Menggunakan obat jerawat, baik dengan resep dokter maupun yang dijual bebas, kerap menjadi pilihan untuk mengatasi masalah kulit ini. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan kandungan obat jerawat sebelum Anda membeli dan menggunakannya.

Jerawat bisa terjadi di mana saja, baik itu di wajah maupun di badan. Terutama jerawat yang muncul di wajah, hal ini bisa mengganggu penampilan.

Pilihan Obat Jerawat dan Keluhan yang Diatasinya - Alodokter

Jerawat terbentuk ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini bisa dialami oleh semua orang di segala usia, terutama pada masa remaja. Jerawat harus ditangani dengan baik agar tidak menimbulkan komplikasi, seperti bekas jerawat atau bercak hitam di kulit.

Jerawat bisa ditangani dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan obat jerawat hingga melakukan terapi, seperti terapi laser dan suntik kortikosteroid. Pilihan obat jerawat pun perlu disesuaikan dengan jenis jerawat yang muncul, agar hasilnya optimal.

Beragam Pilihan Obat Jerawat

Produk perawatan untuk kulit berjerawat yang beredar di pasaran cukup beragam, seperti sabun pembersih wajah, obat jerawat dalam bentuk gel maupun krim, hingga serum.

Berbagai produk obat jerawat tersebut dapat mengandung bahan aktif yang berbeda-beda. Namun, umumnya obat jerawat bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab peradangan atau mengurangi produksi minyak berlebih yang dapat memicu timbulnya jerawat.

Berikut ini adalah beberapa kandungan dalam obat jerawat dan keluhan yang dapat ditanganinya:

1. Asam salisilat

Asam salisilat merupakan bahan aktif yang banyak digunakan dalam obat jerawat. Bahan aktif ini bekerja dengan cara meluruhkan sel kulit mati penyebab pori-pori tersumbat.

Obat jerawat dengan asam salisilat biasanya digunakan untuk mengatasi jerawat ringan, seperti komedo, dan mencegah jerawat datang kembali.

Konsentrasi asam salisilat yang diperbolehkan dalam obat jerawat bebas adalah sebesar 0,5%–5%. Bagi sebagian orang, penggunaan asam salisilat mungkin bisa menyebabkan kulit kering, sensasi rasa terbakar, atau iritasi.

2. Benzoil peroksida

Obat jerawat dengan benzoil peroksida diketahui efektif mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Bahan aktif yang satu ini banyak digunakan dalam produk obat jerawat, sabun pembersih wajah, atau toner.

Benzoil peroksida memiliki sifat antibakteri sehingga mampu mengurangi bakteri penyebab jerawat. Selain itu, benzoil peroksida juga mampu mencegah penyumbatan pada pori-pori dan mengeringkan jerawat.

3. Retinoid

Untuk meringankan jerawat sedang hingga parah, Anda bisa menggunakan obat jerawat yang mengandung retinoid. Retinoid dapat mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, serta mengurangi risiko terbentuknya bekas jerawat.

Namun, penggunaan retinoid bisa menimbulkan efek samping pada sebagian orang, seperti kulit kering, iritasi, mengelupas, sensitif terhadap cahaya matahari, kemerahan, dan bengkak.

Selain ketiga kandungan di atas, alpha hydroxy acid (AHA) dan sulfur serta kandungan antibakteri pada triclosan dan isopropyl methylphenol, juga bisa digunakan untuk mengatasi jerawat.

Namun, perlu diingat bahwa efektivitas obat jerawat dalam mengatasi masalah kulit bisa berbeda pada setiap orang. Tingkat keparahan jerawat, jenis kulit, dan produk perawatan kulit lain yang digunakan juga ikut menentukan efektif atau tidaknya obat jerawat.

Selain itu, penanganan jerawat menggunakan obat jerawat tidaklah instan dan membutuhkan ketelatenan. Diperlukan waktu sekitar 2–3 bulan hingga jerawat hilang dan kondisi kulit membaik.

Cara Merawat Kulit Berjerawat

Selain menggunakan obat jerawat, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merawat kulit wajah yang berjerawat, yaitu:

  • Bersihkan wajah 2 kali sehari dengan sabun cuci muka berbahan lembut yang mengandung zat aktif untuk mengatasi jerawat, seperti asam salisilat, triclosan, dan isopropyl methylphenol.
  • Jangan menggosok kulit secara berlebihan saat membersihkan wajah karena dapat memperburuk jerawat.
  • Pilih pelembap yang berbahan dasar air, bukan minyak.
  • Hindari penggunaan kosmetik, tabir surya, dan produk perawatan rambut yang berbahan dasar minyak.
  • Jangan memencet jerawat karena dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas.
  • Pastikan tangan Anda bersih sebelum menyentuh wajah.
  • Hindari konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi.

Menggunakan obat jerawat dan melakukan perawatan kulit yang tepat dapat memperbaiki kondisi kulit berjerawat. Pastikan Anda memilih obat jerawat yang mengandung bahan aktif di atas dan memiliki izin edar dari BPOM agar keamanannya lebih terjamin.

Selain itu, usahakan untuk selalu mengoleskan tabir surya yang memang khusus untuk kulit berjerawat bila ingin beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, dan gunakan pelembap untuk meminimalkan efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan obat jerawat, seperti kulit kering atau kemerahan.

Jika jerawat tidak kunjung hilang setelah menggunakan obat jerawat selama 2−3 bulan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.