, jika digunakan bersama lorazepam, metoclopramide, atau alprazolam
Untuk menghindari efek samping, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan Opibalin bersamaan dengan obat atau produk kesehatan lainnya.
Efek Samping dan Bahaya Opibalin
Penggunaan Opibalin umumnya aman jika digunakan sesuai anjuran dokter. Namun, obat ini dapat menimbulkan beberapa efek samping berikut:
- Pusing
- Rasa kantuk atau mudah mengantuk
- Sakit kepala
- Mulut kering
- Gangguan konsentrasi atau bingung
- Gangguan garakan tubuh
Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau membuat janji konsultasi di rumah sakit.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang lebih serius, seperti:
- Reaksi alergi berat, seperti ruam luas, wajah bengkak, dan sesak napas
- Kejang
- Perubahan suasana hati yang ekstrem seperti keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
- Mata nyeri atau bengkak, penglihatan buram, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
- Pembengkakan pada tungkai
- Gejala hiponatremia, seperti linglung, bicara cadel, limbung, atau sangat lemah