Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ketika mengandung, tubuh Bunda mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah detak jantung yang lebih cepat dari biasanya. Jantung berdebar saat hamil dipandang normal terjadi dan umumnya tidak membahayakan.

Biasanya, jantung berdebar saat hamil akan hilang setelah Bunda melahirkan. Tubuh pun akan kembali ke keadaan sebelum hamil. Dengan kata lain, selama jantung berdebar saat hamil tidak disertai gejala parah dan bukan akibat dari kondisi serius, dokter kemungkinan tidak akan merekomendasikan pengobatan apa pun.

Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil dan Cara Mengatasinya - alodokter

Detak Jantung Saat Hamil

Saat mengandung, volume darah Bunda akan naik sekitar 40 persen. Hal tersebut terjadi agar janin dalam perut mendapat suplai darah yang dibutuhkan guna membantu mereka tumbuh, berkembang, dan mendapatkan oksigen.

Pada kehamilan trimester kedua, pembuluh darah di tubuh Bunda mulai melebar atau menjadi lebih besar. Hal ini menyebabkan tekanan darah Bunda sedikit turun. Sedangkan pada kehamilan trimester ketiga, sekitar 20 persen darah dalam tubuh Bunda akan dialirkan menuju rahim.

Tubuh Bunda memiliki darah ekstra, sehingga jantung pun harus bekerja lebih keras dengan memompa lebih cepat untuk mengalirkan darah tersebut. Akibatnya, detak jantung naik sekitar 25 persen lebih cepat dari biasanya, atau bertambah 10 sampai 20 denyut per menit. Inilah yang membuat irama jantung menjadi tidak biasa dan mengakibatkan jantung berdebar saat hamil.

Selain meningkatnya volume darah, jantung berdebar saat hamil juga bisa disebabkan oleh stres, cemas, mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, sedang mengonsumsi obat pilek dan alergi yang mengandung pseudoephedrine, pernah mengalami gangguan jantung saat kehamilan yang lalu, memiliki riwayat gangguan jantung, atau merupakan pertanda anemia.

Terkadang, jantung berdebar saat hamil bisa menjadi gejala tiroid yang terlalu aktif, terutama jika Bunda memiliki gejala kelainan tiroid lainnya. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, jantung berdebar saat hamil yang disertai sesak napas bisa menjadi pertanda adanya aritmia jantung, yaitu suatu kelainan pada irama jantung.

Tindakan yang Tepat untuk Jantung Berdebar Saat Hamil

Jangan panik jika mengalami jantung berdebar saat hamil, ini beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Rutin ke dokter kandungan selama kehamilan untuk melakukan pemeriksaan antenatal.
  • Istirahat yang banyak dan dan hindari aktivitas fisik yang berat.
  • Pantau kenaikan berat badan saat hamil. Berat badan naik terlalu banyak saat hamil memberi beban atau tekanan tambahan pada jantung.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Hindari rokok serta konsumsi alkohol, kafein dan obat-obatan terlarang.
  • Minum obat sesuai resep dokter, jika dibutuhkan.

Namun jika jantung berdebar saat hamil yang dialami Bunda disertai dengan sesak napas, sulit bernapas, denyut jantung cepat atau denyut nadi tidak teratur, dada terasa sakit, pusing, lemas, batuk berdarah atau batuk di malam hari, segera konsultasi ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.