Adapalene adalah obat untuk mencegah dan mengatasi jerawat juga komedo. Obat ini tersedia dalam bentuk gel dan krim.

Adapalene termasuk golongan obat retinoid. Obat ini bekerja dengan mencegah peradangan dan penyumbatan pori kulit akibat sel-sel kulit mati dan penumpukan minyak. Dengan begitu, jerawat dan komedo tidak terbentuk.

Adapalene dapat dioleskan pada kulit wajah, punggung, dan dada. Kulit berjerawat umumnya akan mengalami perbaikan setelah pemakaian obat sekitar 2 bulan. Namun, kondisi kulit mungkin akan menjadi semakin parah dulu pada awal pemakaian.

Merk dagang adapalene: Evalen, Palenox, Alendion, Acucel, Pharmalene.

Apa Itu Adapalene?

Golongan Retinoid
Kategori Obat resep
Manfaat Mencegah dan mengatasi jerawat juga komedo.
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak (di atas 12 tahun).
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C:Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Adapalene dapat terserap lewat kulit, jadi sebaiknya tidak digunakan saat hamil, kecuali atas anjuran dokter.Obat ini belum ketahui dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.
Bentuk obat krim, gel.

Peringatan Sebelum Menggunakan Adapalene

  • Diskusikan dengan dokter jika memiliki alergi tertentu, seperti alergi obat golongan retinoid, seperti adapalene, isotretinoin, dan tretinoin.
  • Beri tahu dokter jika pernah menderita masalah kulit, seperti eksim, dermatitis seboroik, atau kanker kulit, sebelum menggunakan adapalene.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung selama menggunakan adapalene. Sebab, penggunaan adapalene membuat kulit lebih sensitif.
  • Adapalene tidak boleh dioleskan pada kulit yang sedang mengalami iritasi, terdapat luka, mengelupas, pecah-pecah, ataupun terbakar.
  • Penggunaan adapalene tidak disarankan untuk anak di bawah usia 12 tahun, kecuali atas saran dokter.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Adapalene

Dosis adapalene dapat berbeda tiap pasien. Maka dari itu, pastikan dosis dan aturan pakai obat sesuai saran dokter dan petunjuk di kemasan obat.

Umumnya, adapalene cukup dioleskan sedikit pada area kulit berjerawat sebanyak satu kali sehari sekitar 1 jam sebelum tidur. Usap obat merata pada area kulit yang sudah bersih dan kering. Bilas obat ini saat bangun tidur.

Cara Menggunakan Adapalene dengan Benar

Sebelum mengoleskan obat, pastikan selalu menggunakan adapalene sesuai anjuran dokter dan baca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan lupa mencuci tangan dan keringkan tangan sebelum mengoleskan obat.

Untuk menggunakan obat ini, letakkan sedikit krim atau gel adapalene pada area berjerawat dan usap lembut. Jangan oleskan obat dekat area mata, bibir, dan hidung. Bila terlanjur kena, segera bersihkan dengan air.

Sensasi tersengat atau terbakar pada kulit mungkin dirasakan setelah mengoleskan obat. Hal ini normal dan akan menghilang dalam beberapa menit. Obat ini umumnya cukup digunakan sekali sebelum tidur dan dibilas keesokan paginya.

Bila baru pertama kali menggunakan adapalene, kondisi jerawat dapat semakin parah dalam beberapa minggu pertama. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan bagian dari proses kerja obat. Perbaikan tampilan kulit umumnya baru terlihat pada minggu ke-8 sampai ke-12 setelah penggunaan.

Bila Anda lupa menggunakan obat pada hari tertentu, lanjutkan ke hari berikutnya sesuai jadwal. Jangan menambah frekuensi penggunaan, karena menggunakan adapalene secara berlebihan tidak mempercepat proses pengobatan. Perilaku ini justru bisa memperparah efek samping obat.

Dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan pelembap dan tabir surya pada siang hari selama masa perawatan. Hal ini bertujuan untuk meringankan efek samping dan membuat kerja obat lebih efektif. Namun, jangan menggunakan produk penghilang bulu (waxing) selama penggunaan adapalene.

Obat ini perlu disimpan dalam wadah tertutup, dalam suhu ruangan, jauh dari jangkauan anak, tidak terkena paparan sinar matahari langsung, dan jauhkan dari ruangan lembap seperti kamar mandi.

Interaksi Adapalene dengan Obat Lain

Beberapa produk berikut berpotensi membuat kulit menjadi lebih sensitif dan lebih kering bila digunakan bersama dengan adapalene:

  • Salep antibiotik untuk jerawat, seperti clindamycin.
  • Produk perawatan kulit yang mengandung benzoil peroksida, resorsinol, asam salisilat, asam glikolat, asam alfa hidroksi (AHA), atau sulfur.
  • Produk kulit dengan kandungan rempah, seperti kunyit atau jeruk nipis.
  • Toner dan krim cukur, karena biasanya mengandung alkohol, astringen atau menthol.
  • Produk kulit berbahan dasar kasar, seperti mengandung deterjen, pewangi, atau scrub.
  • Produk pelurus dan pengeriting rambut.

Obat minum atau suntik lain yang sedang digunakan umumnya tidak memengaruhi kinerja adapalene. Meski begitu, sangat disarankan untuk memberitahu dokter tentang penggunaan obat adapalene sebelum diberikan obat lain oleh dokter.

Efek Samping dan Bahaya Adapalene

Dibanding golongan obat retinoid lain, efek samping adapalene termasuk ringan. Efek samping tersebut meliputi:

  • Kulit kering, mengelupas, dan bersisik.
  • Kulit kemerahan dan iritasi.
  • Kulit terasa seperti terbakar, tersengat, atau gatal.

Efek di atas umum terjadi selama selama 2-4 minggu pertama penggunaan, kemudian efek tersebut berangsur-angsur mereda. Namun, bila efek tersebut dirasa sangat parah, jangan ragu untuk menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Anda perlu pergi ke IGD segera bila mengalami gejala alergi obat, seperti ruam, bengkak pada wajah atau tenggorokan, perubahan warna kulit, mata merah, pusing, hingga sulit bernapas, setelah menggunakan adapalene.