Operasi kantung mata bisa dilakukan jika Anda ingin menghilangkan kantung mata dan keriput di sekitar mata. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani operasi kantung mata, cari tahu dulu bagaimana prosedur, persiapan, hingga pemulihannya, serta berapa biayanya.

Kantong mata adalah kondisi ketika kelopak mata bagian bawah membengkak, kendur, dan tampak sembap. Kantung mata ini bisa terbentuk akibat adanya penumpukan lemak atau cairan di kelopak mata, sehingga mata terlihat agak bengkak.

Operasi Kantung Mata: Persiapan, Proses, hingga Pemulihan - Alodokter

Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya jaringan dan otot di sekitar mata. Pemicu utamanya adalah faktor penuaan, tapi bisa juga karena keturunan, kebiasaan merokok, alergi, kurang tidur, atau sering mengonsumsi makanan asin.

Ada banyak cara untuk menghilangkan kantung mata. Yang paling mudah dan murah adalah perawatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah, seperti kompres mata dan tidur cukup. Tapi bila kantung mata terlalu besar, mengganggu penampilan, atau menghalangi pandangan, operasi kantung mata bisa jadi solusinya. Itu pun jika Anda siap mengeluarkan biaya lebih.

Seputar Informasi Operasi Kantung Mata

Dalam dunia medis, operasi kantung mata atau kelopak mata disebut blepharoplasty. Prosedur bedah plastik ini bertujuan memperbaiki bentuk dan struktur kelopak mata bagian bawah atau atas. Hasilnya, mata yang tadinya bengkak dan tampak kendur akan terlihat lebih kencang.

Tertarik menjalani operasi kantung mata? Berikut ini ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:

1. Biaya operasi kantung mata

Biaya untuk melakukan operasi kelopak mata bervariasi, tergantung rumah sakit yang melakukannya. Di beberapa rumah sakit di Indonesia, biaya prosedur ini berkisar antara 12 juta hingga lebih dari 25 juta rupiah.

2. Persiapan sebelum operasi kantung mata

Sebelum menjalani operasi kantung mata, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, yaitu:

  • Memilih dokter spesialis bedah plastik yang sudah berpengalaman melakukan prosedur operasi blepharoplasty.
  • Menjaga kondisi tubuh agar sehat secara keseluruhan.
  • Menjaga jaringan dan otot di sekitar mata dalam keadaan baik, serta memastikan tidak ada kondisi serius pada mata.
  • Tidak merokok setidaknya selama 3-4 minggu sebelum operasi.
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah atau suplemen herbal tertentu, sebelum hendak menjalani operasi kantung mata.
  • Membuat rencana cuti untuk beberapa hari karena Anda harus istirahat setelah operasi.

Sebelum melakukan operasi, Anda biasanya akan membutuhkan sesi konsultasi ke dokter untuk menentukan apakah Anda perlu menjalani operasi kantung mata dan kapan operasi tersebut bisa dilakukan.

Dalam pemeriksaan tersebut, dokter biasanya akan menanyakan beberapa hal, termasuk informasi tentang riwayat penyakit dan obat yang sedang dikonsumsi dan alasan mengapa Anda ingin menjalani operasi kantung mata.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata.

Saat berkonsultasi, pastikan Anda memahami informasi dengan jelas dan terperinci mengenai manfaat dan risiko efek samping operasi yang akan dilakukan oleh dokter. Begitu pula beberapa instruksi yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah operasi.

3. Prosedur operasi kantung mata

Setelah jadwal operasi ditentukan, maka Anda akan diberitahu oleh dokter kapan perlu ke rumah sakit dan apakah perlu menginap di rumah sakit. Adapun prosedur operasi kantung mata, yaitu:

  • Anda akan diminta datang ke rumah sakit untuk menjalani persiapan operasi.
  • Sebelum pembedahan dimulai, dokter akan memberikan anestesi atau bius lokal di sekitar mata.
  • Setelah obat bius mulai bekerja, dokter kemudian akan membuat sayatan tepat di bawah bulu mata atau di bagian dalam kelopak mata bawah.
  • Kelebihan kulit dan lemak pada kelopak mata dipotong dan diangkat.
  • Setelah pembedahan selesai, luka operasi tersebut akan dijahit. Jahitan biasanya akan dibuka seminggu kemudian.

Estimasi waktu pengerjaan operasi kantung mata adalah sekitar 1-2 jam. Biasanya pasien akan diperbolehkan pulang di hari yang sama. Akan tetapi, terkadang mungkin akan dilakukan operasi kantung mata dengan bius umum.

Jika dilakukan dengan bius umum, waktu pemulihan dan observasi di rumah sakit mungkin akan lebih lama jika dibandingkan operasi kantung mata yang menggunakan bius lokal pada mata.

4. Pemulihan dan perawatan pascaoperasi

Guna membantu proses pemulihan pascaoperasi kantung mata, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, yaitu:

  • Menopang atau meninggikan kepala dengan bantal saat tidur selama beberapa hari.
  • Membersihkan kelopak mata pelan-pelan dan menggunakan salep atau obat tetes mata yang sudah diresepkan dokter.
  • Mengompres mata dengan kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  • Memakai kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari dan angin.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan rasa sakit. Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri, seperti ketorolac, ibuprofen, dan celecoxib.
  • Tidak melakukan aktivitas berat dan berenang untuk beberapa hari.
  • Tidak merokok.
  • Tidak menggunakan lensa kontak atau menggosok mata.

Hasil akhir operasi biasanya akan terlihat dalam waktu beberapa minggu setelah operasi. Tapi ingat, bekas sayatan operasi butuh waktu setidaknya satu tahun untuk benar-benar pulih. Anda juga harus menemui dokter bedah lagi untuk pemeriksaan lanjutan secara berkala pascaoperasi.

Umumnya, operasi kantung mata tidak perlu pengulangan. Kendati demikian, mata Anda tetap akan mengalami penuaan seiring waktu dan mungkin kantung mata akan kembali terlihat.

5. Komplikasi operasi kantung mata

Setelah operasi kantung mata, mungkin akan muncul berbagai keluhan di sekitar mata. Kondisi yang umum terjadi ini biasanya akan pulih dalam waktu 2 minggu. Beberapa keluhan tersebut adalah:

  • Nyeri ringan pada kelopak mata.
  • Memar dan bengkak di sekitar mata.
  • Rasa kebas di sekitar mata.
  • Mata terasa kering atau justru berair.
  • Pandangan terlihat buram atau berbayang.
  • Iritasi mata.
  • Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.

Namun, segera pergi ke dokter jika setelah menjalani operasi kantung mata Anda mengalami beberapa komplikasi berikut ini:

  • Penglihatan kabur atau ganda.
  • Mata terlihat asimetris.
  • Ada gumpalan darah di bawah kulit mata.
  • Muncul jaringan parut atau keloid.
  • Otot-otot mata cedera, tandanya jika kelopak mata sulit dibuka atau ditutup.
  • Kelopak mata terlipat ke luar, sehingga tampak rongga antara mata dan kelopak mata (ektropion).
  • Perdarahan yang berlebihan.
  • Infeksi.
  • Reaksi terhadap obat bius, contohnya pusing, mual, muntah, sesak napas, dan nyeri kepala berat yang tidak kunjung mereda setelah operasi.

Mengingat operasi kantung mata membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan memiliki beberapa risiko serta komplikasi, Anda bisa mempertimbangkan pilihan perawatan lain untuk menyamarkan kantung mata.

Perawatan tersebut dapat berupa perawatan kulit kelopak mata menggunakan laser, chemical peeling, atau filler. Anda bisa mendapatkan informasi seputar perawatan ini dengan berkonsultasi ke dokter mata.