Proson adalah obat dalam bentuk oles yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala peradangan pada kulit, seperti gatal, kemerahan, atau bengkak akibat eksim, dermatitis, dan psoriasis. Obat ini termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan sesuai resep dokter.

Proson terbuat dari bahan aktif betamethasone dipropionate. Bahan aktif ini bekerja dengan cara mencegah pembentukan, pelepasan, atau aktivitas zat yang muncul saat terjadi peradangan pada tubuh, seperti prostaglandin atau histamin. Dengan begitu, berbagai gejala peradangan bisa mereda dengan cepat. 

Proson

Proson tersedia dalam bentuk krim dengan kemasan tube. Ukurannya juga berbeda, ada yang berisi 5 gram krim, ada juga yang 15 gram.

Apa Itu Proson

Bahan aktif 0.5 mg betamethasone dipropionate
Golongan  Obat resep
Kategori  Obat kortikosteroid topikal
Manfaat Meredakan gejala peradangan pada kulit akibat eksim, dermatitis kontak, atau psoriasis
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥12 tahun
Proson untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Proson untuk ibu menyusui Obat ini aman digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai dengan anjuran dokter.
Jika Proson digunakan di area puting, oleskan obat ini setelah selesai menyusui dan pastikan area tersebut sudah bersih dari Proson sebelum kembali menyusui.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Proson

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:

  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Proson tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan obat ini, atau obat lain dari golongan kortikosteroid, seperti hydrocortisone atau prednisone.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan sirkulasi darah, gangguan sistem kekebalan tubuh, katarak, glaukoma, diabetes, penyakit liver, gangguan kelenjar adrenal, hiperglikemia, atau sindrom Cushing.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda menderita infeksi kulit, jerawat, rosacea, gatal-gatal di area selangkangan, dermatitis perioral, atau gatal-gatal yang tidak disertai peradangan.
  • Beri tahu dokter bila area kulit yang akan diobati mengalami iritasi, kering, atau terdapat luka, termasuk luka terbuka, luka gores, atau luka bakar.
  • Diskusikan dengan dokter terkait penggunaan krim Proson jika area kulit yang perlu diobati luas.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Proson jika direncanakan untuk menjalani operasi, termasuk operasi gigi.
  • Selama menggunakan Proson, Anda perlu menjalani tes kesehatan, misalnya tes fungsi kelenjar adrenal, terutama jika obat ini digunakan dalam waktu yang lama atau dioleskan pada area kulit yang luas.
  • Bicarakan dengan dokter terkait manfaat dan risiko penggunaan Proson pada anak. Obat ini dapat mengganggu pertumbuhan anak jika digunakan dalam jangka panjang.
  • Konsultasikan dengan dokter terkait manfaat dan risiko penggunaan Proson pada lansia. Kelompok usia ini berisiko mengalami efek samping obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui.
  • Informasikan ke dokter jika Anda sedang atau berencana untuk menggunakan obat lain, termasuk obat oles. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Proson.

Dosis dan Aturan Pakai Proson

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan krim Proson untuk mengatasi kondisi peradangan di kulit, seperti eksim, dermatitis kontak, ataupun psoriasis:

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 1–2 kali sehari sampai gejala mereda. Konsultasikan dengan dokter jika tidak ada hasil setelah 2 minggu pemakaian obat.

Cara Menggunakan Proson dengan Benar

Penggunaan Proson harus sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada kemasan. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, ikutilah cara pakai Proson yang benar berikut ini:

  • Cucilah tangan Anda sebelum menggunakan Proson.
  • Bersihkan dan keringkan area kulit yang terkena peradangan.
  • Oleskan tipis-tipis krim Proson ke area kulit yang meradang dan gosok sampai merata. Jangan menutup area tersebut dengan perban atau kain, kecuali jika disarankan oleh dokter.
  • Jangan pakai krim Proson di wajah, selangkangan, ketiak, atau untuk mengatasi ruam popok tanpa seizin dokter.
  • Jangan sampai krim Proson mengenai area mata, hidung, atau mulut. Segera bilas area tersebut dengan air jika terkena krim ini.
  • Bersihkan kembali tangan Anda setelah menggunakan Proson, kecuali jika obat ini digunakan di area tangan.
  • Tunggu sekitar 30 menit sebelum menggunakan produk kulit lain.
  • Proson dapat meninggalkan noda di pakaian. Oleh karena itu, biarkan krim ini mengering terlebih dahulu sebelum menggunakan pakaian.
  • Gunakan Proson secara teratur. Jika Anda lupa, pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal berikutnya, abaikan jadwal yang terlewat dan jangan mengoleskan lebih banyak krim pada jadwal selanjutnya.
  • Beri tahu dokter jika kondisi yang Anda alami tidak kunjung sembuh meski sudah menggunakan Proson selama 2 minggu.
  • Simpan obat ini di ruangan bersuhu 15-30°C. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan paparan sinar matahari.
  • Buang obat yang tidak digunakan selama lebih dari 3 bulan setelah dibuka atau sudah kedaluwarsa.

Interaksi Proson dengan Obat Lain

Obat yang dioleskan ke kulit, seperti Proson, sebenarnya jarang menimbulkan efek interaksi jika digunakan bersama obat lain. Namun, tetap ada kemungkinan obat ini dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Agar aman, beri tahu dokter jika Anda berencana untuk menggunakan obat resep, obat bebas, vitamin, produk herbal, atau produk perawatan kulit lain.

Efek Samping dan Bahaya Proson

Penggunaan krim Proson bisa menimbulkan berbagai efek samping berikut ini:

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Muncul jerawat atau stretch mark
  • Kulit menipis atau berubah warna
  • Rambut tumbuh secara berlebih
  • Muncul bintik-bintik merah di kulit (folikulitis)