Pimag adalah obat untuk mengatasi keluhan seperti nyeri ulu hati, perut kembung, serta rasa tidak nyaman di perut akibat kelebihan asam lambung dan penumpukan gas di saluran cerna. Pimag berbentuk suspensi dalam kemasan saset, dan dapat diperoleh tanpa resep dokter.
Pimag mengandung aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida yang termasuk dalam kelompok antasida. Kedua zat tersebut bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga keluhan akibat meningkatnya asam lambung dapat berkurang.

Selain antasida, Pimag juga mengandung simethicone yang bermanfaat untuk meredakan perut kembung. Zat ini bekerja dengan cara menggabungkan gelembung gas kecil di saluran cerna menjadi gelembung yang lebih besar sehingga gas lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa atau buang angin.
Apa Itu Pimag
| Bahan aktif | 600 mg aluminium hidroksida, 600 mg magnesium hidroksida, dan 160 mg simethicone |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida dan antiflatulensi (antikembung) |
| Manfaat | Meredakan gejala sakit maag akibat kelebihan asam lambung, termasuk pada gastritis, tukak lambung, dan ulkus duodenum |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Pimag untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium hidroksida dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Antasida dan simethicone dalam Pimag umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter. | |
| Pimag untuk ibu menyusui | Semua kandungan dalam varian produk Pimag aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai. |
| Bentuk obat | Suspensi |
Peringatan sebelum Menggunakan Pimag
Meski merupakan obat bebas, Pimag tetap perlu digunakan secara hati-hati. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:
- Jangan menggunakan Pimag jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
- Jangan menggunakan Pimag jika Anda sedang mengalami diare atau sembelit. Orang yang sedang menjalani diet rendah magnesium juga tidak disarankan minum obat maag ini.
- Beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit hati, atau perdarahan saluran cerna.
- Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Pimag jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini dilakukan untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Pimag.
Dosis dan Aturan Pakai Pimag
Untuk meredakan gejala maag, Pimag dapat dikonsumsi sesuai dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:
- Dewasa: 1–2 saset, 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: 1 saset, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Pimag dengan Benar
Gunakan Pimag sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan mengonsumsi obat ini melebihi atau kurang dari dosis yang dianjurkan.
Agar manfaatnya optimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Konsumsilah Pimag menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Pastikan untuk mengocok kemasan saset sebelum obat dikonsumsi. Minumlah Pimag sesuai dengan aturan yang tertera dalam kemasan.
- Jika Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Pimag.
- Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Pimag selama 2 minggu.
- Jika lupa mengonsumsi Pimag, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Pimag di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Pimag dengan Obat Lain
Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Pimag dapat mengurangi efektivitas beberapa obat jika digunakan bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan, di antaranya:
- Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cefdinir, atau tetracycline
- Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
- Antipsikotik, seperti chlorpromazine
- Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
- Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
- Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
- Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
Untuk menurunkan risiko terjadinya interaksi obat, berikan jeda minimal 2 jam antara konsumsi Pimag dengan obat lain. Selain itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Pimag bersama obat, suplemen, atau produk herbal.
Efek Samping dan Bahaya Pimag
Beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Pimag adalah:
Walau jarang terjadi, Pimag juga dapat menimbulkan reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Pusing berat
- Linglung
- Napas pendek
- Detak jantung lambat atau tidak teratur (aritmia)
- Nyeri saat buang air kecil
Jika Anda mengalami efek samping yang mengganggu setelah menggunakan Pimag, segera konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter. Dokter dapat memberikan saran atau terapi tambahan untuk mengatasinya. Jika kondisi memerlukan penanganan segera, Anda akan dianjurkan untuk datang ke IGD rumah sakit terdekat.