Gatal pada penis adalah kondisi yang umum terjadi. Kondisi ini bisa diakibatkan infeksi ringan. Namun, ada kalanya penis gatal juga menjadi indikasi adanya penyakit menular seksual. Penis gatal dapat pula disebabkan oleh berbagai hal lainnya, seperti infeksi jamur, kudis, pakaian dalam yang terlalu ketat, reaksi alergi, hingga adanya gesekan pada kulit.

Umumnya, gatal pada penis diobati sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Gatal pada penis bisa diobati dengan obat bebas. Namun jika gatal tidak kunjung reda, bisa jadi ada penyebab lain yang perlu mendapat pemeriksaan dokter.

Gatal pada Penis, Indikasi Penyakit Menular? - Alodokter

Penyebab Penis Gatal

Penanganan gatal pada penis dilakukan menurut penyebab terjadinya kondisi tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum timbulnya rasa gatal pada penis, di antaranya:

  • Infeksi jamur atau kandidiasis
    Umumnya infeksi jamur tidak berbahaya dan dapat ditangani dengan menggunakan obat antijamur. Infeksi jamur sering terjadi pada kepala penis dan disebut balanitis jamur. Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, membuat jamur dapat berkembangbiak dan menyebabkan infeksi berat. Pada diabetes, rentan terjadi infeksi kembali meski telah sembuh.
    Gejala kandidiasis pada penis antara lain adalah pembengkakan penis, ruam kemerahan, keluarnya cairan kental dari balik kulup, timbul bau atau aroma yang tidak sedap,  sakit saat melakukan hubungan seksual dan buang air kecil, serta kesulitan saat menarik kembali kulit kulup penis. Risiko untuk mengalami infeksi seperti ini akan meningkat pada orang-orang yang sering mengenakan pakaian ketat, seperti celana pendek dari bahan lycra atau denim;  pengidap HIV, obesitas, diabetes tipe 1 dan 2; sedang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh; sedang mengonsumsi antibiotik yang membunuh bakteri baik, yang biasanya mampu menekan pertumbuhan candida; sedang mengonsumsi kortikosteroid dalam bentuk oral atau pun oles; berhubungan seksual dengan orang yang sedang mengalami infeksi jamur.
  • Infeksi menular seksual
    Rasa gatal terkadang juga dapat menjadi gejala dari infeksi menular seksual. Jika disebabkan oleh gonore atau kencing nanah gejala yang muncul antara lain keluarnya cairan warna putih, kuning, atau hijau dari ujung penis, disertai rasa nyeri dan perih saat buang air kecil. Apabila disebabkan oleh klamidia gejalanya yaitu keluarnya cairan putih dari penis dan disertai rasa nyeri. Psifilis dan herpes genital juga bisa terdapat gatal pada penis.

Selain penyebab yang telah dipaparkan di atas, penis gatal dapat disebabkan oleh penyebab lainnya, seperti:

  • Iritasi karena urine.
  • Bahan kandungan dalam sabun mandi.
  • Kotoran penis atau smegma.
  • Infeksi bakteri.
  • Tingginya kadar gula darah dalam tubuh.
  • Kudis.

Langkah Menjaga Penis Selalu Sehat  

Jika pengidap tidak memiliki faktor risiko dan sistem kekebalan tubuhnya tidak terganggu, penis gatal karena infeksi jamur umumnya dapat ditangani dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek, seperti clotrimazole, ketoconazole, dan miconazole.

Jika gatal terjadi lebih dari dua minggu,  terutama jika gatal pada penis disertai dengan gejala seperti terdapat darah dalam urine, demam tinggi, mual dan muntah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Dokter memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit yang lebih serius.

Namun sebelum terjadi gatal pada penis, beberapa cara perawatan penis berikut ini dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

  • Cuci penis dengan air hangat dan sabun berbahan ringan tanpa pewangi, terutama pada area kulup pria yang tidak atau belum disunat. Cuci juga bagian dasar penis, zakar, dan anus. Tetapi hindari terlalu sering mencuci penis karena justru dapat menyebabkan nyeri. Lakukan hal ini setidaknya satu hari sekali.
  • Selalu keringkan penis setelah mandi atau buang air kecil. Organ kelamin pria yang lembap lebih berisiko mendatangkan infeksi.
  • Kenakan bawahan dan celana dalam yang tidak terlalu ketat dan mudah menyerap keringat.
  • Ganti celana dalam setidaknya sehari sekali.
  • Hindari terlalu lama mengenakan pakaian yang basah. Segera ganti pakaian begitu selesai berolahraga.
  • Konsumsi air minum yang cukup tiap hari.
  • Hindari membubuhkan bedak atau deodoran pada penis, terutama balita. Serbuk bedak dapat tinggal di balik kulit kulup dan menyebabkan iritasi.
  • Jika Anda ingin melakukan hubungan seksual, pastikan Anda menggunakan kondom atau pengaman, dan hindari perilaku seks berisiko.

Gatal pada penis akibat infeksi dapat terjadi secara berulang apabila pengobatan tidak tuntas. Jika gatal pada penis disebabkan oleh infeksi menular seksual, disarankan agar pengobatan dilakukan juga kepada pasangan, agar tidak terjadi penularan kembali. Rutin menjaga kebersihan diri dan penis serta menjalani pola hidup sehat umumnya dapat membantu mencegah keluhan gatal pada penis.