Radang amandel yang tidak diobati dengan baik, sering kambuh, atau berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat muncul meliputi:
Abses peritonsil
Abses peritonsil ini terjadi ketika terbentuk penumpukan nanah di jaringan sekitar amandel akibat infeksi yang menyebar. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat pada satu sisi tenggorokan, kesulitan membuka mulut, suara terdengar bindeng, serta kesulitan menelan.
Abses peritonsil biasanya memerlukan penanganan medis segera, seperti pemberian antibiotik dan tindakan pengeluaran nanah.
Abses retrofaring
Infeksi dapat menyebar ke jaringan di belakang tenggorokan dan membentuk abses retrofaring. Kondisi ini tergolong serius karena dapat menyebabkan nyeri leher, kesulitan menelan, demam tinggi, serta gangguan pernapasan. Abses retrofaring memerlukan penanganan di rumah sakit karena berisiko menyumbat jalan napas.
Gangguan pernapasan
Pembesaran amandel akibat peradangan dapat menyempitkan atau menyumbat jalan napas, terutama pada anak-anak. Hal ini dapat menimbulkan gejala, seperti mendengkur saat tidur, napas berbunyi, atau obstructive sleep apnea, yaitu kondisi ketika pernapasan berhenti sesaat saat tidur.
Otitis media
Infeksi dari amandel dapat menyebar melalui saluran yang menghubungkan tenggorokan dan telinga tengah (tuba eustachius). Akibatnya, dapat terjadi peradangan pada telinga tengah yang menimbulkan nyeri telinga, demam, dan gangguan pendengaran sementara.
Sinusitis
Infeksi pada tenggorokan juga dapat menyebar ke rongga sinus dan menyebabkan sinusitis. Kondisi ini ditandai dengan hidung tersumbat, nyeri di area wajah, sakit kepala, dan keluarnya lendir kental dari hidung.
Demam rematik
Pada kasus infeksi bakteri Streptococcus pyogenes yang tidak diobati dengan baik, dapat terjadi demam rematik. Penyakit ini merupakan reaksi autoimun yang dapat merusak katup jantung, sendi, kulit, dan sistem saraf.
Batu amandel
Radang amandel kronis juga berisiko menimbulkan batu amandel, yaitu batu yang terbentuk dari penumpukan sel mati, air liur, dan makanan pada celah di antara amandel. Meski umumnya tidak berbahaya, terbentuknya batu amandel bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan bau mulut.
Glomerulonefritis
Glomerulonefritis merupakan salah satu komplikasi radang amandel. Kondisi ini berupa peradangan pada ginjal yang terjadi setelah infeksi bakteri Streptokokus. Gejalanya dapat berupa pembengkakan pada wajah atau kaki, urin berwarna gelap, serta tekanan darah meningkat.
Sepsis
Dalam kasus yang jarang tetapi sangat serius, infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan sepsis. Kondisi ini merupakan reaksi peradangan berat di seluruh tubuh yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan penanganan darurat di rumah sakit.
Itulah berbagai komplikasi radang amandel yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika radang amandel tidak kunjung membaik, makin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Dengan penanganan yang tepat dan pengobatan yang sesuai, sebagian besar kasus radang amandel dapat sembuh tanpa menimbulkan komplikasi serius.
Kini Anda dapat membuat janji dengan dokter secara lebih praktis. Fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER memudahkan Anda untuk melihat jadwal praktek, membaca ulasan pasien, dan memesan janji temu hanya dalam beberapa langkah.