Pada anak, radang amandel dapat dikenali dengan cara yang sederhana. Orang tua dapat melihat kondisi tenggorokan untuk memeriksa ada atau tidaknya gejala radang amandel, yaitu pembengkakan atau munculnya bercak-bercak putih pada amandel.

Dalam prosesnya, mintalah anak untuk membuka lebar mulutnya. Gunakan alat bantu seperti sendok kecil untuk menekan lidah anak secara perlahan ke arah bawah agar tenggorokan dapat lebih terlihat. Agar lebih jelas, gunakan senter saat memeriksa kondisi tenggorokan. Jika curiga adanya radang amandel, segera temui dokter.

Proses diagnosis diawali dengan pemeriksaan fisik, gejala, beserta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Setelah selesai, dokter akan melanjutkan proses diagnosis dengan melakukan tes. Tes yang digunakan untuk mendiagnosis radang amandel atau tonsilitis adalah:

  • Pemeriksaan swab atau usap tenggorokan. Dokter akan menyeka bagian belakang tenggorokan menggunakan alat khusus untuk mengambil sampel cairan yang terdapat di tenggorokan. Sampel kemudian diuji lebih lanjut di laboratorium. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi kuman yang menjadi penyebab radang amandel.
  • Tes darah. Tes ini dilakukan dengan mengambil darah pasien untuk kemudian diuji di laboratorium. Selain digunakan untuk mendiagnosis radang amandel, tes darah juga dapat memeriksa kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.