Dalam mendiagnosis radang amandel atau tonsilitis, dokter akan terlebih dahulu menanyakan perihal gejala yang dirasakan pasien. Jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi bakteri, biasanya gejala dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, munculnya bintik-bintik nanah di sekitar tonsil, dan demam. Sedangkan jika tonsilitis disebabkan oleh infeksi virus, biasanya gejala akan lebih ringan dari infeksi bakteri, dan sering disertai batuk dan pilek.

Untuk menguatkan dugaan bahwa pasien menderita tonsilitis, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti:

  • Pemeriksaan tenggorokan, hidung, dan telinga.
  • Merasakan jika terdapat pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Kadang-kadang, pemeriksaan fisik untuk memeriksa adanya pembengkakan organ limpa untuk mendeteksi penyakit mononukleosis dan memeriksa adanya ruam untuk mendeteksi ruam kemerahan akibat infeksi streptococcus juga dilakukan.

Jika diagnosis secara lebih rinci diperlukan, misalnya untuk menentukan apakah tonsilitis yang dialami pasien disebabkan oleh virus atau bakteri, maka bisa dilakukan penelitian sampel apusan tenggorokan dan darah di laboratorium. Tes lebih lanjut  di laboratorium juga bisa dilakukan untuk memastikan apakah pasien juga menderita kondisi lain, contohnya demam kelenjar.