Paracetamol infus adalah obat pereda nyeri dan penurun demam tinggi yang diberikan langsung ke pembuluh darah. Obat ini diberikan di rumah sakit kepada pasien yang tidak dapat menelan paracetamol tablet atau sirup, misalnya karena baru menjalani operasi, mengalami muntah berat, atau tidak sadarkan diri.
Paracetamol sediaan infus tergolong sebagai obat analgetik-antipiretik. Obat ini bekerja langsung di pusat pengatur suhu dan rasa nyeri di otak. Cara ini bisa menurunkan suhu tubuh saat demam dan meredakan nyeri.

Dibandingkan dengan paracetamol sediaan tablet, sirup, atau rektal, paracetamol infus bekerja lebih cepat karena langsung masuk ke aliran darah. Paracetamol infus bisa meredakan nyeri dalam waktu 5–10 menit dan menurunkan demam dalam waktu 30 menit.
Merek dagang paracetamol infus: Braunomol, Eterfix, Moretic, Ottopan, Panorex, Paracetamol, Paradol, Pyrex
Apa Itu Paracetamol Infus
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Analgetik-antipiretik |
| Manfaat | Meredakan nyeri ringan hingga sedang ketika paracetamol sediaan tablet, sirup, atau rektal, tidak memungkinkan untuk digunakan |
| Menurunkan demam tinggi pada pasien yang tidak dapat menggunakan paracetamol sediaan tablet, sirup, atau rektal | |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Paracetamol infus untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Paracetamol sirup untuk ibu menyusui | Paracetamol infus umumnya aman untuk ibu menyusui jika digunakan sesuai dengan rekomendasi dokter. |
| Bentuk obat | Cairan infus |
Peringatan sebelum Menggunakan Paracetamol Infus
Penggunaan paracetamol infus tidak boleh asal-asalan. Penting bagi Anda untuk memperhatikan hal-hal berikut sebelum memberikannya kepada anak:
- Informasikan kepada dokter perihal riwayat alergi Anda. Paracetamol infus tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap paracetamol.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit liver yang berat, seperti gagal hati. Paracetamol infus tidak boleh digunakan pada kondisi tersebut.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita defisiensi G6PD, penyakit ginjal, malnutrisi berkepanjangan, atau penyakit liver.
- Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter perihal penggunaan paracetamol infus jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol atau sedang mengalami kecanduan alkohol.
- Mintalah saran dokter perihal penggunaan paracetamol infus jika Anda sedang menjalani terapi rutin dengan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan paracetamol infus jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
- Segera lapor ke dokter jika anak mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah pemberian paracetamol infus.
Dosis dan Aturan Pakai Paracetamol Infus
Dosis paracetamol infus akan ditentukan oleh dokter berdasarkan usia, berat badan (BB), dan kondisi pasien. Obat ini diberikan melalui infus selama 15 menit dengan jarak pemberian minimal 4 jam.
Berikut rincian dosis paracetamol infus:
Dewasa
- BB >33–50 kg: 15 mg/kgBB per dosis. Dosis maksimal 60 mg/kgBB per hari, tidak melebihi 3.000 mg per hari.
- BB >50 kg: 1.000 mg per dosis. Dosis maksimal 4.000 mg per hari.
Anak
- BB ≤10 kg: 7,5 mg/kgBB per dosis. Dosis maksimal 30 mg/kgBB per hari.
- BB >10–33 kg: 15 mg/kgBB per dosis. Dosis maksimal 60 mg/kgBB per hari, tidak melebihi 2.000 mg per hari.
- BB >33–50 kg: 15 mg/kgBB per dosis. Dosis maksimal 60 mg/kgBB per hari, tidak melebihi 3.000 mg per hari.
- BB >50 kg: sesuai dosis dewasa.
Cara Menggunakan Paracetamol Infus dengan Benar
Paracetamol infus diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis dibawah pengawasan dokter. Obat ini diberikan melalui infus ke dalam pembuluh darah vena.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat pemberian paracetamol infus:
- Ikuti instruksi dokter selama menjalani pengobatan dengan paracetamol infus.
- Gunakan pakaian yang longgar agar infus mudah untuk dipasang.
- Batasi gerakan pada lengan yang dipasang infus agar obat mengalir dengan baik. Infus akan diberikan secara perlahan selama 15 menit.
- Beri tahu dokter jika ada efek samping yang Anda rasakan selama pemberian paracetamol infus.
Paracetamol infus biasanya hanya diberikan selama kondisi pasien belum memungkinkan untuk minum obat. Setelah kondisi membaik, dokter akan mengganti pengobatan dengan paracetamol sediaan oral, seperti tablet atau sirup.
Interaksi Paracetamol Infus dengan Obat Lain
Efek interaksi yang bisa terjadi jika paracetamol infus digunakan bersama obat lain yaitu:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan hati jika digunakan dengan obat golongan barbiturat, seperti phenobarbital
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping paracetamol jika digunakan bersama metoclopramide, domperidone, probenecid, atau isoniazid
- Peningkatan kadar chloramphenicol atau busulfan di dalam darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping
- Penurunan efektivitas paracetamol jika digunakan dengan cholestyramine
- Penurunan efektivitas obat lamotrigine dalam mencegah kejang
Supaya aman dari efek interaksi yang tidak diinginkan, beri tahu dokter perihal obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan sebelum pemberian paracetamol infus.
Efek Samping dan Bahaya Paracetamol Infus
Penggunaan paracetamol infus dapat menyebabkan efek samping berupa:
- Mual
- Muntah
- Sembelit
- Pruritus
- Nyeri perut
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di area pemasangan infus
Beri tahu dokter jika efek samping tersebut tidak membaik atau malah makin parah.
Segera lapor dokter jika penggunaan paracetamol infus menimbulkan reaksi alergi obat atau gejala gangguan liver, seperti:
- Nyeri di perut bagian kanan atas
- Muntah-muntah
- Urine berwarna gelap
- Tinja berwarna pucat atau keabu-abuan seperti dempul
- Penyakit kuning