Sebenarnya radang amandel atau tonsilitis jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi biasanya timbul jika kondisi ini tidak ditangani, beberapa di antaranya:

  • Infeksi telinga bagian tengah akibat bakteri.
  • Apnea tidur obstruktif. Kondisi yang terjadi ketika dinding tenggorokan menjadi relaks saat tidur yang menyebabkan susah saat bernapas. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan buruknya kualitas tidur penderita.
  • Quinsy atau abses peritonsil, yaitu munculnya gumpalan-gumpalan nanah pada amandel dan dinding tenggorokan. Mereka yang mengalami komplikasi ini akan merasakan sakit di tenggorokan, mengeluarkan bau napas tidak sedap, sakit kepala dan sakit telinga, sulit berbicara, demam tinggi, dan pembengkakan di dalam mulut dan tenggorokan.
  • Glomerulonephritis, yaitu pembengkakan di saringan ginjal. Penderita komplikasi ini akan mengalami penurunan nafsu makan dan muntah-muntah.
  • Demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan radang di sekujur tubuh dengan gejala berupa ruam kulit dan nyeri sendi.
  • Demam scarlet atau skarlatina, yaitu kondisi yang menyebabkan kulit penderita dipenuhi ruam atau bercak berwarna kemerahan.

Pencegahan Radang Amandel (Tonsilitis)

Tonsilitis yang disebabkan oleh virus maupun bakteri bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri, misalnya dengan mengajar anak mengenai kebiasaan cuci tangan yang baik dan benar. Langkah pencegahan lainnya, antara lain:

  • Gunakan saputangan atau tisu untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Segera buang tisu yang telah digunakan ke tempat sampah.
  • Hindari menggunakan alat makan maupun minum secara bergantian, khususnya meminjami seseorang yang sedang sakit.
  • Disarankan untuk mengganti sikat gigi setelah pasien didiagnosis tonsilitis.