Radang amandel atau tonsilitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa virus yang menyebabkan radang amandel juga merupakakan virus yang menyebabkan batuk pilek (rhinovirus) atau flu (influenza type A virus).

Selain virus, radang amandel juga dapat disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Salah satu bakteri yang menyebabkan kondisi ini adalah Streptococcus, yakni bakteri yang juga menjadi penyebab radang tenggorokan.

Penularan kedua organisme penyebab radang amandel tersebut dapat terjadi secara kontak langsung dan tidak langsung.

  • Penyebaran secara kontak langsung - terjadi ketika seseorang yang menderita radang amandel bersin atau batuk, lalu secara tidak sengaja terhirup udara yang telah terkontaminasi.
  • Penyebaran kontak tidak langsung - terjadi ketika seseorang yang menderita penyakit ini mengkontaminasi suatu benda melalui percikan ludah yang keluar ketika orang tersebut bersin atau batuk. Organisme berbahaya yang telah mengkontaminasi benda dapat bertahan selama 2 jam atau lebih. Benda yang telah terkontaminasi kemudian disentuh dengan tangan. Ketika tangan menyentuh hidung atau mulut, virus atau bakteri tersebut dapat masuk terhirup ke tubuh.

Radang amandel sangat jarang terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun, namun rentan pada anak usia 3-7 tahun. Hal itu dikarenakan pada usia 3-7 tahun, amandel anak tengah berperan sangat aktif melawan infeksi.