Hampir semua orang pernah mengalami tangan kesemutan. Keluhan ini biasanya dapat sembuh sendiri tanpa penanganan khusus. Namun, jika tangan kesemutan dirasakan sering kambuh atau sudah berlangsung cukup lama, hal ini bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Sama halnya dengan kaki kesemutan, tangan kesemutan terjadi saat adanya tekanan pada saraf di tangan dalam jangka waktu lama sehingga memicu sensasi kebas, tertusuk, hingga mati rasa.

6 Penyebab Tangan Kesemutan yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Kondisi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya secara perlahan ketika Anda mengubah posisi tangan atau menghilangkan tekanan tersebut.

Beragam Penyebab Tangan Kesemutan

Pada beberapa kasus, kesemutan di tangan juga bisa saja disebabkan oleh penyakit tertentu, terutama bila keluhan ini sudah berlangsung cukup lama atau disertai gejala lain.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tangan kesemutan meliputi:

1. Carpal tunnel syndrome (CTS)

Carpal tunnel syndrome atau sindrom terowongan karpal merupakan kerusakan saraf akibat tekanan dan iritasi pada saraf yang berada di pergelangan tangan. Penyakit ini bisa menyebabkan gejela tangan dan jari kesemutan, pergelangan tangan sakit, serta tangan melemah sehingga tidak kuat menggenggam suatu barang.

CTS kerap dialami oleh siapa pun yang sering bekerja menggunakan tangan untuk melakukan gerakan yang sama dan dalam jangka waktu lama, seperti mengetik, menulis, dan mencuci.

2. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis pada tangan terkadang bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan CTS, termasuk kesemutan pada tangan dan pergelangan tangan. Sensasi tangan kesemutan ini biasanya kian mengganggu, terutama pada malam hari.

Gejala lain yang dapat dialami oleh penderita rheumatoid arthritis adalah sendi tangan dan jari-jari terasa hangat, nyeri, bengkak, serta kaku saat bangun tidur dan biasanya berlangsung lebih dari 1 jam.

3. Diabetes

Tangan kesemutan juga bisa dipicu oleh penyakit diabetes, sebab kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah kecil yang menyalurkan nutrisi pada saraf sehingga memicu kesemutan, nyeri, atau mati rasa.

Selain kesemutan, penderita diabetes juga kerap merasakan gejala lain, seperti kulit gatal dan kering, berat badan naik atau turun tanpa sebab yang jelas, hingga luka yang sulit sembuh.

4. Kerusakan saraf

Tangan kesemutan juga bisa disebabkan oleh kerusakan saraf atau neuropati perifer. Penyebab terjadinya gangguan ini bisa beragam, mulai dari penyakit autoimun, cedera saraf, infeksi, hingga efek samping obat-obatan.

Sebagai contoh, orang yang mengonsumsi obat statin untuk menurunkan kolesterol,  penderita kanker yang menjalani kemoterapi, atau pengguna obat isoniazid untuk tuberkulosis bisa saja mengalami efek samping berupa kaki atau tangan kesemutan. Efek samping ini biasanya akan membaik setelah pengobatan tersebut selesai.

5. Kekurangan vitamin tertentu

Kekurangan asupan vitamin B dan vitamin E bisa menyebabkan kesemutan pada tangan atau kaki. Pasalnya, kedua vitamin tersebut dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatan dan fungsi saraf. Oleh karena itu, ketika tubuh Anda kekurangan nutrisi tersebut, saraf pun bisa mengalami gangguan.

6. Penyakit lain

Tangan kesemutan juga bisa disebabkan oleh penyakit lain yang berdampak pada kerusakan saraf, seperti hipotiroid, sindrom Guillain-Barre, atau infeksi, termasuk hepatitis, herpes zoster, dan penyakit Lyme.

Tak hanya menyebabkan tangan kesemutan, berbagai penyakit di atas juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti tangan gemetaran atau tremor dan tangan menjadi lebih lemah, kaku, atau sulit digerakkan.

Selain kondisi yang telah disebutkan di atas, kesemutan pada tangan juga bisa dipicu oleh faktor lain, seperti konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan paparan zat kimia.

Keluhan tangan kesemutan sebaiknya tidak disepelekan karena bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika keluhan ini tidak kunjung reda dan muncul bersamaan dengan gejala lain, seperti nyeri hebat dan tangan terasa lemas hingga sulit digunakan untuk beraktivitas.