Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, vaksin rabies idealnya diberikan sebagai pencegahan rabies daripada pengobatan. Vaksin yang digunakan untuk mencegah rabies disebut dengan pre-exposure prophylaxis (PrEP).

Vaksin PrEP dikhususkan untuk orang yang tidak digigit hewan pembawa virus rabies, tetapi berisiko terpapar virus rabies dan belum pernah memperoleh vaksin rabies sebelumnya.

Kelompok orang yang disarankan untuk mendapatkan vaksin PrEP antara lain:

  • Dokter hewan
  • Pengasuh hewan
  • Peneliti virus rabies
  • Petualang alam liar
  • Pekerja lapangan yang dapat digigit binatang buas terinfeksi
  • Orang yang sering berkunjung ke daerah rawan rabies
  • Petugas kesehatan yang merawat pasien rabies

Vaksin rabies sebagai PrEP umumnya diberikan dalam 2 dosis, dengan rincian sebagai berikut:

  • Dosis pertama: diberikan pada hari ke-0
  • Dosis kedua: diberikan pada hari ke-7 setelah dosis pertama

Pada orang dengan risiko tinggi yang terus-menerus terpapar rabies, dokter dapat memberikan dosis tambahan (booster) sesuai kebutuhan, baik secara berkala maupun berdasarkan hasil pemeriksaan kadar antibodi.

Perlu diketahui, vaksin rabies dapat menimbulkan sejumlah efek samping, seperti:

  • Demam
  • Ruam
  • Sakit kepala
  • Nyeri dan bengkak di area bekas suntikan
  • Muntah
  • Nyeri otot

Jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko tinggi atau berencana bepergian ke daerah endemis rabies, sebaiknya konsultasikan dengan dokter melalui layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi Anda.