Luka di penis sering menimbulkan rasa khawatir. Akan tetapi, banyak pria yang mungkin merasa malu untuk memeriksakan diri ke dokter ketika mengalaminya. Penyebab luka di penis beragam, mulai dari iritasi pada kulit penis hingga infeksi.

Penis dapat mengalami luka dengan berbagai bentuk, warna, dan ukuran. Ada luka pada penis yang disertai dengan nyeri yang mengganggu, ada juga yang tidak terasa apa pun.

Penyebab Luka di Penis - Alodokter

Beberapa luka di penis dapat disertai dengan rasa gatal, kulit mengelupas, pembengkakan, atau keluarnya cairan seperti nanah atau darah. Secara umum, penyebab luka di penis dapat dibedakan menjadi infeksi dan non-infeksi.

Luka di Penis karena Infeksi

Luka di penis akibat infeksi kebanyakan ditularkan melalui kontak fisik saat berhubungan seksual. Sedangkan sisanya, ditularkan melalui kontak tidak langsung, misalnya akibat menggunakan pakaian atau handuk yang sama dengan penderita infeksi.

Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan luka di penis ini adalah:

Infeksi virus

Virus yang paling sering menimbulkan luka di penis adalah virus herpes simpleks (HSV). Secara umum, ada dua tipe virus herpes, yaitu HSV 1 dan HSV 2. Keduanya dapat menimbulkan luka di penis, namun penelitian menunjukkan bahwa 51% luka di penis akibat infeksi virus herpes disebabkan karena HSV-2.

Luka yang disebabkan oleh infeksi HSV-2 biasanya terasa perih, gatal, dan bisa tampak sebagai benjolan berisi cairan bening sebelum pecah. Virus lain yang juga dapat menyebabkan luka nyeri pada penis adalah virus Molluscum contagiosum.

Infeksi bakteri

Penyakit akibat infeksi bakteri di kelamin yang paling terkenal adalah raja singa atau sifilis. Pada penelitian yang sama dengan sebelumnya, sifilis merupakan penyebab nomor dua terbanyak untuk kasus luka di penis. Bakteri penyebab penyakit ini adalah Treponema pallidum. Luka yang ditimbulkan pada penyakit sifilis biasanya tidak terasa sakit.

Selain sifilis, luka di penis juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophillus ducreyi pada penyakit chancroid, bakteri Klebsiella granulomatis penyebab granuloma inguinale, dan bakteri Chlamydia trachomatis pada penyakit lymphogranuloma venereum.

Infeksi jamur dan parasit

Contohnya adalah infeksi jamur Candida, atau infeksi parasit, seperti kudis dan kutu di rambut kemaluan. Gejala yang paling menonjol pada infeksi jamur dan parasit adalah rasa gatal. Luka di penis dapat muncul akibat akibat garukan.

Luka di Penis karena Penyebab Non-infeksi

Selain akibat infeksi, luka di penis juga bisa terjadi karena penyakit yang tidak menular, seperti:

1. Psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu bentuk penyakit autoimun, di mana daya tahan tubuh menyerang sel kulit tubuh sendiri. Psoriasis tampak berupa bercak kemerahan yang tebal dan bersisik putih atau keperakan.

Namun pada area kelamin, sisik psoriasis biasanya lebih sedikit dibandingkan pada bagian tubuh lain, karena tingginya kelembapan tubuh di bagian kelamin.

2. Eksim

Eksim merupakan peradangan pada kulit yang bisa dipicu oleh paparan bahan iritatif atau alergi. Eksim biasanya tampak kering dan gatal, namun bisa juga berupa benjolan berisi cairan yang kemudian pecah dan meninggalkan luka.

3. Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah penyakit kulit yang jarang terjadi. Pada pria, kondisi ini dapat menimbulkan bercak berwarna lebih pucat dari kulit di sekitarnya (hipopigmentasi), disertai luka yang dapat meninggalkan jaringan parut. Bercak ini biasanya muncul di penis atau kulit sekitar anus.

4. Sindrom Behcet

Ini merupakan salah satu penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan pembuluh darah arteri dan vena. Penyakit ini dapat menimbulkan luka di berbagai bagian tubuh, termasuk penis.

5. Kanker penis

Meski jarang terjadi, kanker penis merupakan kondisi yang sangat serius. Gejalanya bisa berupa luka atau benjolan di kepala penis yang tidak kunjung sembuh.

Pengobatan luka di penis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk luka pada penis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, diperlukan pengobatan dengan antibiotik dari dokter. Sedangkan untuk luka di penis karena infeksi virus, dokter mungkin akan memberikan pengobatan dengan antivirus.

Agar penyebab luka di penis dapat dipastikan, penderita disarankan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter sebelum menggunakan obat-obatan atau salep yang dijual bebas. Selama masih ada luka di penis, disarankan untuk tidak berhubungan seksual dulu hingga penyebab luka tersebut diketahui dan diobati.

Jika luka di penis muncul bersama dengan beberapa keluhan lain, seperti demam, nyeri saat buang air kecil atau saat ejakulasi, keluar cairan berbau busuk atau nanah dari lubang penis, segeralah berkonsultasi ke dokter.